7 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Harga Rp44 Jutaan Benarkah Layak?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:09 WIB
Samsung Galaxy Z Fold7
Samsung Galaxy Z Fold8

RADAR KUDUS - Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra datang sebagai ponsel lipat paling tinggi di jajaran terbaru Samsung. Diperkenalkan pada Galaxy Unpacked 2026 di London, perangkat ini bukan sekadar Galaxy Z Fold7 dengan nama baru. Samsung membawa perubahan pada desain, layar, kamera, performa, baterai, hingga kemampuan AI.

Namun ada satu pertanyaan besar yang sulit dihindari: apakah semua peningkatan tersebut cukup untuk membenarkan harga yang bisa menembus Rp44,499 juta?

Di Indonesia, Galaxy Z Fold8 Ultra tersedia dalam tiga konfigurasi. Varian 12 GB/256 GB dibanderol Rp32.499.000, versi 12 GB/512 GB Rp36.499.000, sedangkan model tertinggi dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB mencapai Rp44.499.000. Samsung juga menawarkan berbagai keuntungan selama periode penawaran perdana, termasuk program upgrade penyimpanan dan promo tertentu.

Baca Juga: 7 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Flip8 yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Beli

Dengan harga setara lebih dari dua unit smartphone flagship kelas atas, Galaxy Z Fold8 Ultra jelas bukan perangkat untuk semua orang. Ponsel ini lebih tepat dilihat sebagai perangkat produktivitas premium yang menggabungkan smartphone, layar tablet mini, kamera flagship, dan fitur AI dalam satu bodi lipat.

Kelebihan pertama yang langsung terasa adalah desainnya yang jauh lebih tipis.

Saat dibuka, Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan hanya 4,1 mm dan bobot 215 gram. Ketika dilipat, dimensinya menjadi sekitar 158,4 x 72,8 x 8,9 mm. Samsung menyebutnya sebagai perangkat Fold paling tipis yang pernah mereka buat.

Yang menarik, Samsung tidak menambah bobot meskipun kapasitas baterainya justru meningkat menjadi 5.000 mAh. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha mengatasi salah satu kelemahan klasik foldable, yakni ukuran dan berat yang sering kali terasa berlebihan ketika digunakan sebagai ponsel harian.

Galaxy Z Fold8 Ultra tersedia dalam warna Graphite, Cream, dan Violet Shadow. Ada pula Green Shadow yang ditawarkan secara eksklusif melalui Samsung.com.

Peningkatan berikutnya berada pada konstruksi layar dan engsel. Samsung memperkenalkan teknologi Flex Titanium yang dirancang untuk meningkatkan kekakuan struktur layar sekaligus membuat garis lipatan atau crease terlihat jauh lebih samar.

Pengujian awal dari The Verge bahkan menilai crease pada layar hampir tidak terlihat dalam penggunaan normal. Samsung menyebut struktur baru tersebut memiliki peningkatan kekakuan mekanis yang signifikan dibandingkan konstruksi generasi sebelumnya.

Hasilnya membuat layar bagian dalam terasa lebih mendekati panel smartphone biasa ketika digunakan untuk membaca, menonton video, membuka dokumen atau menjalankan aplikasi secara berdampingan.

Meski demikian, desain baru tetap memiliki kompromi. Engsel pada perangkat lipat tidak hanya menentukan seberapa kuat ponsel dibuka dan ditutup, tetapi juga memengaruhi fleksibilitas perangkat ketika digunakan pada posisi setengah terbuka.

Galaxy Z Fold8 Ultra juga bukan perangkat yang bisa diperlakukan seperti smartphone konvensional. Struktur layar lipat tetap membutuhkan perhatian lebih, terutama ketika digunakan di lingkungan berdebu atau berpasir.

Daya tarik besar lainnya datang dari layar 8 inci.

Baca Juga: Review iQOO Neo 10: Spesifikasi, Harga, Kelebihan dan Kekurangan, HP Gaming Rp6 Jutaan yang Masih Sangar

Galaxy Z Fold8 Ultra membawa layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 8 inci dengan resolusi 2.504 x 2.256 piksel dan refresh rate hingga 120 Hz. Sementara layar cover berukuran 6,5 inci dengan resolusi 2.520 x 1.080 piksel.

Ukuran 8 inci membuat perangkat ini berada di titik menarik antara smartphone dan tablet. Ketika membutuhkan mobilitas, pengguna dapat melipatnya menjadi perangkat yang lebih ringkas. Saat membutuhkan ruang kerja lebih luas, cukup membukanya.

Samsung juga meningkatkan kecerahan puncak layar menjadi 3.000 nit, sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan Galaxy Z Fold7. Lapisan anti-refleksi pada layar utama turut membantu menjaga visibilitas ketika digunakan di luar ruangan.

