UNISNU Jepara dan UNIGORO Gelar Konferensi Internasional Teknologi Berkelanjutan

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:43 WIB
TANGKAPAN LAYAR: UNISNU Jepara dan UNIGORO menggelar konferensi internasional ICIEST tentang teknologi cerdas dan berkelanjutan, diikuti 326 peserta dan 76 presenter.
TANGKAPAN LAYAR: UNISNU Jepara dan UNIGORO menggelar konferensi internasional ICIEST tentang teknologi cerdas dan berkelanjutan, diikuti 326 peserta dan 76 presenter.

 

JEPARA – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggandeng Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menggelar konferensi internasional bertajuk “Sustainable Smart Technology for a Resilient Future”. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas perkembangan teknologi cerdas dan berkelanjutan.

Konferensi internasional yang dikemas melalui International Conference on Innovative Engineering and Sustainable Technology (ICIEST) itu digelar secara hybrid pada 5 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara luring di UNIGORO dan diikuti peserta dari UNISNU Jepara secara daring.

Sebanyak 326 peserta seminar dan 76 presenter mengikuti kegiatan tersebut. Peserta dan pemateri berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

Hadirkan Keynote Speaker dari Lima Negara

Konferensi menghadirkan lima keynote speaker dari berbagai negara. Mereka yakni Prof. Xiangling Tao dari China, Dr. Choiru Za'in dari Australia, Dr. Suluh Pambudi dari Thailand, serta Assoc. Prof. Dr. Wan Izhan Nawawi Wan Ismail dari Malaysia.

Sementara dari Indonesia hadir Dr. Ir. Akhsan Kawanda, S.T., M.T. dari Universitas Trisakti.

Sejumlah perguruan tinggi juga berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Di antaranya Universitas Sains Al-Quran, Universitas Lamongan, Universitas Islam Batik Surakarta, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Trisakti, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara Dr. Ir. Mochammad Qomarudin, IPM., ASEAN.Eng. mengatakan, konferensi tersebut menjadi ruang global bagi akademisi dan praktisi untuk bertukar pengetahuan serta mendiskusikan perkembangan teknologi dan teknik berkelanjutan.

"Konferensi ini menjadi tempat secara global bagi akademisi, peneliti, insinyur, praktisi industri, dan pembuat kebijakan untuk bertukar pengetahuan serta mendiskusikan perkembangan terkini di bidang teknik dan teknologi berkelanjutan," katanya.

Fokus Teknologi Cerdas dan Berkelanjutan

Menurut Qomarudin, ICIEST berfokus pada berbagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan, pembangunan infrastruktur yang tangguh, transformasi industri, serta penerapan teknologi cerdas.

Terdapat empat bidang utama yang menjadi perhatian dalam konferensi tersebut. Yakni sistem cerdas dan berkelanjutan, teknik dan konstruksi ramah lingkungan, sistem industri dan manufaktur, serta komunikasi digital, visualisasi, dan kesadaran.

Forum tersebut juga mendorong kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan. Harapannya, hasil penelitian dan inovasi yang dibahas tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di masyarakat dan dunia industri.

Perkuat Jejaring Internasional

Melalui penyelenggaraan ICIEST, UNISNU Jepara dan UNIGORO menunjukkan komitmen memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi penelitian dan pengembangan teknologi.

Konferensi tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi dunia industri, terutama dalam menghadapi percepatan digitalisasi dan tuntutan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dengan mempertemukan peneliti, perguruan tinggi, industri, dan pemangku kebijakan, hasil penelitian diharapkan lebih mudah diimplementasikan dalam praktik. Langkah tersebut sekaligus mendukung pemulihan ekonomi dan pembangunan teknologi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

Editor : Admin
UNIGORO Teknologi Berkelanjutan konferensi internasional jepara unisnu jepara