alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

UMKM Tempuran Blora Dilatih Kembangkan Kemasan Produk, Ini Pematerinya

BLORA – Berbagai jenis produk telah dihasilkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Tempuran, Blora. Untuk meningkatkan produk, mereka dilatih untuk mengembangkan kemasan agar dapat meningkatkan nilai jual.

Senin (1/8), produk UMKM yang beraneka ragam itu, dibawa ke kantor desa. Produk tersebut di antaranya produk makanan, seperti kripik, bolu kering, serta kembang goyang. Kemudian ada juga produk rajutan, seperti sepatu, tas tenteng, dan gantungan kunci.

”Secara material, potensi pengembangan produk ataupun kemasannya masih ada. Kami ajak mereka untuk upgrade packaging agar value penjualannya bisa bertambah,” ungkap Arvia, mahasiswa desain produk Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang menjadi pemateri pelatihan.


Dia menyampaikan, produk-produk itu masih dapat dieksplorasi lagi untuk pengembangan yang lebih baik. ”Desain produk mereka (pelaku UMKM, Red) kebanyakan masih basic. Kami bantu untuk desain produk yang lebih baik. Contohnya tas rajut, sepatu rajut, dan tas anyaman. Ditingkatkan lagi desain dan bentuk tasnya. Biar meningkatkan value penjualan,” ucapnya.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Utama Arisan Online Asal Blora Kabur Bersama Kelua

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kegiatan ITS untuk peningkatan pemanfaatan potensi wisata di Desa Tenpuran. Baik wisata alam ataupun potensi pengembangan UMKM yang ada di desa tersebut.

”Di Desa Tempuran ada berbagai potensi. Seperti wisata alam waduk Tempuran, pertanian, wisata kuliner, serta ada UMKM yang masih bisa dikembangkan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Adhi Iswantoro, dosen pembimbing lapangan Tim Pengabdian Masyarakat ITS menjelaskan, ada beberapa pelatihan yang digelar oleh timnya kepada masyarakat Desa Tempuran. Seperti fotografi dan videografi, pengembangan desain produk, dan promosi wisata kuliner.

”Untuk desain kemasan produk, nanti akan diedit biar lebih menarik. Tidak mentahan atau polosan saja, sehingga menarik untuk dilihat publik,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus. (cha/lin)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Berbagai jenis produk telah dihasilkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Tempuran, Blora. Untuk meningkatkan produk, mereka dilatih untuk mengembangkan kemasan agar dapat meningkatkan nilai jual.

Senin (1/8), produk UMKM yang beraneka ragam itu, dibawa ke kantor desa. Produk tersebut di antaranya produk makanan, seperti kripik, bolu kering, serta kembang goyang. Kemudian ada juga produk rajutan, seperti sepatu, tas tenteng, dan gantungan kunci.

”Secara material, potensi pengembangan produk ataupun kemasannya masih ada. Kami ajak mereka untuk upgrade packaging agar value penjualannya bisa bertambah,” ungkap Arvia, mahasiswa desain produk Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang menjadi pemateri pelatihan.

Dia menyampaikan, produk-produk itu masih dapat dieksplorasi lagi untuk pengembangan yang lebih baik. ”Desain produk mereka (pelaku UMKM, Red) kebanyakan masih basic. Kami bantu untuk desain produk yang lebih baik. Contohnya tas rajut, sepatu rajut, dan tas anyaman. Ditingkatkan lagi desain dan bentuk tasnya. Biar meningkatkan value penjualan,” ucapnya.

Baca Juga :  Astaga... Pesta Handsanitizer di Sel, Tiga Napi di Rutan Blora Tewas

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kegiatan ITS untuk peningkatan pemanfaatan potensi wisata di Desa Tenpuran. Baik wisata alam ataupun potensi pengembangan UMKM yang ada di desa tersebut.

”Di Desa Tempuran ada berbagai potensi. Seperti wisata alam waduk Tempuran, pertanian, wisata kuliner, serta ada UMKM yang masih bisa dikembangkan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Adhi Iswantoro, dosen pembimbing lapangan Tim Pengabdian Masyarakat ITS menjelaskan, ada beberapa pelatihan yang digelar oleh timnya kepada masyarakat Desa Tempuran. Seperti fotografi dan videografi, pengembangan desain produk, dan promosi wisata kuliner.

”Untuk desain kemasan produk, nanti akan diedit biar lebih menarik. Tidak mentahan atau polosan saja, sehingga menarik untuk dilihat publik,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus. (cha/lin)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru

/