RADAR KUDUS - Bagi pengguna yang menjadikan kemampuan fotografi sebagai pertimbangan utama saat membeli smartphone, pilihan HP dengan kamera Leica bisa menjadi salah satu opsi menarik pada 2026.
Kolaborasi Xiaomi dan Leica menghadirkan sejumlah perangkat dengan sistem kamera yang dirancang tidak hanya mengandalkan resolusi tinggi, tetapi juga menawarkan karakter warna, pilihan focal length, serta fitur fotografi yang terinspirasi dari pengalaman kamera Leica.
Xiaomi dan Leica diketahui mulai bekerja sama pada 2022. Kolaborasi tersebut kemudian melahirkan berbagai teknologi pencitraan yang diterapkan pada sejumlah smartphone Xiaomi.
Beberapa di antaranya mencakup penggunaan lensa Leica Summilux, pilihan karakter warna Leica, Leica Filters, hingga sistem Master Lens yang memungkinkan pengguna memilih perspektif pemotretan berdasarkan focal length tertentu.
Pada 2026, lini smartphone Xiaomi dengan teknologi kamera Leica semakin beragam. Pilihannya tidak hanya berasal dari kelas flagship, tetapi juga mencakup perangkat yang menawarkan kombinasi kamera utama, telefoto, dan ultrawide untuk kebutuhan fotografi yang berbeda.
Salah satu perangkat yang dapat dipertimbangkan adalah Xiaomi 15T Pro.
Smartphone ini membawa konfigurasi tiga kamera belakang dengan lensa Leica Summilux.
Kamera utamanya beresolusi 50 MP dan menggunakan sensor Light Fusion 900 yang dilengkapi optical image stabilization atau OIS.
Konfigurasi tersebut dipadukan dengan kamera telefoto 50 MP yang memiliki focal length 115 mm serta kemampuan optical zoom hingga 5x.
Kamera ultrawide 12 MP kemudian melengkapi sistem kamera dengan bidang pandang mencapai 120 derajat.
Kombinasi tersebut membuat Xiaomi 15T Pro memiliki fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan fotografi.
Kamera utama dapat digunakan untuk pemotretan sehari-hari, sementara telefoto memberikan pilihan untuk mengambil objek dari jarak lebih jauh.
Di sisi lain, kamera ultrawide dapat dimanfaatkan ketika pengguna ingin menangkap area yang lebih luas dalam satu frame.
Pengalaman fotografi pada Xiaomi 15T Pro juga dilengkapi sejumlah fitur khas Leica.
Pengguna dapat memilih Leica Authentic Look atau Leica Vibrant Look untuk menentukan karakter tampilan foto.
Ada pula Leica Filters serta Master Lens System yang menyediakan beberapa pilihan focal length, mulai dari 23 mm, 35 mm, 46 mm, 75 mm, hingga 115 mm.
Pilihan berikutnya adalah Xiaomi 17 Ultra yang menyasar pengguna yang menginginkan kemampuan fotografi lebih tinggi.
Perangkat ini membawa kamera utama Leica beresolusi 50 MP dengan sensor berukuran 1 inci. Sistem tersebut dipadukan dengan kamera ultrawide 50 MP dan kamera telefoto Leica 200 MP.
Kamera telefoto beresolusi besar itu menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. Focal length-nya berada pada rentang 75–100 mm dan menggunakan mechanical optical zoom.
Dengan konfigurasi tersebut, kemampuan kamera dapat digunakan untuk menghasilkan foto objek yang berada pada jarak lebih jauh tanpa hanya mengandalkan pembesaran digital.
Xiaomi juga menyebut dukungan optical-quality zoom pada kamera telefoto tersebut dapat mencapai ekuivalen 400 mm. Untuk membantu mempertahankan kualitas gambar, kamera telefoto menggunakan lensa Leica APO yang dirancang untuk menjaga detail sekaligus membantu mengurangi color fringing.
