Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Turis Terancam Denda Rp 51 Juta Jika Nekat Pakai Sandal Jepit di Kota Ini

Iwan Arfianto • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:34 WIB
Ilustrasi Sandal Jepit
Ilustrasi Sandal Jepit

 

Jakarta - Bagi sebagian besar pelancong, sandal jepit (flip-flop) adalah perlengkapan wajib saat menikmati liburan di kawasan pesisir yang bernuansa kasual.

Namun, jika destinasi impian Anda musim panas ini adalah Cinque Terre National Park di Italia, sebaiknya simpan rapat-rapat alas kaki santai tersebut jika tidak ingin dompet Anda terkuras habis untuk membayar denda.

Otoritas taman nasional di kawasan Riviera Italia tersebut kini memperketat pengawasan terhadap keselamatan wisatawan.

Turis yang kedapatan nekat menjelajahi jalur wisata dengan menggunakan sandal jepit, sandal bertali tipis, atau alas kaki sejenisnya terancam sanksi finansial yang sangat tinggi.

Tidak main-main, besaran denda yang dijatuhkan bagi pelanggar bisa mencapai €2.500 atau berkisar Rp 51 juta.

Pemandangan laut dari desa Manarola, salah satu dari lima kota di wilayah Cinque Terre di pesisir Italia. Foto: Getty Images/serts
Pemandangan laut dari desa Manarola, salah satu dari lima kota di wilayah Cinque Terre di pesisir Italia. Foto: Getty Images/serts

 

Bukan Sekadar Pantai, Medannya Mirip Jalur Gunung

Aturan yang sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2019 ini kembali ditegakkan secara agresif karena banyaknya kasus wisatawan yang tergelincir akibat salah kostum.

Meskipun Cinque Terre terkenal dengan pemandangan desa tebing warna-warni dan laut biru yang memikat, jalur penghubung antar-desanya merupakan rute pendakian yang curam, licin, dan sempit.

Direktur Taman Nasional Cinque Terre, Patrizio Scarpellini, menegaskan bahwa banyak turis yang meremehkan medan di kawasan tersebut karena mengira hanya berupa jalan setapak pantai yang landai.

"Jalur-jalur ini cukup sulit, bahkan dalam beberapa kasus mirip dengan jalur pendakian gunung. Karena itu, sangat penting menggunakan sepatu yang tepat!" tegas Scarpellini seperti dilansir dari People.

Pihak pengelola menjelaskan bahwa kebijakan ini murni demi keselamatan publik.

Penggunaan sepatu mendaki (hiking) yang ideal diharapkan mampu menekan angka kecelakaan darurat, menghindari titik persimpangan yang berbahaya, serta mencegah kemacetan turis di jalur-jalur tebing yang sangat sempit.

Sosialisasi Lewat Poster dan Tiket Online

Agar para turis tidak kaget, pihak pengelola taman nasional telah menyebarkan poster peringatan di berbagai sudut strategis area wisata.

Selain itu, sistem peringatan otomatis mengenai kewajiban memakai sepatu standar mendaki juga akan muncul di layar gawai pengunjung saat mereka melakukan pembelian tiket masuk secara online.

Selain instruksi ketat mengenai alas kaki, wisatawan yang datang juga sangat disarankan untuk mengukur kemampuan fisik masing-masing sebelum memilih rute.

Pengelola juga mengimbau para pelancong untuk selalu melengkapi diri dengan pelindung matahari seperti topi, tabir surya, serta membawa pasokan makanan dan air minum yang cukup selama perjalanan.

Editor : Iwan Arfianto
#cinque terre #denda wisata #aturan wisata #riviera italia #sandal jepit