RADAR KUDUS – Foto biasa kini bisa dirombak menjadi potret bergaya superhero hanya dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Salah satu eksperimen yang menarik perhatian adalah mengubah pakaian dalam foto menjadi kostum Spider-Man dengan atmosfer film Spider-Man: Brand New Day.
Dengan fitur pembuatan dan pengeditan gambar di ChatGPT, pengguna tidak hanya dapat membuat gambar dari deskripsi teks, tetapi juga mengunggah foto kemudian memberikan instruksi mengenai bagian yang ingin diubah. OpenAI menjelaskan bahwa ChatGPT Images memang dirancang untuk membuat gambar baru maupun mengedit gambar yang sudah ada berdasarkan instruksi pengguna.
Tren tersebut menjadi semakin menarik karena Spider-Man: Brand New Day merupakan film terbaru yang kembali menempatkan Tom Holland sebagai Peter Parker. Sony Pictures mencantumkan film tersebut sebagai produksi 2026 dan menjadwalkannya tayang di bioskop pada 31 Juli. Film ini disutradarai Destin Daniel Cretton dan kembali melibatkan sejumlah pemeran, termasuk Zendaya, Jacob Batalon, Jon Bernthal, serta Mark Ruffalo.
Konsep yang bisa ditiru pengguna bukan sekadar mengganti pakaian dengan kostum superhero. Dengan prompt yang tepat, foto dapat diarahkan agar memiliki komposisi seperti adegan film: sudut kamera tertentu, pencahayaan lembut, ekspresi natural, pose santai, hingga latar yang mendukung karakter Peter Parker.
OpenAI sendiri menyarankan agar prompt gambar dibuat jelas dan deskriptif. Prompt tidak harus sangat panjang. Yang lebih penting adalah menjelaskan subjek utama, aktivitas, lokasi, tujuan visual, serta gaya yang diinginkan. Detail seperti pencahayaan, framing, tekstur, dan batasan perubahan juga dapat ditambahkan jika memang diperlukan.
Artinya, pengguna tidak perlu menuliskan puluhan instruksi sekaligus. Prompt yang terstruktur dan spesifik justru dapat membantu AI memahami hasil akhir yang diinginkan.
Salah satu konsep prompt yang bisa digunakan adalah membuat seseorang terlihat mengenakan kostum Spider-Man pada bagian atas tubuh, tetapi tetap menggunakan pakaian kasual pada bagian bawah. Penampilan tersebut kemudian dipadukan dengan sepatu kanvas putih, tas ransel hitam, serta masker Spider-Man yang dipegang di tangan.
Untuk mendapatkan kesan seperti Peter Parker setelah pulang sekolah, latar bisa dibuat sederhana, misalnya berada di dalam ruangan dengan lantai marmer abu-abu. Gunakan pencahayaan alami yang lembut agar hasilnya tidak terlihat seperti poster superhero yang terlalu dramatis.
Contoh prompt:
“A realistic high-angle full-body portrait of a young man with messy, textured black wolf-cut hair looking up at the camera. He is wearing a detailed red-and-blue Spider-Man-inspired superhero suit on his upper body, paired with loose casual grey sweatpants and clean white canvas shoes. He carries a black backpack and holds a red superhero mask in his left hand. He is standing indoors on a grey marble tiled floor. Use soft natural window light, realistic skin texture, natural facial expression, cinematic photography, and a casual after-school atmosphere. Preserve the person's facial identity and overall appearance from the reference photo.”
Prompt tersebut dapat dikembangkan sesuai foto yang digunakan. Misalnya, pengguna ingin mempertahankan gaya rambut, bentuk wajah, pose, atau komposisi foto asli. Dalam proses pengeditan, OpenAI menyarankan agar instruksi mengenai bagian yang harus diubah dan bagian yang harus dipertahankan dibuat secara eksplisit.
