RADAR KUDUS - Mencari HP gaming murah tidak selalu berarti harus puas dengan spesifikasi seadanya. Sejumlah ponsel di kelas harga terjangkau kini sudah menawarkan chipset yang cukup kompetitif, layar 120 Hz, penyimpanan UFS, hingga baterai berkapasitas 7.000 mAh. Namun, perlu dicatat, tidak semua perangkat dalam daftar ini benar-benar berada di kisaran Rp1 jutaan pada harga pasar saat ini.
Pilihan yang paling menonjol antara lain Infinix Hot 50, Advan X1, Tecno Spark 30 Pro, Tecno Pova 7, Samsung Galaxy A07, Redmi 15, dan Motorola Moto G45 5G. Karakter masing-masing berbeda, sehingga pilihan terbaik bergantung pada prioritas pengguna, mulai dari performa gaming, ketahanan baterai, kualitas layar hingga konektivitas.
Dari ketujuh perangkat tersebut, Infinix Hot 50 dan Advan X1 sama-sama menggunakan MediaTek Helio G100. Advan X1 secara resmi membawa layar IPS 6,78 inci Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz, RAM 8 GB plus RAM virtual dan penyimpanan 128 GB UFS 2.2. Harga yang tercantum di situs resmi Advan adalah Rp2.299.000.
Baca Juga: Harga 2 HP Infinix Note Naik Mulai 11 Agustus, Note 60 Pro Tembus Rp6,999 Juta
Infinix Hot 50 juga menawarkan kombinasi Helio G100 dan layar 120 Hz Full HD+. Ponsel ini dibekali baterai 5.000 mAh, pengisian 18 watt, serta pilihan memori hingga 256 GB.
Untuk varian 6 GB/256 GB, sejumlah penawaran pasar yang terpantau berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp2 juta, sehingga posisinya lebih dekat dengan kategori HP Rp1 jutaan dibanding beberapa model lain dalam daftar.
Kombinasi tersebut membuat Infinix Hot 50 menarik bagi pengguna yang mengejar performa tanpa harus langsung masuk ke kelas harga menengah. Helio G100 memang bukan chipset flagship, tetapi cukup relevan untuk game populer dengan penyesuaian grafis yang sesuai kemampuan perangkat. Layar 120 Hz juga memberikan keuntungan pada aspek kelancaran animasi dan navigasi.
Advan X1 mengambil pendekatan serupa dengan Helio G100, tetapi menawarkan penyimpanan UFS 2.2 dan panel Full HD+ 120 Hz. Di situs resminya, Advan menyebut X1 sebagai perangkat gaming yang membawa chipset MediaTek Helio G100 serta refresh rate 120 Hz.
Jika kualitas layar menjadi pertimbangan utama, Tecno Spark 30 Pro layak diperhitungkan. Ponsel tersebut menggunakan Helio G100 dan panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz serta resolusi 1080 x 2436 piksel. Tecno juga membekalinya dengan speaker stereo, Dolby Atmos, NFC, dan baterai 5.000 mAh dengan pengisian 33 watt.
Keberadaan panel AMOLED menjadi pembeda penting karena pengalaman visual tidak hanya ditentukan oleh refresh rate. Kontras dan tampilan warna juga menjadi keunggulan panel tersebut untuk bermain game maupun menikmati konten multimedia. Namun, Spark 30 Pro bukan perangkat dengan baterai 7.000 mAh; kapasitas resminya adalah 5.000 mAh.
Untuk gamer yang lebih mementingkan daya tahan, Tecno Pova 7 justru memiliki paket yang lebih agresif. Smartphone ini membawa MediaTek Helio G100 Ultimate, layar Full HD+ 120 Hz, baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 45 watt. Pova 7 juga memiliki giroskop, speaker ganda, Dolby Atmos serta penyimpanan hingga 256 GB.
Kapasitas baterai tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar Pova 7. Tecno bahkan mengklaim perangkatnya dapat digunakan untuk gaming hingga 14,6 jam berdasarkan pengujian internal. Angka tersebut merupakan hasil pengujian produsen sehingga penggunaan nyata dapat berbeda bergantung pada game, tingkat kecerahan layar, jaringan dan pengaturan perangkat.