Namun layar cover 6,5 inci memiliki konsekuensi tersendiri. Bentuknya yang tetap tinggi dan ramping tidak selalu ideal untuk semua aplikasi. Pengguna yang terbiasa memakai smartphone layar lebar mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Di balik layar tersebut terdapat Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chip ini menjadi salah satu senjata utama Galaxy Z Fold8 Ultra untuk mengejar performa kelas flagship tertinggi.

Samsung menyebut performa CPU meningkat 16 persen, GPU 15 persen, dan NPU 21 persen dibandingkan Galaxy Z Fold7. Peningkatan NPU sangat relevan karena Samsung semakin agresif membawa pemrosesan AI langsung ke perangkat.

Konfigurasinya tersedia dengan RAM 12 GB atau 16 GB serta penyimpanan internal 256 GB, 512 GB dan 1 TB. Tidak tersedia slot microSD, sehingga kapasitas penyimpanan harus dipilih sejak awal.

Bagi pekerja yang membuka banyak aplikasi, editor foto dan video, pengguna DeX, maupun gamer, kombinasi layar besar dan Snapdragon kelas atas membuat Galaxy Z Fold8 Ultra punya alasan kuat untuk disebut sebagai perangkat produktivitas.

Tetapi ada satu catatan yang justru cukup mengejutkan untuk produk bernama Ultra: Galaxy Z Fold8 Ultra tidak mendukung S Pen. Samsung sendiri secara resmi mencantumkan bahwa perangkat ini tidak mendukung S Pen.

Bagi sebagian pengguna profesional, absennya stylus bawaan atau dukungan S Pen bisa menjadi kekurangan besar, terutama karena layar 8 inci secara alami mengundang penggunaan untuk mencatat, menggambar atau melakukan anotasi dokumen.

Samsung kemudian memberikan peningkatan besar pada sektor baterai.

Baca Juga: Review iQOO Neo 10: Spesifikasi, Harga, Kelebihan dan Kekurangan, HP Gaming Rp6 Jutaan yang Masih Sangar

Galaxy Z Fold8 Ultra menggunakan baterai 5.000 mAh, meningkat dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold7. Samsung mengklaim perangkat mampu memutar video hingga 27 jam.

Kapasitas tersebut menjadi lebih menarik karena bodinya tetap berada di angka 215 gram. Samsung juga menggunakan pendekatan baterai dengan kepadatan energi lebih tinggi agar kapasitas besar tidak membuat perangkat semakin tebal.

Pengisian cepat melalui kabel mencapai 45W, sedangkan pengisian nirkabel mendukung hingga 20W. Fitur reverse wireless charging juga tersedia untuk membantu mengisi perangkat pendukung seperti Galaxy Buds atau smartwatch.

Meski demikian, charging 45W bukan angka yang paling agresif di pasar smartphone premium. Sejumlah kompetitor Android sudah menawarkan kecepatan pengisian yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, Samsung berhasil memperbesar baterai, tetapi belum menjadikan kecepatan pengisian sebagai keunggulan utama.

Sektor kamera menjadi salah satu peningkatan yang paling menarik.

Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki tiga kamera belakang, yakni kamera Wide 200 MP f/1.7 dengan OIS, kamera Ultra Wide 50 MP f/1.9, serta kamera telefoto 10 MP dengan optical zoom 3x. Kamera depan pada cover screen dan layar utama sama-sama beresolusi 10 MP.

Lompatan paling besar terlihat pada kamera Ultra Wide. Samsung meningkatkan resolusinya dari 12 MP pada generasi sebelumnya menjadi 50 MP. Sensor ini juga mampu merekam video 8K, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang sering membuat konten.

Kamera utama 200 MP tetap menjadi senjata utama untuk mengambil foto dengan detail tinggi. Samsung juga mengandalkan ProVisual Engine untuk meningkatkan kualitas gambar, termasuk ketika memotret dalam kondisi minim cahaya.

Baca Juga: vivo Y05e: Spesifikasi Lengkap, Kelebihan-Kekurangan, dan Harga Rp2 Jutaan, Layak Dibeli?

Namun kamera telefoto masih menggunakan sensor 10 MP dengan optical zoom 3x. Jadi, jika kamu membeli Galaxy Z Fold8 Ultra dengan ekspektasi mendapatkan sistem kamera telefoto sekelas Galaxy S Ultra terbaru, spesifikasinya belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Di sisi video, perangkat mendukung perekaman 8K. Samsung juga membawa fitur seperti Horizontal Lock pada Super Steady untuk membantu menjaga garis horizon tetap sejajar ketika ponsel mengalami rotasi hingga 360 derajat.

Untuk pengguna yang aktif membuat konten, kombinasi kamera 200 MP, Ultra Wide 50 MP, layar besar, dan desain lipat menjadi salah satu alasan paling kuat untuk memilih model Ultra ini.

Galaxy Z Fold8 Ultra juga dibangun dengan pendekatan AI yang semakin agresif.

Perangkat menjalankan Android 17 dengan One UI 9 dan membawa fitur-fitur Galaxy AI yang dirancang untuk memanfaatkan layar besar. Salah satunya Now Nudge yang dapat memberikan rekomendasi berdasarkan konteks aktivitas pengguna.