Kemampuan Xiaomi 17 Ultra tidak berhenti pada fotografi. Smartphone ini juga mendukung perekaman video hingga resolusi 4K pada 120 frame per second atau fps.
Pengguna yang membutuhkan fleksibilitas lebih ketika melakukan pengolahan video juga mendapatkan opsi perekaman Log.
Berikutnya ada Xiaomi 17T yang juga membawa sistem kamera Leica. Perangkat ini menggunakan tiga kamera belakang, terdiri atas kamera wide 50 MP, periskop telefoto 50 MP, dan ultrawide 12 MP.
Kamera utama 50 MP menggunakan sensor Light Fusion 800 dan dilengkapi OIS. Sementara kamera periskop telefoto 50 MP mempunyai focal length 115 mm serta OIS.
Konfigurasi ini memberikan pilihan tambahan bagi pengguna ketika ingin memotret subjek dari jarak yang cukup jauh.
Kamera ultrawide 12 MP dengan bidang pandang 120 derajat menjadi pelengkap untuk kebutuhan pemotretan dengan cakupan area lebih luas.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan sistem tersebut adalah kemampuan optical zoom hingga 5x melalui kamera telefoto.
Bagi pengguna yang sering memotret objek jauh, keberadaan kamera periskop telefoto dapat menjadi pertimbangan penting.
Teknologi tersebut memberikan perspektif berbeda dibandingkan kamera utama sekaligus membantu menghasilkan komposisi yang lebih dekat tanpa harus mendekati objek secara fisik.
Pilihan lainnya adalah Xiaomi 17. Smartphone ini membawa tiga kamera belakang yang sama-sama memiliki resolusi 50 MP dan menggunakan lensa Leica. Ketiganya terdiri atas kamera utama, telefoto, dan ultrawide.
Kamera utama Xiaomi 17 menggunakan sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1,31 inci, aperture f/1.67, serta OIS. Sementara kamera telefoto memiliki focal length 60 mm dan kamera ultrawide berada pada focal length 17 mm.
Konfigurasi tersebut menawarkan pendekatan yang cukup fleksibel untuk fotografi sehari-hari.
Kamera telefoto 60 mm, misalnya, dapat digunakan untuk menghasilkan foto portrait dengan perspektif yang lebih natural.
Kamera tersebut juga mendukung kemampuan fotografi makro hingga jarak 10 cm.
Dari sisi pengolahan gambar, Xiaomi 17 menyediakan pilihan Leica Authentic Look dan Leica Vibrant Look.
Pengguna dapat memilih tampilan foto sesuai karakter yang diinginkan, baik dengan pendekatan warna yang lebih natural maupun tampilan yang lebih hidup.
Fitur Leica Filters turut tersedia pada perangkat ini. Selain itu, terdapat Master Lens System dengan beberapa pilihan focal length, yakni 23 mm, 28 mm, 35 mm, 60 mm, hingga 75 mm. Pilihan tersebut memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk menentukan perspektif foto sebelum mengambil gambar.
Sementara itu, Xiaomi 17 Ultra Leitz menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan smartphone Xiaomi dengan kamera Leica lainnya.
Perangkat ini merupakan versi khusus yang membawa identitas Leica lebih kuat, baik melalui desain maupun fitur kameranya.
Pada bagian eksterior, Xiaomi 17 Ultra Leitz memiliki logo red dot Leica serta sejumlah elemen desain yang mengambil inspirasi dari kamera Leica.
Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah Leica Camera Ring yang dapat diputar untuk mengatur sejumlah fungsi kamera.
Dari sisi sistem pencitraan, perangkat ini tetap menggunakan kamera utama Leica 50 MP dengan sensor berukuran 1 inci. Kamera tersebut ditemani kamera telefoto Leica 200 MP dengan rentang focal length 75–100 mm.
Keunggulan Xiaomi 17 Ultra Leitz tidak hanya terletak pada spesifikasi perangkat keras. Xiaomi juga menghadirkan sejumlah fitur yang ditujukan untuk pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman fotografi dengan karakter Leica yang lebih kuat.
