alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Pasar Tiban, Wisata Kuliner Pinggir Sawah Jadi Primadona Warga Blora

BLORA – Jika anda ingin menikmati sarapan dengan menu masakan khas desa, tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di Dukuh Pilang, Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu, sekarang hadir Pasar Tiban “Pinggir Sawah”. Didesain dengan nuansa alam. Pasar yang terletak di tengah-tengah sawah ini, jadi primadona baru di Kota Blora.

Sambil menikmati sarapan dengan panorama hamparan tanaman padi puluhan hektare menjadi daya tarik sendiri. “Setiap minggu pengunjung hampir ribuan. Pasar ini saya rintis sejak Oktober 2021 lalu. Dengan memanfaatkan jalan usaha tani di lahan bengkok sekretaris desa. Buka mulai pukul 6 pagi sampai jam 9 pagi,” ujar Didik Kusumayanto perintis Pasar Tiban Pinggir Sawah.

Saat ini, jumlah pedagang di Pasar Tiban Pinggir Sawah sebanyak 50 pedagang. Omzet per minggu Rp 30 juta. Berbagai menu makanan dan minuman disediakan disana. Mulai Jendil, sayur khas pedesaan, gorengan, aneka kue dan kopi kothok tersaji. Harganya pun bersahabat. Mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 5.000 untuk pecel. Tergantung lauknya. “Pengunjung juga bisa naik kuda dengan tarif Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Untuk selfie gratis,” ungkap Didik yang juga sebagai Sekretaris Desa Nglanjuk.


Bagi pengunjung, tidak perlu khawatir akan tempat parkir. Karena pengelola menyediakan tempat parkir motor  dengan tarif Rp 2.000  untuk motor dan mobil Rp 5.000. “Kami menggandeng pemuda dan PKK untuk mengelola pasar ini. Alhamdulillah setiap Minggunya omzet bisa mencapai Rp 30 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jam Kerja Kades di Blora Ditertibkan, Dinas: Jam 7 Pagi Harus Sudah di Kantor

Pedagang yang berjualan di Pasar Tiban Pinggir Sawah ini diprioritaskan  warga yang ber KTP Desa Nglanjuk. Bagi pedagang dari luar desa, hanya bisa titip dagangan. “Ini masih ada 80 meter lagi lahan dan  akan kami kembangkan. Rencananya akan ditambah gazebo di pinggir pematang sawah,” ujar Didik Kusumayanto.

Tiwi salah satu pengunjung asal Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban menuturkan dirinya bersama anak-anaknya sudah tiga kali datang ke Pasar Tiban Pinggir Sawah. “Suasananya enak dan harga makananannya pun bersahabat,” ujar Tiwi sambil menikmati lontong pecel.

Candra Syah salah satu pedagang di Pasar Tiban Pinggir Sawah mengungkapkan, setiap hari Minggu dirinya bisa mendapatkan omzet ratusan juta rupiah. Namun demikian dirinya berharap pihak bank yang sudah mensuport kegiatan ini, untuk membantu pemasaran secara online. “Hasilnya lumayan mas. Dan setiap Minggu dagangannya selalu habis. Kami berharap bank bisa membantu pemasaran secara online,” ujarnya.

Camat Cepu Bambang Soegiyatno mendukung adanya pasar tiban di kecamatan Cepu ini karena bisa meningkatkan perekonomian warga.”Ada berbagai usaha kecil menengah yang ditampung. Selain kuliner ada juga souvernir yang dijual. Kami berharap selain jualan mandiri secara langsung, pedagang juga bisa menjual secara online.

Namun demikian kami menghimbau agar pedagang dan pengunjung tetap mentaati protokol kesehatan,” ujar Bambang. (Sub/ali)

 

BLORA – Jika anda ingin menikmati sarapan dengan menu masakan khas desa, tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di Dukuh Pilang, Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu, sekarang hadir Pasar Tiban “Pinggir Sawah”. Didesain dengan nuansa alam. Pasar yang terletak di tengah-tengah sawah ini, jadi primadona baru di Kota Blora.

Sambil menikmati sarapan dengan panorama hamparan tanaman padi puluhan hektare menjadi daya tarik sendiri. “Setiap minggu pengunjung hampir ribuan. Pasar ini saya rintis sejak Oktober 2021 lalu. Dengan memanfaatkan jalan usaha tani di lahan bengkok sekretaris desa. Buka mulai pukul 6 pagi sampai jam 9 pagi,” ujar Didik Kusumayanto perintis Pasar Tiban Pinggir Sawah.

Saat ini, jumlah pedagang di Pasar Tiban Pinggir Sawah sebanyak 50 pedagang. Omzet per minggu Rp 30 juta. Berbagai menu makanan dan minuman disediakan disana. Mulai Jendil, sayur khas pedesaan, gorengan, aneka kue dan kopi kothok tersaji. Harganya pun bersahabat. Mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 5.000 untuk pecel. Tergantung lauknya. “Pengunjung juga bisa naik kuda dengan tarif Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Untuk selfie gratis,” ungkap Didik yang juga sebagai Sekretaris Desa Nglanjuk.

Bagi pengunjung, tidak perlu khawatir akan tempat parkir. Karena pengelola menyediakan tempat parkir motor  dengan tarif Rp 2.000  untuk motor dan mobil Rp 5.000. “Kami menggandeng pemuda dan PKK untuk mengelola pasar ini. Alhamdulillah setiap Minggunya omzet bisa mencapai Rp 30 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Usulan Hasil Musrenbang Blora Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat

Pedagang yang berjualan di Pasar Tiban Pinggir Sawah ini diprioritaskan  warga yang ber KTP Desa Nglanjuk. Bagi pedagang dari luar desa, hanya bisa titip dagangan. “Ini masih ada 80 meter lagi lahan dan  akan kami kembangkan. Rencananya akan ditambah gazebo di pinggir pematang sawah,” ujar Didik Kusumayanto.

Tiwi salah satu pengunjung asal Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban menuturkan dirinya bersama anak-anaknya sudah tiga kali datang ke Pasar Tiban Pinggir Sawah. “Suasananya enak dan harga makananannya pun bersahabat,” ujar Tiwi sambil menikmati lontong pecel.

Candra Syah salah satu pedagang di Pasar Tiban Pinggir Sawah mengungkapkan, setiap hari Minggu dirinya bisa mendapatkan omzet ratusan juta rupiah. Namun demikian dirinya berharap pihak bank yang sudah mensuport kegiatan ini, untuk membantu pemasaran secara online. “Hasilnya lumayan mas. Dan setiap Minggu dagangannya selalu habis. Kami berharap bank bisa membantu pemasaran secara online,” ujarnya.

Camat Cepu Bambang Soegiyatno mendukung adanya pasar tiban di kecamatan Cepu ini karena bisa meningkatkan perekonomian warga.”Ada berbagai usaha kecil menengah yang ditampung. Selain kuliner ada juga souvernir yang dijual. Kami berharap selain jualan mandiri secara langsung, pedagang juga bisa menjual secara online.

Namun demikian kami menghimbau agar pedagang dan pengunjung tetap mentaati protokol kesehatan,” ujar Bambang. (Sub/ali)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/