KUDUS – Wisata alam Lenk Dopang di kawasan Pegunungan Rahtawu, Kabupaten Kudus, kini menghadirkan sesuatu yang baru bagi pengunjung.
Meski jumlah kunjungan sempat turun hingga 50 persen pada Juni 2025, daya tariknya justru semakin berkembang dengan rencana penambahan kamar penginapan dan hadirnya wisata kuliner khas kampung di Griyo Kakung.
Agung, pemilik Lenk Dopang, menjelaskan bahwa cuaca menjadi faktor utama menurunnya kunjungan.
Baca Juga: Guyangan Camp Ground, Wisata Alam di Kudus yang Tawarkan Camping Bernuansa Edukasi
“Kadang pagi panas, siang mendung. Ini membuat orang bingung untuk berangkat,” ujarnya.
Namun ia tetap optimistis, apalagi banyak wisatawan dari luar daerah yang tertarik untuk menginap dan menikmati suasana pegunungan.
Untuk itu, ia menargetkan pembangunan enam hingga delapan unit kamar baru.
Tak hanya menambah fasilitas inap, Agung juga memperluas pengalaman wisata dengan membuka warung makan Griyo Kakung.
Lokasinya berada di Dukuh Semliro, tak jauh dari Lenk Dopang dan jalur pendakian Puncak 29.
Di sini, pengunjung bisa merasakan sego jagung ala kampung tempo dulu lengkap dengan lauk iwak kali, ndas manyung, hingga sayur lompong.
“Konsepnya kami buat senyaman mungkin, mengingatkan pada rumah simbah tempo dulu. Bangunannya memang rumah warisan keluarga yang usianya sudah ratusan tahun,” kata Agung.
Baca Juga: Mengenal Sosok Bilqis, Duta Wisata Kudus, Jadikan Najwa Shihab Sebagai Role Model
Menu tradisional ini dibanderol mulai Rp25 ribu.
Selain itu, warung ini juga menyediakan kopi Muria dan camilan gethuk nyimut yang khas.
Ia menambahkan, dengan inovasi tersebut, Lenk Dopang tak sekadar menawarkan pemandangan pegunungan, sungai, dan kolam renang, tapi juga pengalaman kuliner otentik yang semakin melengkapi pesona Rahtawu sebagai destinasi wisata di Kudus.
Bagi wisatawan, kombinasi wisata alam dan kuliner ini menghadirkan pengalaman baru. Loisiana, pengunjung asal Pati, mengaku puas setelah datang untuk pertama kali.
“Tempatnya adem, tenang, cocok buat refreshing. Apalagi bisa sekalian makan sego jagung khas Rahtawu,” ucapnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya