Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diseminasi Teknologi Capasitive Sensor dan Arduino Uno di SDN 1 Banjaran Bangsri: Peningkatkan Pemahaman Sex Education bagi Anak Sekolah Dasar

Abdul Rokhim • Selasa, 10 September 2024 | 21:25 WIB
EDUKASI: TIM PKM Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu untuk mengedukasi siswa di SDN 1 Banjaran.
EDUKASI: TIM PKM Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu untuk mengedukasi siswa di SDN 1 Banjaran.

RADAR KUDUS – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu menyelenggarakan acara "Diseminasi Teknologi Capasitive Sensor dan Arduino Uno dalam Pembuatan Voicing Poster untuk Peningkatan Pemahaman Sex Education bagi Anak Sekolah Dasar” di SD Negeri 1 Banjaran, Bangsri.

Acara itu berlangsung pada 31 Agustus 2024 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seks di sekolah dasar.

Dihadiri oleh KKG Nakula Sadewa Bangsri. Peserta KKG Nakula Sadewa mengadopsi metode pengajaran baru yang lebih efektif dan menarik.

Pendidikan seks adalah bagian penting dari kurikulum sekolah dasar yang bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh.

Banyak guru merasa kesulitan dalam menyampaikan materi. Karena sifatnya yang sensitif dan sering kali sulit dipahami oleh anak-anak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim PKM memperkenalkan teknologi capasitive sensor dan arduino uno melalui penggunaan voicing poster.

Teknologi ini menggabungkan indra penglihatan, indra pendengaran dan indera peraba untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan menyenangkan.

Dengan menggunakan media voicing poster yang dilengkapi audio, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami.

Mengingat informasi yang disampaikan, memperkuat konsep, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Acara dibuka dengan sambutan dari tim PKM oleh Dwiana Asih Wiranti S.Pd. M.Pd.

Dalam presentasinya, Dwiana Asih Wiranti menjelaskan konsep teknologi capasitive sensor dan arduino uno serta manfaatnya dalam pembelajaran.

Ia juga memaparkan seberapa penting pembelajaran sex education pada anak.

”Pada saat ini marak terjadi kekerasan pada anak. Bahkan menurut data KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) menunjukkan kasus kekerasan anak pada 1 Januari 2024 mencapai 17.425 kasus. Oleh sebab itu, dunia pendidikan perlu segera mengambil tindakan untuk turut mencegah berkembangnya kasus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua KKG Nakula Sadewa, Nuryanto, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari tim PKM.

”Saya juga sependapat dengan Bu Wiranti. Karena pendidikan seks merupakan bagian penting dari kurikulum yang perlu disampaikan dengan cara yang tepat dan menarik. Kami berharap, dengan adanya media voicing poster ini, para guru dapat membimbing serta memberikan pendidikan seks yang lebih baik dan anak-anak bias memahami dengan benar," ungkapnya.

Materi pertama disampaikan oleh Wulan Sutriyani, S.Pd., M.Pd mengenai sex education.

Di jenjang Sekolah Dasar, sex education bisa dimulai dari penjelasan tentang beberapa anggota tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh.

Tidak hanya mengenalkan anggota tubuh, tetapi terdapat pula tujuan dari pembelajaran sex education, diantaranya agar dapat menjaga dan melindungi diri.

”Anak cenderung merasa positif tentang tubuhnya, mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan, mengetahui perilaku yang pantas dan tidak pantas. Anak juga lebih memahami dan menerima perubahan fisik dan emosional,” ungkapnya.

Materi kedua disampaikan Retno Wahyusari, M.Kom., memaparkan cara kerja teknologi capasitive sensor dan Arduino uno melalui penggunaan media voising poster memanfaatkan sensor sentuhan sebagai masukan.

”Sensor tersebut dipasang pada lingkaran. Sehingga area yang mendapatkan sentuhan akan direspon berupa audio baik kalimat biasa maupun lagu-lagu,” jelasnya.

”Terdapat komponen penting dalam poster yaitu Arduino, sensor sentuh, PCB, MP3 mini player, speaker, amplifier, kabel jumper, dan adaptor. Kegiatan selanjutnya yaitu perakitan yang akan dibimbing dan dibantu oleh tim PKM,” imbuhnya.

Untuk memastikan implementasi yang berkelanjutan, acara ditutup dengan sesi kesan pesan perwakilan dari KKG Nakula Sadewa.

Para guru berbagi pengalaman, tantangan, dan ide - ide kreatif melalui penggunaan teknologi capasitive sensor dan arduino uno pada media voicing poster di kelas.

Peserta merasa sangat beruntung dapat menghadiri acara ini karena mendapat pengalaman dan tantangan baru yang belum pernah di dapatkan.

Kegiatan ini mampu menginspirasi guru dan berharap dikemudian hari dapat menghasilkan karya yang serupa dan bermanfaat bagi khalayak umum.

Tim PKM berkomitmen untuk terus mendampingi para guru melalui berbagai kanal komunikasi dan kunjungan lapangan, sehingga mereka merasa didukung dalam proses penerapan metode baru ini.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan KKG Nakula Sadewa Bangsri dapat menerapkan teknologi capasitive sensor dan Arduino uno dalam pembelajaran sehari-hari, khususnya dalam memberikan pendidikan seks kepada anak-anak.

Tim PKM juga berkomitmen untuk terus mendukung dan melakukan pendampingan bagi para guru dalam implementasi media ini.

Acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para guru, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan metodepengajaran yang lebih inovatif di masa depan.

Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan seks di Indonesia. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#sex education #pengabdian masyarakat #jepara #unisnu jepara #SDN 1 Banjaran