Integrasi Gemini juga semakin diarahkan pada pengalaman yang lebih kontekstual. Dengan layar 8 inci, pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan melalui split screen atau floating window.

Kemampuan tersebut menjadi jauh lebih masuk akal dibandingkan pada smartphone layar kecil. Misalnya, pengguna dapat membuka dokumen di satu sisi dan aplikasi catatan di sisi lain, atau menjalankan video call sembari melihat dokumen kerja.

Samsung juga memberikan komitmen pembaruan perangkat lunak jangka panjang hingga tujuh generasi upgrade sistem operasi dan tujuh tahun pembaruan keamanan. Kebijakan ini menjadi nilai tambah besar bagi perangkat yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Ketahanan fisik juga menjadi pertimbangan penting.

Galaxy Z Fold8 Ultra membawa sertifikasi IP48. Perlindungan tersebut memberikan ketahanan terhadap benda padat berukuran tertentu serta perlindungan terhadap air dalam kondisi pengujian yang ditentukan.

Tetapi IP48 bukan berarti perangkat sepenuhnya kedap debu. Angka pertama 4 menunjukkan tingkat perlindungan terhadap benda padat yang lebih rendah dibandingkan perangkat IP68.

Karena itu, pengguna tetap sebaiknya menjauhkan Galaxy Z Fold8 Ultra dari pasir, debu halus dan lingkungan ekstrem. Bagian engsel pada ponsel lipat tetap menjadi area yang membutuhkan perhatian lebih.

Untuk konektivitas, perangkat membawa Wi-Fi 7, Bluetooth generasi terbaru, NFC, UWB, USB Type-C serta Samsung DeX. Fitur DeX menjadi salah satu nilai jual penting karena memungkinkan ponsel digunakan dalam pengalaman desktop ketika terhubung dengan monitor eksternal.

Namun, seperti banyak flagship modern, jack audio 3,5 mm tidak tersedia.

Ada satu lagi hal yang perlu diperhitungkan: ukuran dan harga.

Galaxy Z Fold8 Ultra dibanderol Rp32.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB, Rp36.499.000 untuk 12 GB/512 GB, dan Rp44.499.000 untuk 16 GB/1 TB di Indonesia.

Dengan angka tersebut, pembeli bukan hanya membayar spesifikasi. Mereka membayar teknologi layar lipat, desain ultra-tipis, kamera flagship, layar 8 inci, performa Snapdragon kelas tertinggi, serta pengalaman produktivitas yang tidak dimiliki smartphone biasa.

Masalahnya, tidak semua orang membutuhkan semua itu.

Jika kebutuhan utama hanya media sosial, fotografi, gaming dan komunikasi, smartphone flagship konvensional dengan harga lebih rendah mungkin sudah lebih dari cukup. Galaxy Z Fold8 Ultra baru terasa masuk akal ketika layar 8 inci dan kemampuan multitasking benar-benar digunakan setiap hari.

Pengguna Galaxy Z Fold7 juga perlu berpikir lebih matang sebelum melakukan upgrade. Peningkatannya memang cukup signifikan pada baterai, desain, layar dan kamera Ultra Wide, tetapi beberapa karakter utama masih sama, terutama kamera telefoto 3x.

Sementara bagi pengguna yang baru ingin memasuki dunia foldable premium, Galaxy Z Fold8 Ultra menawarkan paket yang jauh lebih lengkap. Desain semakin tipis, crease makin samar, layar makin besar dan terang, performa sangat tinggi, baterai meningkat, kamera Ultra Wide naik kelas, dan fitur AI semakin terintegrasi.

Pada akhirnya, Galaxy Z Fold8 Ultra adalah contoh bagaimana Samsung memilih menyempurnakan konsep foldable premium ketimbang melakukan revolusi total.

Perangkat ini berhasil mengatasi sejumlah keluhan lama—terutama soal ketebalan, bobot, crease dan kapasitas baterai. Tetapi harga yang mencapai Rp44 jutaan, tidak adanya dukungan S Pen, kamera telefoto yang masih 10 MP 3x, serta charging 45W membuat calon pembeli tetap harus menghitung kebutuhan dengan realistis.

Jika kamu mencari ponsel lipat yang sekaligus bisa menjadi ruang kerja portabel, Galaxy Z Fold8 Ultra adalah salah satu kandidat terkuat. Tetapi jika yang dicari hanya smartphone flagship terbaik untuk pemakaian umum, harga premium perangkat ini membuat pertanyaannya bukan lagi “seberapa canggih?”, melainkan “seberapa sering kamu benar-benar akan menggunakan semua kecanggihannya?”

Editor : Mahendra Aditya
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra harga Galaxy Z Fold8 Ultra spesifikasi Galaxy Z Fold8 Ultra Galaxy Z Fold8 Ultra Indonesia kelebihan kekurangan Galaxy Z Fold8 Ultra