JEPARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXI Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mendampingi pengembangan branding UMKM tahu dan tempe di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui pemasangan plang identitas usaha sebagai salah satu upaya memperkuat identitas sekaligus memudahkan konsumen menemukan lokasi produksi. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian Berbasis Kemitraan yang dijalankan mahasiswa KKN bersama pelaku UMKM.
Sebelum pendampingan, lokasi usaha milik Bapak Subkhi belum memiliki plang identitas yang mudah terlihat. Kondisi tersebut membuat konsumen yang belum mengetahui lokasi produksi berpotensi kesulitan menemukan tempat usaha.
Pasang Plang Perkuat Identitas Usaha
Plang yang dipasang menampilkan identitas “Tahu Tempe PKL (Pekalongan)” dengan keterangan “Premium Khas Pekalongan” serta informasi kontak pemesanan.
Pemasangan plang dilakukan bersama pemilik usaha dan tim KKN. Selain menjadi penanda lokasi, plang tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas visual usaha sehingga lebih mudah dikenali masyarakat.
UMKM tahu dan tempe milik Bapak Subkhi sendiri telah menjalankan produksi sejak 2008. Selama ini, pemasaran masih mengandalkan pelanggan tetap dan penjualan secara konvensional di sekitar lokasi usaha.
Dorong Branding dan Pemasaran Digital
Dalam proses pendampingan, mahasiswa KKN tidak hanya membantu pemasangan plang. Penguatan identitas usaha juga diarahkan melalui perancangan logo, label kemasan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Upaya tersebut dilakukan agar produk memiliki identitas yang lebih kuat dan dapat dikenal oleh konsumen secara lebih luas.
“Dengan adanya plang ini, saya merasa terbantu karena lokasi usaha jadi lebih mudah dikenal dan ditemukan oleh pelanggan. Saya juga berharap dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, usaha tahu dan tempe ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat dan memiliki pemasaran yang lebih luas,” ujar Bapak Subkhi selaku pemilik UMKM.
Ketua tim KKN, Muhammad Hafiyyan Alfadani, mengatakan pemasangan plang menjadi langkah awal dalam penguatan branding UMKM mitra.
“Pemasangan plang ini merupakan salah satu langkah awal dalam penguatan branding UMKM mitra. Sebelumnya, lokasi usaha belum memiliki identitas yang mudah terlihat, sehingga kami membantu memberikan identitas usaha yang lebih jelas,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan plang diharapkan tidak hanya membantu konsumen menemukan lokasi usaha, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing dan mengenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Branding Dilanjutkan secara Berkelanjutan
Pendampingan selanjutnya diarahkan pada penguatan pemasaran dan branding secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN mendorong mitra untuk memanfaatkan media digital agar identitas usaha yang telah dibangun dapat menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar.
Melalui pendampingan tersebut, KKN UNISNU Jepara berupaya membantu UMKM tahu dan tempe di Desa Pulodarat memiliki identitas usaha yang lebih kuat, mudah dikenali, serta didukung strategi pemasaran yang lebih terarah.
Dengan penguatan branding dan pemanfaatan media digital, produk lokal diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan produk sejenis.
Editor : Ali Mustofa