alexametrics
32.9 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Dua Tahun Libur, Ritual Ruwat Agung Sedulur Sikep Blora Kembali Digelar

BLORA – Ritual tahunan ruwat agung oleh Sedulur Sikep tiap Suro kembali digelar. Sebelumnya, selama dua tahun libur akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, kembali dilaksanakan di Pendapa Dukuh Karangpace, Desa Kolopoduwur, Banjarejo, Blora, kemarin malam.

Kegiatan itu, diisi dengan tumpengan maca raga dengan diikuti seratusan warga Sedulur Sikep beserta tokoh agama dan tokoh adat. Ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, karena masih diberi keselamatan, umur panjang, serta menjalin silaturahim di bulan Suro.

Bahkan, beberapa Sedulur Sikep melakukan tirakat dengan laku deder dan puasa ngrowot selama beberapa hari. ”Setiap bulan Suro, beberapa Sedulur Sikep ada yang melaksanan tirakatan laku deder dan ngrowot. Tujuannya memohon keselamatan kepada Tuhan,” kata Lasiyo, tokoh Samin Sikep Engkrek Karangpace.


Lasiyo dan tokoh agama dari desa itu, memimpin acara tumpengan maca raga. Tumpeng dibuat oleh beberapa warga setempat dan sejumlah pejabat Blora. ”Sedulur-sedulur ini punya niat, membuatkan sesaji kepada sedulur yang lahir pada tunggal hari,” ucap Lasiyo saat memulai memimpin doa dalam bahasa Jawa.

Baca Juga :  Siang Ada OPD Keberatan, Esoknya Bilang Sanggup

Di sela-sela acara, terdapat prosesi memercikkan air kembang kepada semua warga yang hadir di hajatan. Proses itu dilakukan Wahini, istri Lasiyo. Dengan harapan agar semua yang hadir diberikan keselamatan dan keberkahan dari Tuhan. Hal itu juga mengisyaratkan bahwa seorang ibu adalah sosok yang penuh cinta kasih dan harus dihormati.

Usai prosesi hajatan, dilanjutkan dengan acara seremonial dan pertunjukan wayang kulit dengan menampilkan Ki Dalang Sindhunata Gesit Widiharto dari Semarang. Lakon yang dibawakan berupa ”Semar Mbangun Khayangan”.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada semua warga Sedulur Sikep. ”Saya secara pribadi dan kedinasan mengapresiasi terselenggaranya acara ini (ruwat agung, Red). Suran atau acara di bulan Suro ini, menjadi tren yang sangat luar biasa. Sebagai momentum untuk silaturahim sekaligus konsolidasi,” ucapnya.

Sedangkan pertunjukan wayang kulit yang digelar, diharapkan dapat memberikan edukasi sebagai tontonan, tuntunan, dan tatanan. ”Harapannya, ke depan warga senantiasa mendapatkan karahayon (kebahagiaan) dan kesejukan,” harapnya. (cha/lin)

BLORA – Ritual tahunan ruwat agung oleh Sedulur Sikep tiap Suro kembali digelar. Sebelumnya, selama dua tahun libur akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, kembali dilaksanakan di Pendapa Dukuh Karangpace, Desa Kolopoduwur, Banjarejo, Blora, kemarin malam.

Kegiatan itu, diisi dengan tumpengan maca raga dengan diikuti seratusan warga Sedulur Sikep beserta tokoh agama dan tokoh adat. Ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, karena masih diberi keselamatan, umur panjang, serta menjalin silaturahim di bulan Suro.

Bahkan, beberapa Sedulur Sikep melakukan tirakat dengan laku deder dan puasa ngrowot selama beberapa hari. ”Setiap bulan Suro, beberapa Sedulur Sikep ada yang melaksanan tirakatan laku deder dan ngrowot. Tujuannya memohon keselamatan kepada Tuhan,” kata Lasiyo, tokoh Samin Sikep Engkrek Karangpace.

Lasiyo dan tokoh agama dari desa itu, memimpin acara tumpengan maca raga. Tumpeng dibuat oleh beberapa warga setempat dan sejumlah pejabat Blora. ”Sedulur-sedulur ini punya niat, membuatkan sesaji kepada sedulur yang lahir pada tunggal hari,” ucap Lasiyo saat memulai memimpin doa dalam bahasa Jawa.

Baca Juga :  Siang Ada OPD Keberatan, Esoknya Bilang Sanggup

Di sela-sela acara, terdapat prosesi memercikkan air kembang kepada semua warga yang hadir di hajatan. Proses itu dilakukan Wahini, istri Lasiyo. Dengan harapan agar semua yang hadir diberikan keselamatan dan keberkahan dari Tuhan. Hal itu juga mengisyaratkan bahwa seorang ibu adalah sosok yang penuh cinta kasih dan harus dihormati.

Usai prosesi hajatan, dilanjutkan dengan acara seremonial dan pertunjukan wayang kulit dengan menampilkan Ki Dalang Sindhunata Gesit Widiharto dari Semarang. Lakon yang dibawakan berupa ”Semar Mbangun Khayangan”.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada semua warga Sedulur Sikep. ”Saya secara pribadi dan kedinasan mengapresiasi terselenggaranya acara ini (ruwat agung, Red). Suran atau acara di bulan Suro ini, menjadi tren yang sangat luar biasa. Sebagai momentum untuk silaturahim sekaligus konsolidasi,” ucapnya.

Sedangkan pertunjukan wayang kulit yang digelar, diharapkan dapat memberikan edukasi sebagai tontonan, tuntunan, dan tatanan. ”Harapannya, ke depan warga senantiasa mendapatkan karahayon (kebahagiaan) dan kesejukan,” harapnya. (cha/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/