RADAR KUDUS - Vivo X500 Series hadir dengan tiga pilihan smartphone flagship yang membawa fokus berbeda, mulai dari performa kelas atas, kamera profesional, hingga daya tahan baterai berkapasitas besar. Jajaran ini terdiri dari vivo X500, vivo X500 Pro, dan vivo X500 Pro Max.
Salah satu daya tarik terbesarnya adalah kemampuan merekam video yang semakin serius. Dua model tertinggi mendukung perekaman 4K hingga 240 fps, video 10-bit Log, serta teknologi kamera yang dikembangkan bersama Sony. Khusus vivo X500 Pro Max, tersedia kamera telefoto 200 MP dan baterai hingga 8.000 mAh untuk varian China.
Berdasarkan ulasan awal GSMArena setelah menghadiri peluncuran seri ini di Shanghai, vivo tampaknya ingin menjadikan X500 Series bukan sekadar smartphone dengan kamera mumpuni, tetapi juga perangkat untuk kreator konten dan pengguna yang membutuhkan performa premium.
Baca Juga: Review vivo X Fold6: Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh, Ini Kelebihan serta Kekurangannya
Lantas, apa perbedaan vivo X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max? Berikut review awal spesifikasi, desain, kamera, layar, baterai, dan fitur unggulan ketiganya.
1. Desain Premium dengan Sertifikasi IP68 dan IP69
Ketiga anggota vivo X500 Series mengusung desain premium dengan rangka aluminium dan perlindungan terhadap air serta debu berstandar IP68/IP69. Berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan, perangkat diklaim tahan direndam hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit dalam kondisi pengujian yang ditentukan.
Vivo X500 Pro Max tampil sebagai model terbesar dengan dimensi 163,3 x 76,8 x 8,1 mm dan bobot 225 gram. Bagian belakangnya memiliki desain sedikit melandai ke arah modul kamera, sehingga tonjolan kamera terlihat menyatu dengan bentuk bodi.
Sementara itu, vivo X500 Pro lebih ringkas dengan ketebalan 8,1 mm dan bobot 192 gram. Ukuran tersebut menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang ingin memperoleh fitur flagship tanpa harus membawa ponsel berukuran besar.
Vivo X500 standar memiliki dimensi 157 x 75 x 8,2 mm dan bobot 211 gram. Penampilan belakangnya berbeda dari kedua model Pro, dengan modul kamera berbentuk lebih kecil dan ditempatkan pada bidang kaca persegi panjang yang menonjol.
Untuk material belakang, X500 Pro Max tersedia dengan kaca AG atau material plastik yang diperkuat serat kaca, bergantung pada warna yang dipilih. Model X500 reguler menggunakan kaca AG, sedangkan kedua model Pro mengusung rangka logam.
Ketiganya menawarkan desain yang terlihat premium, tetapi pilihan terbaik bergantung pada preferensi ukuran. X500 Pro cocok untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman, sedangkan Pro Max menawarkan layar lebih besar dan sistem kamera lebih lengkap.
2. Layar AMOLED 144 Hz, Pro Max Punya Kecerahan hingga 4.400 Nits
Vivo X500 Series mengusung layar dengan refresh rate hingga 144 Hz. Fitur tersebut membuat animasi antarmuka, pergerakan konten, dan pengguliran halaman berpotensi terasa lebih mulus dibandingkan layar dengan refresh rate lebih rendah.
Vivo X500 Pro Max menjadi model dengan layar terbesar, yakni LTPO AMOLED 6,85 inci beresolusi 1.440 x 3.168 piksel. Panel ini mendukung HDR10+, Dolby Vision, serta tingkat kecerahan puncak yang diklaim mencapai 4.400 nits.
Vivo X500 Pro menawarkan layar LTPO AMOLED 6,36 inci dengan resolusi 1.216 x 2.660 piksel. Meski lebih kecil, panelnya tetap mendukung Dolby Vision dan Ultra HDR, sehingga pengguna tidak harus memilih ponsel berukuran besar untuk mendapatkan fitur layar premium.
Sementara itu, vivo X500 standar menggunakan layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1.260 x 2.750 piksel. Tingkat kecerahan puncaknya diklaim mencapai 4.000 nits, tetapi panel ini menggunakan teknologi LTPS dan belum dikonfirmasi memiliki dukungan Dolby Vision.
Perbedaan LTPO dan LTPS menjadi salah satu pembeda penting. Panel LTPO umumnya mendukung penyesuaian refresh rate yang lebih fleksibel untuk membantu efisiensi daya, sedangkan implementasi sebenarnya tetap bergantung pada perangkat lunak dan kondisi penggunaan.