Salah satunya adalah Leica Essential Mode. Fitur tersebut menghadirkan gaya gambar yang terinspirasi dari kamera Leica M9 dan M3. Pengguna juga mendapatkan pilihan Leica Looks, Signature Leica Bokeh, dan Leica Frames.
Kehadiran berbagai pilihan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi Xiaomi dan Leica tidak semata-mata berfokus pada peningkatan angka megapiksel.
Pengalaman memotret menjadi bagian penting yang turut dikembangkan, mulai dari karakter warna, perspektif, hingga elemen antarmuka dan desain yang berhubungan dengan fotografi.
Jika dibandingkan, masing-masing perangkat memiliki keunggulan yang berbeda. Xiaomi 15T Pro menawarkan kombinasi kamera utama 50 MP, telefoto 50 MP dengan optical zoom 5x, dan ultrawide 12 MP.
Perangkat ini juga memiliki sejumlah fitur Leica untuk memberikan variasi karakter foto dan focal length.
Xiaomi 17 Ultra menempatkan kemampuan kamera telefoto sebagai salah satu daya tarik utama melalui sensor 200 MP, rentang focal length 75–100 mm, serta dukungan optical-quality zoom hingga ekuivalen 400 mm.
Kemampuan perekaman video 4K 120 fps dengan opsi Log juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang serius dengan videografi.
Xiaomi 17T menawarkan konfigurasi yang lebih berorientasi pada fleksibilitas dengan kombinasi kamera utama 50 MP, periskop telefoto 50 MP, dan ultrawide 12 MP.
Kemampuan optical zoom 5x memberikan pilihan bagi pengguna yang membutuhkan kamera untuk objek berjarak cukup jauh.
Adapun Xiaomi 17 mengusung tiga kamera 50 MP yang mencakup kamera utama, telefoto, dan ultrawide.
Kehadiran berbagai pilihan focal length melalui Master Lens System membuatnya menarik bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas dalam menentukan perspektif pemotretan.
Sedangkan Xiaomi 17 Ultra Leitz lebih menonjolkan perpaduan antara kemampuan fotografi dan identitas Leica. Perangkat ini tidak hanya membawa konfigurasi kamera kelas atas, tetapi juga memberikan elemen desain serta fitur khusus yang membuat pengalaman pengguna terasa lebih dekat dengan karakter kamera Leica.
Dengan demikian, memilih HP dengan kamera Leica terbaik tidak cukup hanya melihat resolusi kamera.
Jenis sensor, focal length, optical zoom, OIS, kamera ultrawide, fitur pengolahan gambar, hingga karakter warna juga perlu diperhatikan sesuai kebutuhan.
Pengguna yang lebih sering mengambil foto sehari-hari mungkin akan membutuhkan konfigurasi kamera yang serbaguna.
Sementara mereka yang gemar memotret objek dari jarak jauh dapat mempertimbangkan perangkat dengan kamera telefoto dan kemampuan zoom lebih tinggi.
Untuk pengguna yang juga membuat konten video, dukungan resolusi tinggi, frame rate, dan format Log dapat menjadi pertimbangan tambahan.
Kelima perangkat tersebut memperlihatkan bagaimana kolaborasi Xiaomi dan Leica berkembang dari sekadar penggunaan nama Leica pada sistem kamera menjadi bagian dari pengalaman fotografi smartphone.
Pengguna mendapatkan lebih banyak pilihan untuk menentukan karakter foto, perspektif, serta cara mereka menggunakan kamera.
Pada akhirnya, HP dengan kamera Leica terbaik pada 2026 akan sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Xiaomi 15T Pro, Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17T, Xiaomi 17, dan Xiaomi 17 Ultra Leitz menawarkan karakter yang berbeda.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya melihat lebih jauh konfigurasi kamera dan fitur yang benar-benar dibutuhkan sebelum menentukan pilihan.
Editor : Mahendra Aditya