alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Ratusan Penyuluh Agama Dilatih Manfaatkan Media Online

BLORA – Ratusan penyuluh agama Islam di Blora dilatih memanfaatkan media online alias daring dalam layanan bimbingan. Sehingga, nantinya para penyuluh lebih komunikatif kepada masyarakat saat praktik di lapangan.

Beberapa materi pelatihan dalam agenda ini antara lain cara membuat poster digital atau flyer, cara membuat video pendek. Lalu, pengoperasian media sosial serta personal branding melalui media sosial. Tidak hanya penyuluh berstatus ASN (aparatur sipil negara), peserta juga datang dari penyuluh yang bersatus non-ASN.

Agenda ini digelar empat sesi dengan masing-masing 37 peserta di KUA Blora. Sesi pertama digelar pada Selasa 23 November, sesi kedua 26 November, sesi ketiga 1 Desember, dan sesi terakhir pada Jumat 3 Desember hari ini. Acara dimulai pukul 09.00 hingga selesai.


“Di era yang serba digital seperti sekarang ini, sudah semestinya para penyuluh agama juga bisa memanfaatkan berbagai layanan digital untuk kepentingan penyuluhan,” tutur Nike Nurjannah, narasumber dalam agenda tersebut.

Baca Juga :  PKPU Tahapan Pemilu Dianggap Belum Jelas, KPU Blora Belum Bisa Berbuat Banyak

Menurut Nike, dengan pelatihan tersebut diharapkan para penyuluh bisa semakin terampil memanfaatkan layanan digital untuk berbagai hal. Sehingga, apa yang ingin disampaikan kepada masyarakat sasaran bisa lebih cepat dan menarik.

Selain itu, tambah Nike, dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 serta aturan protokol kesehatan yang mewajibkan minimalisir kontak antar manusia, layanan digital diharapkan menjadikan solusi. Sebab, dengan kontak secara daring, kontak langsung bisa diminimalkan. Hal itu pun sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan.

“Jadi sesuai dengan kebijakan untuk menegakkan prokes. Kalau bisa dilakukan secara daring, maka tidak perlu kontak antar manusia,” tambah Nike.

Dibaginya empat sesi dalam agenda tersebut juga untuk mengurangi kerumunan yang mungkin terjadi. Dengan dibagi empat sesi, para peserta bisa lebih menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak. Panitia memastikan seluruh peserta tetap memakai masker selama agenda berlangsung. (ful)

BLORA – Ratusan penyuluh agama Islam di Blora dilatih memanfaatkan media online alias daring dalam layanan bimbingan. Sehingga, nantinya para penyuluh lebih komunikatif kepada masyarakat saat praktik di lapangan.

Beberapa materi pelatihan dalam agenda ini antara lain cara membuat poster digital atau flyer, cara membuat video pendek. Lalu, pengoperasian media sosial serta personal branding melalui media sosial. Tidak hanya penyuluh berstatus ASN (aparatur sipil negara), peserta juga datang dari penyuluh yang bersatus non-ASN.

Agenda ini digelar empat sesi dengan masing-masing 37 peserta di KUA Blora. Sesi pertama digelar pada Selasa 23 November, sesi kedua 26 November, sesi ketiga 1 Desember, dan sesi terakhir pada Jumat 3 Desember hari ini. Acara dimulai pukul 09.00 hingga selesai.

“Di era yang serba digital seperti sekarang ini, sudah semestinya para penyuluh agama juga bisa memanfaatkan berbagai layanan digital untuk kepentingan penyuluhan,” tutur Nike Nurjannah, narasumber dalam agenda tersebut.

Baca Juga :  Kontrak Dana Alokasi Khusus Kanupaten Blora Beres Seratus Persen

Menurut Nike, dengan pelatihan tersebut diharapkan para penyuluh bisa semakin terampil memanfaatkan layanan digital untuk berbagai hal. Sehingga, apa yang ingin disampaikan kepada masyarakat sasaran bisa lebih cepat dan menarik.

Selain itu, tambah Nike, dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 serta aturan protokol kesehatan yang mewajibkan minimalisir kontak antar manusia, layanan digital diharapkan menjadikan solusi. Sebab, dengan kontak secara daring, kontak langsung bisa diminimalkan. Hal itu pun sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan.

“Jadi sesuai dengan kebijakan untuk menegakkan prokes. Kalau bisa dilakukan secara daring, maka tidak perlu kontak antar manusia,” tambah Nike.

Dibaginya empat sesi dalam agenda tersebut juga untuk mengurangi kerumunan yang mungkin terjadi. Dengan dibagi empat sesi, para peserta bisa lebih menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak. Panitia memastikan seluruh peserta tetap memakai masker selama agenda berlangsung. (ful)


Most Read

Artikel Terbaru

/