Dengan demikian, vivo X500 Pro Max cocok bagi pengguna yang menginginkan layar luas untuk hiburan dan pembuatan konten. X500 Pro menjadi pilihan lebih ringkas, sementara X500 reguler tetap menawarkan layar beresolusi tinggi dengan refresh rate 144 Hz.
3. Dimensity 9600 Pro Jadi Andalan Dua Model Tertinggi
Sektor performa menjadi pembeda utama antara vivo X500 reguler dan kedua model Pro. Vivo X500 Pro serta X500 Pro Max menggunakan MediaTek Dimensity 9600 Pro dengan proses fabrikasi 2 nm, sedangkan X500 standar mengandalkan Dimensity 9600M berbasis proses 3 nm.
Perbedaan chipset ini membuat dua model Pro diposisikan sebagai pilihan untuk pengguna yang menginginkan performa flagship tertinggi dalam keluarga X500.
Vivo X500 Pro Max tersedia dengan RAM 12 GB atau 16 GB dan penyimpanan internal hingga 1 TB. X500 Pro menawarkan RAM 12 GB dengan kapasitas penyimpanan 256 GB, 512 GB, atau 1 TB. Adapun X500 standar juga menyediakan RAM 12 GB dengan pilihan penyimpanan hingga 1 TB.
Seluruh model menggunakan penyimpanan UFS 4.1. Teknologi ini dirancang untuk mendukung transfer data dan akses aplikasi yang cepat, meskipun hasil nyata tetap dipengaruhi oleh optimasi sistem dan aplikasi.
Ketiga ponsel menjalankan Android 17 dengan OriginOS 7 pada versi China yang diperkenalkan. Vivo juga menjanjikan hingga lima pembaruan utama sistem operasi.
OriginOS 7 membawa peningkatan animasi, manajemen sumber daya, dan fitur multitasking. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah ruang kerja terpadu yang dapat menampung hingga lima aplikasi aktif, serta kemampuan memindahkan konten antaraplikasi melalui mekanisme seret dan lepas.
Namun, kemampuan chipset dalam mempertahankan performa saat menjalankan gim berat atau merekam video dalam durasi panjang masih perlu dibuktikan lewat pengujian penuh. Karena itu, klaim mengenai kecepatan dan kestabilan jangka panjang belum dapat disimpulkan hanya dari sesi hands-on.
4. Kamera 200 MP dan Sensor Sony Jadi Senjata Utama
Kamera menjadi salah satu aspek paling menarik dari vivo X500 Series. Ketiga model membawa kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 50 MP, serta kamera depan 50 MP dengan autofokus. Perbedaan paling mencolok terletak pada sensor kamera utama, kamera telefoto, dan kemampuan stabilisasi video.
Vivo X500 Pro Max menggunakan kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia L910 berukuran 1/1,28 inci, bukaan f/1.6, dan stabilisasi optik. Sensor ini dikembangkan bersama vivo dan diklaim memiliki rentang dinamis hingga 100 dB.
Rentang dinamis yang luas berpotensi membantu kamera mempertahankan detail di area terang dan gelap dalam satu adegan. Sistem stabilisasi yang dirancang untuk kebutuhan video juga menjadi bagian penting dari pendekatan vivo pada model tertinggi ini.
Kamera utama tersebut ditemani kamera telefoto 200 MP dengan zoom optik 3,5x. Kamera ini menggunakan panjang fokus 85 mm dan dilengkapi stabilisasi optik. Kombinasi resolusi tinggi dan pembesaran optik membuatnya menarik untuk fotografi jarak jauh maupun potret.
Vivo X500 Pro juga menggunakan kamera utama Sony Lytia L910 50 MP, tetapi kemampuan stabilisasi gimbal yang disebutkan untuk model ini lebih terbatas dibandingkan Pro Max. Kamera telefotonya beresolusi 64 MP, menggunakan sensor Sony Lytia 610, serta mendukung zoom optik 3,5x.
Sementara itu, vivo X500 reguler memakai kamera utama Sony Lytia 828 50 MP dengan bukaan f/1.7. Kamera telefotonya memiliki resolusi 64 MP dengan panjang fokus 72 mm dan zoom optik sekitar 3x.
Ketiga model juga memiliki kamera ultrawide 50 MP untuk memotret pemandangan dan objek dengan sudut pandang lebar. Kamera depan 50 MP dengan autofokus melengkapi kebutuhan swafoto dan panggilan video.
