JEPARA – Warga Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, berhasil menyulap saluran irigasi menjadi tempat wisata edukasi yang menyenangkan.
Saluran irigasi yang awalnya hanya digunakan untuk mengalirkan air dari Bendung Suro ke area persawahan warga Desa Kawak dan Desa Jambu, kini dapat digunakan untuk river tubing atau rekreasi mengapung di atas ban di sungai yang mengalir.
Pengelola Wisata Tengger Sawah (WTS) Ari Afandi menceritakan, ide dan gagasan untuk membuat area bermain tersebut, mulanya muncul dalam obrolan kelompok peternak dan perikanan setempat.
“Wisata edukasi itu sendiri berupa wisata edukasi pertanian dan peternakan. Kami mengawali dengan membangun sarana prasarana agar dapat dijadikan sebagai wahana ataupun tempat bermain,” ungkapnya kemarin.
Saat ini, tidak ada tiket masuk untuk berwisata ke WTS View. Hanya biaya penyewaan ban seharga Rp 3 ribu.
Jika mau memberi makan ikan cukup mengganti pelet seharga Rp 2 ribu.
“River tubing ini aman untuk anak-anak. Karena kedalaman air hanya 20-25 cm, dibendung menjadi 40-50 cm,” ujarnya.
Sementara itu, dari ikan yang telah ditebar meliputi lele dan nila nantinya saat jatuh masa panen akan dijual secara matang.
Pengunjung dapat menyantap olahan tersebut, sembari menikmati hamparan area persawahan dan alam yang asri.
“Harapannya bisa memberdayakan Masyarakat. Di sisi lain ikut membantu memajukan Desa Kawak,” harapnya.
Setiap harinya WTS selalu ramai pengunjung, apalagi pada akhir-akhir pekan.
Bahkan, pengelola sampai menolak pengunjung, lantaran sudah terpesan oleh sejumlah kunjungan.
“Saat ini paket wisata yang tersedia baru outing class dari PAUD dan TK. Namun, kami kewalahan. Dalam satu waktu area kurang lebih 150 meter dapat menampung 200-300 anak,” ujarnya. (fik)
Editor : Ali Mustofa