RADAR KUDUS – Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat aktivitas mengedit foto menjadi semakin mudah.
Pengguna kini bisa mengubah foto menjadi ilustrasi, membuat potret dengan berbagai gaya, hingga menghasilkan gambar baru hanya dengan beberapa perintah.
Namun, di balik kemudahannya, ada hal yang tidak boleh diabaikan, yakni keamanan data pribadi.
Mengunggah foto ke layanan AI tanpa memperhatikan isi gambar maupun kebijakan layanan dapat membuat informasi pribadi ikut masuk ke dalam proses pengolahan data.
Sebuah foto terkadang tidak hanya menampilkan wajah seseorang.
Latar belakang foto dapat memperlihatkan alamat rumah, lokasi tertentu, seragam sekolah atau tempat kerja, nomor kendaraan, dokumen, hingga benda lain yang dapat memberikan informasi mengenai identitas seseorang.
Karena itu, sebelum mengunggah foto ke AI, pengguna sebaiknya melihat kembali isi gambar yang akan digunakan.
Baca Juga: Resmi Rilis Menu Baru di Mixue! Matcha Booyah Kolaborasi Manis dengan Free Fire?
Foto yang menampilkan kartu identitas, paspor, tiket, dokumen pekerjaan, nomor telepon, alamat, atau informasi sensitif lainnya sebaiknya tidak digunakan sembarangan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah layanan AI yang digunakan.
Setiap platform dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai cara foto diproses, disimpan, dan digunakan.
Membaca kebijakan privasi sebelum menggunakan layanan dapat membantu pengguna memahami bagaimana data yang diunggah dikelola.
Kehati-hatian juga diperlukan ketika menggunakan foto orang lain.
Mengunggah foto teman, keluarga, atau orang lain ke layanan AI tanpa persetujuan dapat menimbulkan persoalan privasi.
Terlebih jika foto tersebut memperlihatkan informasi pribadi atau lokasi seseorang.
Foto anak-anak dan keluarga juga sebaiknya digunakan secara lebih selektif.
Hindari mengunggah gambar yang memperlihatkan informasi seperti nama sekolah, alamat rumah, lokasi rutin, atau data lain yang dapat memudahkan orang lain mengenali keberadaan mereka.
Selain memperhatikan foto, pengguna sebaiknya memilih layanan AI yang memiliki reputasi baik dan informasi privasi yang jelas.
Jangan mudah menggunakan platform yang sedang viral hanya karena menawarkan hasil gambar menarik, terutama jika pengguna tidak mengetahui siapa pengelolanya dan bagaimana data pengguna diperlakukan.
Baca Juga: Checkout Baju Online Takut Kekecilan? Ini Trik Pilih Ukuran yang Tepat
Menggunakan AI sebenarnya tetap aman dan bermanfaat selama dilakukan dengan bijak.
Pengguna hanya perlu membiasakan diri memeriksa foto sebelum mengunggahnya serta memahami kebijakan layanan yang digunakan.
Dengan begitu, kreativitas menggunakan AI tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan privasi.
Sebab, sebelum mendapatkan gambar yang keren dari AI, memastikan tidak ada data pribadi yang ikut terbawa justru menjadi langkah yang paling penting.
Editor : Ali Mustofa