Bagi pengguna yang menggunakan foto pribadi sebagai referensi, kualitas foto awal juga berpengaruh terhadap hasil. Gunakan gambar dengan wajah yang terlihat jelas, pencahayaan cukup, dan resolusi yang baik. Jika tujuan utamanya mempertahankan kemiripan wajah, instruksi seperti “preserve facial identity” atau “keep the same facial features” dapat membantu mengarahkan proses edit, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada model dan gambar referensi.
ChatGPT Images saat ini mendukung pembuatan gambar baru sekaligus pengeditan gambar yang diunggah. Pengguna bahkan dapat menentukan area tertentu yang ingin diedit melalui alat seleksi atau menjelaskan langsung bagian yang hendak diubah dalam percakapan. Rasio gambar juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Kemampuan tersebut membuat transformasi foto menjadi lebih fleksibel. Misalnya, pengguna dapat meminta hanya pakaian yang diganti sementara wajah, latar, pencahayaan, dan pose dipertahankan. Sebaliknya, seluruh suasana foto juga dapat diubah jika ingin menghasilkan tampilan yang lebih sinematik.
Kunci lainnya adalah melakukan revisi secara bertahap. Jika hasil pertama belum sesuai, jangan langsung mengganti seluruh prompt. Berikan instruksi spesifik seperti memperbaiki pencahayaan, mengubah posisi tubuh, membuat kostum lebih realistis, atau mempertahankan komposisi awal. OpenAI juga merekomendasikan revisi kecil dan terarah untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten.
Dari sisi tren, daya tarik konsep ini tidak hanya berasal dari teknologi AI, tetapi juga momentum film terbaru Spider-Man. Spider-Man: Brand New Day membawa Peter Parker ke fase kehidupan baru. Dalam sinopsis resmi Sony Pictures, Peter menjalani kehidupan sebagai Spider-Man secara penuh di dunia yang sudah tidak mengingat dirinya, sementara tekanan kehidupan tersebut memicu perubahan besar dalam dirinya.
Nuansa Peter Parker yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari itulah yang cocok diterjemahkan ke dalam eksperimen foto AI. Alih-alih membuat karakter sedang berayun di antara gedung pencakar langit, pengguna dapat menampilkan sosok Spider-Man dalam situasi sederhana seperti berjalan pulang, berdiri di dalam ruangan, membawa tas, atau baru selesai menjalani aktivitas sehari-hari.
Hasilnya bisa terasa seperti potongan adegan film, bukan sekadar foto seseorang yang mengenakan kostum superhero.
Namun, pengguna juga perlu memahami bahwa prompt bukan jaminan hasil identik dengan gambar yang dibayangkan. AI tetap dapat melakukan interpretasi terhadap instruksi, terutama ketika banyak elemen visual diminta sekaligus. Karena itu, semakin penting detail yang ingin dipertahankan, semakin jelas pula instruksi tersebut perlu dituliskan.
Jika memakai foto orang lain, pastikan memiliki izin untuk menggunakan dan mengedit kemiripannya. OpenAI juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek likeness atau kemiripan ketika menggunakan foto orang nyata sebagai referensi.
Dengan fitur ChatGPT Images, eksperimen seperti mengubah foto biasa menjadi versi superhero kini dapat dilakukan dalam hitungan menit. Pengguna cukup menyiapkan foto yang sesuai, menjelaskan perubahan yang diinginkan, lalu melakukan beberapa kali penyempurnaan sampai mendapatkan komposisi yang paling mendekati konsep.
Jadi, jika ingin mencoba gaya Spider-Man: Brand New Day, rahasianya bukan sekadar menulis “ubah saya menjadi Spider-Man”. Berikan konteks mengenai kostum, pose, kamera, pencahayaan, latar, ekspresi, serta elemen yang harus tetap dipertahankan. Semakin jelas tujuan visualnya, semakin mudah AI menerjemahkan ide tersebut menjadi gambar.
Editor : Mahendra Aditya