Perlu dicatat, resolusi 200 MP tidak otomatis menjamin hasil foto selalu lebih baik. Ukuran sensor, kualitas optik, pemrosesan gambar, pencahayaan, serta stabilisasi juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Penilaian menyeluruh terhadap kualitas foto masih menunggu pengujian kamera dalam review lengkap.
5. Perekaman Video Jadi Fokus Besar vivo X500 Series
Jika kamera foto menjadi daya tarik umum smartphone flagship, vivo X500 Series mencoba menonjol melalui kemampuan video. Vivo menghadirkan sejumlah fitur yang biasanya lebih relevan bagi kreator konten, videografer, dan pengguna yang ingin mengolah rekaman secara lebih serius.
Vivo X500 reguler mendukung perekaman video hingga 8K pada 30 fps serta 4K hingga 120 fps. Model ini juga mendukung video 4K 120 fps dengan format 10-bit Log, yang memberi ruang lebih luas untuk pengolahan warna dibandingkan rekaman standar tertentu.
Vivo X500 Pro dan Pro Max melangkah lebih jauh dengan dukungan video 4K hingga 240 fps pada kamera belakang. Fitur ini memungkinkan pembuatan rekaman gerak lambat dengan lebih banyak detail temporal, selama pencahayaan dan kondisi pengambilan gambar mendukung.
Kedua model Pro juga menawarkan perekaman 10-bit 4:2:2 APV, dukungan ACES, dan transformasi warna resmi untuk DaVinci Resolve. Fitur tersebut dapat membantu alur kerja kreator yang terbiasa melakukan color grading setelah proses perekaman.
Salah satu fitur yang disorot adalah 17 EV TrueDynamic Log, yang diklaim menawarkan rentang dinamis luas. Teknologi ini dirancang untuk mempertahankan informasi gambar agar lebih fleksibel ketika pengguna mengatur pencahayaan dan warna saat penyuntingan.
Selain spesifikasi teknis, vivo turut menghadirkan sejumlah gaya warna sinematik seperti Golden, Platinum, Sunny Day, Paris Afterglow, Noir, dan Amber. Model Pro juga menawarkan fitur tambahan seperti Auto Framing, Vortex Shot, Super Slow-Mo, Dual View, dan pelacakan fokus otomatis pada subjek.
Vivo X500 Pro Max memiliki empat mikrofon untuk mendukung perekaman suara, sedangkan dua model lainnya menggunakan tiga mikrofon. Aksesori tambahan seperti perangkat Creator Kit dan lensa telefoto eksternal juga disediakan untuk menunjang kebutuhan produksi konten.
Meski begitu, banyaknya fitur video belum cukup untuk memastikan kualitas hasil rekaman secara keseluruhan. Performa fokus otomatis, kestabilan gambar, pengendalian suhu, kualitas audio, dan ukuran berkas tetap perlu diuji dalam penggunaan nyata.
6. Baterai Besar, Pro Max Mencapai 8.000 mAh
Kapasitas baterai menjadi peningkatan yang menarik pada keluarga vivo X500. Vivo X500 Pro Max membawa baterai 8.000 mAh untuk varian China, sementara versi global disebut menggunakan kapasitas 7.800 mAh.
Vivo X500 standar memiliki baterai 7.500 mAh, sedangkan X500 Pro membawa baterai sekitar 6.500 mAh. Kapasitas yang lebih kecil pada model Pro sejalan dengan bodinya yang lebih ringkas.
Ketiga model mendukung pengisian daya kabel 90 W dan nirkabel 40 W. X500 dan X500 Pro Max juga disebut mendukung pengisian daya balik melalui kabel, sedangkan Pro Max memiliki pengisian daya balik nirkabel.
Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat membuat seri ini menjanjikan bagi pengguna yang banyak merekam video, bermain gim, atau menjalankan aplikasi produktivitas. Namun, kapasitas baterai saja tidak bisa dijadikan ukuran pasti daya tahan. Konsumsi energi layar, chipset, jaringan, dan penggunaan kamera turut memengaruhi hasil.
Berdasarkan tahap hands-on yang dilaporkan GSMArena, daya tahan baterai belum dapat dipastikan melalui pengujian menyeluruh. Karena itu, klaim bahwa salah satu model memiliki daya tahan terbaik masih perlu dibuktikan lewat tes baterai yang terstandar.
