Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari Tandur hingga River Tubing, Wisata Tengah Sawah Ngroto Jadi Favorit Baru Jepara

Fikri Thoharudin • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:21 WIB
NYEMPLUNG: Pengunjung latihan tandur.
NYEMPLUNG: Pengunjung latihan tandur.

BERWISATA tak musti keluar biaya yang mahal. Kesan dan keseruan acapkali menjadi hal yang diburu orang. 

Wisata Tengah Sawah (WTS) yang berada di Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara misalnya. Tepatnya yang berada di Jalan Raya Mayong–Pancur Km 3,5, mulai berkembang sebagai destinasi eduwisata alam berbasis pedesaan. 

Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan edukasi, permainan tradisional, dan aktivitas alam terbuka di tengah hamparan persawahan.

Berbagai aktivitas edukatif disediakan bagi pengunjung, mulai dari menanam padi, river tubing, berenang di kolam renang, menangkap belut, tarik tambang lumpur, hingga kegiatan kreatif seperti melukis totebag dan gerabah.

Konsep wisata ini dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai alam, pertanian, dan kearifan lokal kepada anak-anak hingga remaja.

Pengelola WTS membagi layanan wisata dalam beberapa paket edukasi. Paket A yang ditujukan untuk TK hingga kelas 3 SD dibanderol Rp 40 ribu per orang, meliputi kegiatan melukis gerabah atau totebag, menanam padi, berenang, makan, serta mendapatkan souvenir.

Sementara itu, Paket B untuk siswa kelas 4 SD hingga SMP seharga Rp 50 ribu per orang, dengan fasilitas melukis totebag, menanam padi, river tubing, kolam renang, makan, dan souvenir. 

Serta Paket C yang ditujukan untuk SMA ke atas juga dibanderol Rp 50 ribu per orang, berisi aktivitas tarik tambang lumpur, estafet belut, river tubing, makan, dan souvenir.

SERU: Tarik tambang antar pengunjung.
SERU: Tarik tambang antar pengunjung.

Camat Mayong, Muh Taufik, mengatakan bahwa WTS merupakan bagian dari rintisan pengembangan wisata terpadu di wilayah Mayong. 

Ia menyebut, masyarakat mulai ditawarkan beragam konsep wisata, mulai dari agroeduwisata hingga industri kreatif berbasis desa. 

“Mayong punya potensi besar, mulai dari agroeduwisata sampai industri kreatif. Ini masih tahap rintisan, belum action besar, tapi sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, WTS saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ngroto dan mulai aktif menerima kunjungan wisatawan setiap Jumat hingga Minggu. 

Aktivitas yang paling diminati pengunjung antara lain wisata kuliner, berenang, river tubing, hingga menangkap-estafet belut. 

“Harganya juga tidak mahal, dari Rp 40-50 ribu per orang, sudah termasuk makan siang,” jelasnya.

Ia menambahkan, paket wisata di WTS bersifat terjadwal dan harus dipersiapkan maksimal H-3 sebelum kunjungan.

Guna memastikan kesiapan sarana, aktivitas, dan pendampingan wisata. 

Selain WTS, Kecamatan Mayong juga mengembangkan potensi wisata lain seperti kawasan Remitan dan Ari-ari Kartini yang berbasis kelompok masyarakat. 

PACU ADRENALIN: Pengunjung menjajal river tubing
PACU ADRENALIN: Pengunjung menjajal river tubing

Ke depan, konsep wisata akan diintegrasikan dengan industri kreatif, seperti galeri pengrajin dan rumah produksi gerabah yang dapat menjadi lokasi edukasi praktik langsung bagi pengunjung.

“Kami berharap paling tidak ada galeri pengrajin, termasuk praktik membuat gerabah. Kemajuan industri tidak boleh menghilangkan kerajinan tradisional yang sudah ada di Mayong,” tegas Muh Taufik.

Ia juga menyebut bahwa model pengembangan WTS dapat menjadi percontohan bagi desa lain, terutama dalam membangun kemandirian desa melalui optimalisasi dana desa dan potensi lokal.

 “Intinya jantung pengembangan wisata ada di WTS. Dari bawah ada Remitan, Ari-ari Kartini, kemudian WTS. Bisa juga dari daerah atas, WTS, hingga Ari Terjun Suroloyo–Pancur. Semua terhubung dalam satu ekosistem wisata desa,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#wisata tengah sawah #jepara #Wisata jepara