alexametrics
25.1 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Waduh, Jalan Kepoh di Blora Tak Tersentuh Perbaikan selama 20 Tahun

BLORA – Musim hujan sudah tiba. Hal ini membuat Jalan Kemadoh, Jegong, Kepoh, Bodeh rusak parah. Akibatnya, warga terpaksa memutar sekitar 30 km-an untuk menuju ke kecamatan. Ironisnya, kerusakan jalan ini sudah 20 tahunan belum tersentuh perbaikan.

Kepal Dusun (Kadus) Karang Tengah, Desa Kepo,  Kecamatan Jati,  Eko Supratono mengaku, status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Panjangnya 3,5 KM. Lebarnya sekitar 10 meter.

“Kondisi sangat parah sekali. Status jalan kabupaten. Kalau musim hujan, kita muter. Anak sekolah juga muter. Harus menempuh kurang lebih 30-an kilo meter. Harus lewat kecamatan lain. Yaitu Kecamatan Kedungtuban. Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Padahal kalau baik, cukup 15 menit hingga 20 menit lewat jalan tersebut,” terangnya.


Eko menegaskan, jalan tersebut merupakan jalan akses terdekat bagi warga Desa Kepoh ke kecamatan. “Warga desa berharap jalan itu bisa atau dapat dibangun. Panjang jalan 3,5 km. Lebar kanan kiri nyampai 10-an meter,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ada Musrenbangdes pihaknya selalu mengajukan sebagai prioritas. Namun saat dibawa ke Musrenbang Kecamatan selalu Kandas dan banyak alasan. Akhirnya gagal dan tak pernah dibangun. “Rusaknya sudah lama sekali. Kurang lebihnya hapir 20-an tahun. Belum pernah dibangun. Terakir dibangun, jaman pak Harto. Terakhir ada tambal sulam,” tambahnya.

Adapun jumlah penduduk Desa Kepoh sekitar 2.000-an KK. Sementara hak pilih, sekarang hampir 5 ribuan. Harapannya, jalan segera terbangun dengan baik. Supaya warga bisa beraktifitsas dengan baik dan lancar. Ekonomi juga jalan. Bisa hidup tenang. Anak-anak sekolah bisa tenang sekolah dengan nyaman.

Baca Juga :  Genjot Program Pemkab, Bupati Blora Gandeng Universitas Indonesia

“Banyak yang motel(berhenti, red) sekolah karena jalan jelek dan harus muter,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar video para pelajar kepatol jalan berlumpur di tengah hutan saat hendak berangkat sekolahAkibatnya, mereka harus mendorong sepeda motornya untuk bisa mengendarai motor jadulnya.

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto juga mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang setiap hari dilewati anak-anak sekolah tersebut. Apalagi kondisi jalannya rusak berat.

Siswanto menegaskan, jalan rusak berat harus masuk skala prioritas. Menurutnya, DPU PR dan Bappeda harus paham betul kondisi lapangan.

“Harus update, cek lapangan, update. Apalagi mulai November mulai pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022. Jangan sampai yang rusak ringan didahulukan.  Harus pakai standar skala prioritas,” pintanya.

Dia juga meminta agar membuat urutan. Misal ada 200 ruas jalan. Harus ada keterangan mana rusak berat, rusak sedang, kondisi mantap. Jangan asal usul.

“Kalau lihat peta ini, maka ini jalan antar desa, masuk DPU. Akan saya koordinasikan dengan Bapak/Ibu Anggota DPRD dapil 3 mas dan segera kami kunjungi lokasi,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

BLORA – Musim hujan sudah tiba. Hal ini membuat Jalan Kemadoh, Jegong, Kepoh, Bodeh rusak parah. Akibatnya, warga terpaksa memutar sekitar 30 km-an untuk menuju ke kecamatan. Ironisnya, kerusakan jalan ini sudah 20 tahunan belum tersentuh perbaikan.

Kepal Dusun (Kadus) Karang Tengah, Desa Kepo,  Kecamatan Jati,  Eko Supratono mengaku, status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Panjangnya 3,5 KM. Lebarnya sekitar 10 meter.

“Kondisi sangat parah sekali. Status jalan kabupaten. Kalau musim hujan, kita muter. Anak sekolah juga muter. Harus menempuh kurang lebih 30-an kilo meter. Harus lewat kecamatan lain. Yaitu Kecamatan Kedungtuban. Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Padahal kalau baik, cukup 15 menit hingga 20 menit lewat jalan tersebut,” terangnya.

Eko menegaskan, jalan tersebut merupakan jalan akses terdekat bagi warga Desa Kepoh ke kecamatan. “Warga desa berharap jalan itu bisa atau dapat dibangun. Panjang jalan 3,5 km. Lebar kanan kiri nyampai 10-an meter,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ada Musrenbangdes pihaknya selalu mengajukan sebagai prioritas. Namun saat dibawa ke Musrenbang Kecamatan selalu Kandas dan banyak alasan. Akhirnya gagal dan tak pernah dibangun. “Rusaknya sudah lama sekali. Kurang lebihnya hapir 20-an tahun. Belum pernah dibangun. Terakir dibangun, jaman pak Harto. Terakhir ada tambal sulam,” tambahnya.

Adapun jumlah penduduk Desa Kepoh sekitar 2.000-an KK. Sementara hak pilih, sekarang hampir 5 ribuan. Harapannya, jalan segera terbangun dengan baik. Supaya warga bisa beraktifitsas dengan baik dan lancar. Ekonomi juga jalan. Bisa hidup tenang. Anak-anak sekolah bisa tenang sekolah dengan nyaman.

Baca Juga :  Genjot Infrastruktur, Bupati Blora Tambah Alokasi Dana Rp 120 M

“Banyak yang motel(berhenti, red) sekolah karena jalan jelek dan harus muter,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar video para pelajar kepatol jalan berlumpur di tengah hutan saat hendak berangkat sekolahAkibatnya, mereka harus mendorong sepeda motornya untuk bisa mengendarai motor jadulnya.

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto juga mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang setiap hari dilewati anak-anak sekolah tersebut. Apalagi kondisi jalannya rusak berat.

Siswanto menegaskan, jalan rusak berat harus masuk skala prioritas. Menurutnya, DPU PR dan Bappeda harus paham betul kondisi lapangan.

“Harus update, cek lapangan, update. Apalagi mulai November mulai pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022. Jangan sampai yang rusak ringan didahulukan.  Harus pakai standar skala prioritas,” pintanya.

Dia juga meminta agar membuat urutan. Misal ada 200 ruas jalan. Harus ada keterangan mana rusak berat, rusak sedang, kondisi mantap. Jangan asal usul.

“Kalau lihat peta ini, maka ini jalan antar desa, masuk DPU. Akan saya koordinasikan dengan Bapak/Ibu Anggota DPRD dapil 3 mas dan segera kami kunjungi lokasi,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/