DAWE – Destinasi wisata alam di Kudus kini bertambah satu lagi.
Berlokasi di Desa Japan, Kecamatan Dawe, wisata Guyangan Camping Ground hadir sebagai alternatif liburan dengan konsep menyatu bersama alam sekaligus edukatif.
Terletak di ketinggian 800 meter di lereng Gunung Muria, tempat ini menawarkan suasana sejuk dan panorama kebun kopi yang asri.
Baca Juga: Edukasi Kebencanaan, SPAB SMAN 1 Kudus Dibentuk, Ini Tujuannya!
Inisiatif pengembangan wisata ini digagas oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tunggak Jati bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Dewi Pantari (Desa Wisata Japan Lestari).
Menurut Direktur Bumdes, Ahmad Hakim Sulistiono atau yang akrab disapa Bejo Azhary, ide awalnya muncul dari keraguan, namun kini mendapat respons luar biasa dari masyarakat.
“Dulu sempat takut, apakah ada yang tertarik? Tapi kami nekat saja, bahkan kalau harus bakar uang pun tidak masalah. Tujuannya memicu semangat unit wisata kami,” ujarnya, Kamis (31/7).
Guyangan Camp menyediakan paket camping lengkap dengan wisata edukasi.
Kegiatan berlangsung dari sore hingga pagi keesokan harinya.
Setiap paket seharga Rp120 ribu per orang, sudah termasuk welcome drink, kopi, live music akustik, api unggun, sarapan, serta edutour berupa tracking ringan menyusuri kebun kopi.
Destinasi akhir tracking ini bernama Grasak, sebuah area yang akan dikembangkan sebagai lokasi camping lanjutan.
Baca Juga: Ada Car Free Night, Dishub Kudus Tutup Jalan dr. Ramelan, Ini Jalur Rekayasa Arus Lalu Lintasnya!!
Ia mengatakan, 16 tenda yang sudah pernah dipasang dalam satu agenda pertama kali, yaitu pada bulan Juli.
Setiap tenda bisa menampung empat orang. Kapasitas maksimal saat ini mencapai 100 orang.
Lokasi camping masih terus dibenahi dan dikembangkan agar bisa menampung lebih banyak wisatawan.
“Acara terakhir kami adakan tanggal 26–27 Juli. Selanjutnya, agenda berikut akan digelar tanggal 9 Agustus, khusus untuk anak-anak SMA. Nanti ada diskusi ringan soal kopi dan alam,” tambah Bejo.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan, Rumah di Kudus Ambruk! Begini Kronologinya!
Menariknya, akses menuju lokasi juga sudah ditunjang kerja sama dengan tim ojek lokal Rejenu, yang sudah terintegrasi dalam paket wisata.
Hal ini sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar serta membuka peluang ekonomi melalui UMKM lokal.
Antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi. Banyak yang menghubungi langsung ke pihak Bumdes untuk menanyakan jadwal berikutnya.
Agenda reguler rencananya digelar setiap tanggal 26–27 tiap bulan, namun akan disesuaikan dengan permintaan atau adanya event tambahan.
“Alhamdulillah, tanggapannya luar biasa. Semoga ke depan bisa jadi wisata yang berkelanjutan, sekaligus bermanfaat secara ekonomi bagi warga Desa Japan,” kata Bejo.
Ia berharap, dengan kombinasi alam, edukasi, dan pemberdayaan lokal, Guyangan Camping Ground menjadi destinasi yang menjanjikan bagi wisatawan pencinta alam maupun pelajar yang ingin belajar di luar ruang kelas. (dik)
Editor : Mahendra Aditya