Perbandingan Spesifikasi vivo X500 Series
| Spesifikasi | vivo X500 | vivo X500 Pro | vivo X500 Pro Max |
|---|---|---|---|
| Layar | AMOLED 6,59 inci | LTPO AMOLED 6,36 inci | LTPO AMOLED 6,85 inci |
| Refresh rate | 144 Hz | 144 Hz | 144 Hz |
| Chipset | Dimensity 9600M | Dimensity 9600 Pro | Dimensity 9600 Pro |
| Kamera utama | 50 MP Sony Lytia 828 | 50 MP Sony Lytia L910 | 50 MP Sony Lytia L910 |
| Kamera telefoto | 64 MP, zoom optik 3x | 64 MP, zoom optik 3,5x | 200 MP, zoom optik 3,5x |
| Baterai | 7.500 mAh | Sekitar 6.500 mAh | 8.000 mAh China / 7.800 mAh global |
| Pengisian kabel | 90 W | 90 W | 90 W |
| Pengisian nirkabel | 40 W | 40 W | 40 W |
| Perlindungan | IP68/IP69 | IP68/IP69 | IP68/IP69 |
Catatan: Spesifikasi dapat berbeda menurut wilayah dan varian. Data di atas merangkum informasi dalam materi hands-on yang menjadi acuan artikel ini.
Kelebihan dan Kekurangan vivo X500 Series
Kelebihan:
-
Tiga pilihan ukuran dan konfigurasi untuk kebutuhan berbeda.
-
Layar hingga 144 Hz pada seluruh model.
-
Kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP pada ketiga perangkat.
-
Kamera telefoto 200 MP pada X500 Pro Max.
-
Kemampuan video profesional, terutama pada dua model Pro.
-
Baterai berkapasitas besar, khususnya pada X500 dan Pro Max.
-
Pengisian kabel 90 W dan nirkabel 40 W.
-
Sertifikasi IP68/IP69.
-
OriginOS 7 menawarkan fitur multitasking dan konektivitas lintas perangkat.
Hal yang perlu dipertimbangkan:
-
Harga resmi Indonesia belum dapat dipastikan dari materi ini.
-
Hasil kamera dan daya tahan baterai masih memerlukan pengujian penuh.
-
X500 Pro Max berbobot 225 gram dan memiliki modul kamera besar.
-
Kapasitas baterai X500 Pro lebih kecil dibandingkan dua saudaranya.
-
Sejumlah fitur konektivitas, termasuk dukungan satelit, bergantung pada varian dan wilayah.
-
Ketersediaan OriginOS 7 serta fitur tertentu pada perangkat global dapat berbeda dari versi China.
vivo X500, X500 Pro, atau Pro Max, Mana yang Paling Layak Dipilih?
Ketiga perangkat menawarkan keunggulan berbeda. vivo X500 reguler berpotensi menjadi pilihan paling rasional bagi pengguna yang menginginkan kombinasi kamera lengkap, baterai besar, dan fitur video canggih tanpa harus membeli model termahal.
Vivo X500 Pro lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan ponsel ringkas. Layarnya berukuran 6,36 inci, bobotnya 192 gram, dan kamera telefoto 64 MP dengan zoom optik 3,5x tetap menawarkan fleksibilitas fotografi yang baik di atas kertas.
Adapun vivo X500 Pro Max ditujukan bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi paling lengkap. Kamera telefoto 200 MP, layar LTPO AMOLED 6,85 inci, baterai besar, dan fitur video profesional menjadi pembeda utamanya.
Untuk kreator konten, dua model Pro tampak paling menarik karena dukungan video Log, perekaman 4K 240 fps, dan fitur pelacakan fokus otomatis. Namun, keputusan akhir sebaiknya menunggu hasil pengujian penuh agar kualitas gambar, stabilisasi, dan performa saat merekam dalam waktu lama dapat dinilai lebih objektif.
Vivo X500 Series memperlihatkan ambisi vivo untuk memperkuat posisi di pasar smartphone flagship, khususnya pada bidang fotografi dan videografi. X500 Pro Max tampil sebagai model dengan spesifikasi kamera paling lengkap, X500 Pro menawarkan alternatif ringkas, sedangkan X500 reguler membawa kombinasi fitur premium dengan pendekatan yang lebih seimbang.
Meski demikian, ulasan ini masih berlandaskan pengenalan langsung dan spesifikasi awal, bukan pengujian jangka panjang. Harga resmi di Indonesia, ketersediaan setiap varian, serta hasil tes kamera dan baterai akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah vivo X500 Series benar-benar layak dibeli.
Editor : Mahendra Aditya