alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Permudah Transaksi, 42 Desa di Blora Masuk Pilot Project Program CMS

BLORA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penerapan Cash Management System (CMS). Pilot project program ini diikuti 42 Desa di Kabupaten Blora.

Kegiatan bimtek digelar tiga hari. Yakni dimulai hari Selasa (28/6) hingga Kamis (30/6). Hari pertama untuk perwakilan desa dari 15 kecamatan, sedangkan hari kedua dan ketiga untuk desa-desa di Ngawen.

“Cash Management System Bank Jateng di Blora diterapkan mulai tahun ini. Sebagai pilot project, ada 42 siswa di Kabupaten Blora. terdiri dari 27 Desa di Kecamatan Ngawen dan 15 dari perwakilan per masing-masing kecamatan,” ungkap, Suwiji Kepala Seksi Perencanaan Dan Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora.


Penerapan CMS di keuangan desa diharapkan dapat mempermudah kegiatan transaksi belanja untuk bendahara desa.

“Jadi, yang selama ini transaksi belanja menggunakan uang cash, tarik dulu dari RKD (Rekening Kas Desa, Red), kemudian baru disampaikan ke penyedia jasa atau penerima honor, saat ini bisa langsung transfer dengan mudah. Cukup dari kantor desa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Penerapan sistem tersebut dimulai Jumat (1/7). Dengan itu, pihaknya berharap bahwa CMS dapat mempermudah dan  mempersingkat waktu pemrosesan uang. Selain itu, pengeluaran-pengeluaran atau belanja desa bisa lebih dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Pelaku Utama Arisan Online Bodong Asal Blora Diduga Kabur ke Luar Jawa

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam sistem ini nantinya terdapat menu cetak untuk memudahkan petugas dalam hal pertanggungjawaban keuangan desa.

“CMS nanti ada menu cetak. artinya tetep untuk lampiran pertanggungjawaban. cetakan dari CMS ini dilampirkan di SPJ untuk pertanggungjawaban keuangan desa,” jelas Wiji.

Dia berharap,  pada 2023 nanti, Para desa yang ditunjuk sebagai pilot project CMS dapat memberikan edukasi atau menjadi teladan atau contoh dalam pelaksanaan CMS di desa.

Terpisah, Ketua Pemasaran BPD Bank Jateng Taufik Harwinanda mengaku akan terus melakukan pendampingan melalui grup WhatsApp peserta bimtek CMS. Pada bimtek kemarin, pihaknya menjelaskan secara detail mengenai penggunaan aplikasi CMS dari salah satu perusahaan daerah di Jawa Tengah itu.

“kami secara pelan-pelan memandu mereka (Perangkat desa peserta pilot project penerapan CMS, red). Mulai dari penggunaan user, sampai dengan transaksi per menu itu kita jelaskan,” jelas Taufik.

Selain pendampingan dari grup WhatsApp, Dia juga mengaku siap apabila dibutuhkan untuk terjun ke desa atau kecamatan secara langsung. (cha/ali)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penerapan Cash Management System (CMS). Pilot project program ini diikuti 42 Desa di Kabupaten Blora.

Kegiatan bimtek digelar tiga hari. Yakni dimulai hari Selasa (28/6) hingga Kamis (30/6). Hari pertama untuk perwakilan desa dari 15 kecamatan, sedangkan hari kedua dan ketiga untuk desa-desa di Ngawen.

“Cash Management System Bank Jateng di Blora diterapkan mulai tahun ini. Sebagai pilot project, ada 42 siswa di Kabupaten Blora. terdiri dari 27 Desa di Kecamatan Ngawen dan 15 dari perwakilan per masing-masing kecamatan,” ungkap, Suwiji Kepala Seksi Perencanaan Dan Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora.

Penerapan CMS di keuangan desa diharapkan dapat mempermudah kegiatan transaksi belanja untuk bendahara desa.

“Jadi, yang selama ini transaksi belanja menggunakan uang cash, tarik dulu dari RKD (Rekening Kas Desa, Red), kemudian baru disampaikan ke penyedia jasa atau penerima honor, saat ini bisa langsung transfer dengan mudah. Cukup dari kantor desa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Penerapan sistem tersebut dimulai Jumat (1/7). Dengan itu, pihaknya berharap bahwa CMS dapat mempermudah dan  mempersingkat waktu pemrosesan uang. Selain itu, pengeluaran-pengeluaran atau belanja desa bisa lebih dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Blora Bikin Satgas Pelajar SD, SMP dan SMA, Apa Saja Tugasnya?

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam sistem ini nantinya terdapat menu cetak untuk memudahkan petugas dalam hal pertanggungjawaban keuangan desa.

“CMS nanti ada menu cetak. artinya tetep untuk lampiran pertanggungjawaban. cetakan dari CMS ini dilampirkan di SPJ untuk pertanggungjawaban keuangan desa,” jelas Wiji.

Dia berharap,  pada 2023 nanti, Para desa yang ditunjuk sebagai pilot project CMS dapat memberikan edukasi atau menjadi teladan atau contoh dalam pelaksanaan CMS di desa.

Terpisah, Ketua Pemasaran BPD Bank Jateng Taufik Harwinanda mengaku akan terus melakukan pendampingan melalui grup WhatsApp peserta bimtek CMS. Pada bimtek kemarin, pihaknya menjelaskan secara detail mengenai penggunaan aplikasi CMS dari salah satu perusahaan daerah di Jawa Tengah itu.

“kami secara pelan-pelan memandu mereka (Perangkat desa peserta pilot project penerapan CMS, red). Mulai dari penggunaan user, sampai dengan transaksi per menu itu kita jelaskan,” jelas Taufik.

Selain pendampingan dari grup WhatsApp, Dia juga mengaku siap apabila dibutuhkan untuk terjun ke desa atau kecamatan secara langsung. (cha/ali)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru

/