Redmi 15 juga bermain di sektor daya tahan. Xiaomi membekali perangkat ini dengan baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 33 watt. Untuk varian global yang tercantum dalam laman resmi Xiaomi, Redmi 15 menggunakan Snapdragon 685 dan layar 6,9 inci Full HD+ dengan refresh rate hingga 144 Hz.
Namun, Redmi 15 lebih tepat dilihat sebagai ponsel dengan baterai jumbo dan kemampuan hiburan yang kuat daripada perangkat gaming murni. Snapdragon 685 masih berada di kelas entry-level sehingga pengguna yang memainkan game berat perlu menyesuaikan resolusi dan kualitas grafis agar pengalaman bermain tetap nyaman.
Sementara itu, Samsung Galaxy A07 menawarkan strategi yang berbeda. Galaxy A07 versi 4G menggunakan MediaTek Helio G99 dan layar 6,7 inci dengan resolusi HD+.
Samsung menyebut perangkat tersebut membawa peningkatan performa dibanding generasi sebelumnya dan menyediakan dukungan hingga enam kali pembaruan sistem operasi serta enam tahun pembaruan keamanan.
Karena itu, Galaxy A07 lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan HP serbaguna untuk aktivitas harian sekaligus gaming ringan, bukan mengejar performa gaming maksimal. Layar versi 4G ini juga memiliki refresh rate 90 Hz, bukan 120 Hz seperti Galaxy A07 5G.
Untuk pengguna yang membutuhkan konektivitas generasi terbaru, Motorola Moto G45 5G menjadi alternatif lain. Model ini menggunakan Snapdragon 6s Gen 3 dan tersedia dengan konfigurasi hingga RAM 8 GB serta penyimpanan 256 GB. Perangkat tersebut juga memiliki speaker stereo dan giroskop sehingga cukup menarik untuk penggunaan multimedia maupun gaming.
Khusus dari sisi harga, klaim bahwa seluruh perangkat tersebut merupakan HP Rp1 jutaan perlu dilihat secara hati-hati. Harga dapat berubah berdasarkan varian memori, promosi dan kanal penjualan.
Bahkan beberapa model yang disebut dalam daftar sumber berada di atas Rp2 juta berdasarkan harga resmi atau penawaran pasar yang terpantau. Misalnya, Advan X1 tercantum Rp2.299.000 di situs resminya, sedangkan Pova 7 juga ditemukan di kisaran Rp2,1 juta hingga Rp2,5 juta pada sejumlah penawaran.
Dengan demikian, pembeli sebaiknya tidak menjadikan label harga semata sebagai patokan. Spesifikasi yang paling relevan justru perlu disesuaikan dengan jenis game dan pola pemakaian.
Pemain Mobile Legends atau Free Fire tidak membutuhkan kebutuhan perangkat yang sama dengan pengguna yang ingin memainkan Genshin Impact dalam waktu lama.
Jika prioritas utama adalah baterai, Redmi 15 dan Tecno Pova 7 lebih menarik karena sama-sama membawa kapasitas 7.000 mAh. Untuk layar, Tecno Spark 30 Pro menonjol berkat panel AMOLED 120 Hz. Sementara Infinix Hot 50 dan Advan X1 menawarkan kombinasi Helio G100 dan layar 120 Hz yang cukup kompetitif di kelas harganya.
Samsung Galaxy A07 lebih rasional untuk pengguna yang mengutamakan dukungan software dan pemakaian harian, sedangkan Moto G45 5G menawarkan kombinasi performa dan konektivitas 5G. Dengan karakter yang berbeda tersebut, tidak ada satu perangkat yang otomatis menjadi HP gaming murah terbaik untuk semua orang.
Baca Juga: 5 HP Xiaomi di Bawah Rp3 Jutaan Paling Cocok untuk Gaming 2026, Performa Ngebut Harga Bersahabat
Yang terpenting, calon pembeli perlu memeriksa harga dan konfigurasi terbaru sebelum transaksi. Perbedaan RAM, penyimpanan, jaringan, serta promo penjualan dapat membuat harga sebuah model berubah cukup signifikan.
Spesifikasi resmi dari produsen tetap menjadi rujukan utama agar pembelian tidak hanya didasarkan pada klaim pemasaran atau daftar harga yang sudah tidak berlaku.
Editor : Mahendra Aditya