JEPARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXI Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara turut mendampingi pengembangan UMKM Kerupuk Bawang RARA milik Nikmah di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.
Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada penguatan produk, mulai dari sertifikasi halal, inovasi varian rasa, hingga pembaruan kemasan.
Dampingi Sertifikasi Halal
Pada minggu pertama, mahasiswa KKN mendampingi Nikmah dalam proses sertifikasi halal produk Kerupuk Bawang RARA. Pendampingan dilakukan dengan membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan tahapan pengajuan sertifikasi.
Proses tersebut kemudian berlanjut hingga pada minggu ketiga sertifikat halal produk Kerupuk Bawang RARA berhasil diterbitkan.
Nikmah mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN, terutama dalam membantu proses sertifikasi halal yang sebelumnya perlu dipersiapkan secara bertahap.
“Saya sangat berterima kasih atas pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN, terutama dalam proses sertifikasi halal. Alhamdulillah, sertifikat halal produk Kerupuk Bawang RARA akhirnya bisa terbit,” ujar Nikmah.
Hadirkan Tiga Varian Rasa
Selain penguatan legalitas produk, mahasiswa KKN bersama pemilik UMKM juga melakukan inovasi pada produk Kerupuk Bawang RARA.
Memasuki minggu kedua, pengembangan dilakukan dengan menambah tiga pilihan rasa baru, yakni balado, pedas, dan jagung manis. Sebelumnya, Kerupuk Bawang RARA dipasarkan dengan varian rasa original.
Inovasi tersebut dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus memperluas potensi pemasaran produk.
Mahasiswa juga mendampingi pembaruan kemasan menggunakan standing pouch. Kemasan baru tersebut dirancang agar produk terlihat lebih menarik sekaligus memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen.
Mahasiswa Terlibat Langsung Produksi
Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui diskusi dan pengembangan konsep. Mahasiswa KKN juga terlibat langsung dalam proses produksi bersama Nikmah.
Tahapan yang dilakukan meliputi pengadonan bahan, pengirisan adonan menjadi lembaran tipis, penggorengan, hingga proses pengemasan.
Pada minggu ketiga, mahasiswa bersama pemilik UMKM melakukan evaluasi terhadap varian rasa dan kemasan yang telah dikembangkan.
Evaluasi dilakukan untuk melihat hasil inovasi sekaligus memastikan pengembangan produk dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.
Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan mahasiswa KKN Angkatan XXI UNISNU Jepara di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Mahfudlah Fajrie, S.Sos.I., M.S.I.
Melalui pendampingan secara bertahap, Kerupuk Bawang RARA diharapkan memiliki legalitas yang semakin kuat, pilihan produk yang lebih beragam, serta tampilan kemasan yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan daya saing UMKM di Desa Kalipucang Kulon.
Editor : Ali Mustofa