vivo Y05e: Spesifikasi Lengkap, Kelebihan-Kekurangan, dan Harga Rp2 Jutaan, Layak Dibeli?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:53 WIB
vivo Y05e
vivo Y05e

RADAR KUDUS - Vivo Y05e menjadi salah satu pilihan baru di kelas ponsel entry-level yang mengutamakan daya tahan, baterai besar, dan kebutuhan penggunaan harian.

Dijual seharga Rp2.099.000 untuk konfigurasi 4 GB RAM dan 64 GB penyimpanan, ponsel ini menawarkan sejumlah fitur yang cukup menarik di kelas harganya, meski tetap membawa beberapa kompromi yang perlu diketahui sebelum membeli.

Daya tarik utama vivo Y05e bukan terletak pada performa gaming atau kemampuan fotografi, melainkan pada kombinasi bodi tangguh, baterai 5.150 mAh, layar besar 90 Hz, slot microSD terpisah, serta sistem operasi Android 16 dengan OriginOS 6. Di sisi lain, penggunaan penyimpanan eMMC 5.1, kamera yang sederhana, pengisian 15W, dan konektivitas yang masih terbatas pada 4G menjadi catatan penting.

Baca Juga: Review iQOO 15R: Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7.600 mAh, Seberapa Worth It di Harga Rp8 Jutaan?

Secara resmi, vivo membanderol Y05e 4 GB + 64 GB di Indonesia dengan harga Rp2.099.000, sudah termasuk PPN. Pilihan warnanya adalah Biru Cendrawasih dan Hitam Semesta. Harga tersebut juga masih tercantum di toko online resmi vivo Indonesia saat ini.

Dari sisi desain, vivo Y05e justru menawarkan salah satu keunggulan yang cukup sulit ditemukan pada ponsel murah. Bodinya memiliki sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu serta percikan air. vivo juga membekalinya dengan standar MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap berbagai kondisi penggunaan dan benturan.

Ponsel ini memiliki dimensi 167,30 x 76,95 x 8,19 mm dengan bobot 199 gram. Artinya, meski membawa baterai lebih dari 5.000 mAh, dimensinya masih tergolong wajar untuk digunakan sehari-hari. Bagian belakang memakai material dengan finishing Crystalline Matte yang dirancang agar terasa nyaman ketika digenggam sekaligus tidak terlalu mudah memperlihatkan bekas sidik jari.

Untuk pengguna yang sering membawa ponsel ke luar ruangan, ketahanan bodi tersebut menjadi nilai tambah. Namun, sertifikasi IP64 tetap harus dipahami secara tepat. Ponsel ini bukan perangkat yang dirancang untuk direndam dalam air. Perlindungannya lebih ditujukan untuk menghadapi debu dan percikan air, bukan penggunaan di bawah air dalam waktu lama.

Baca Juga: Review iQOO Neo 10: Spesifikasi, Harga, Kelebihan dan Kekurangan, HP Gaming Rp6 Jutaan yang Masih Sangar

Layar vivo Y05e menggunakan panel LCD berukuran 6,74 inci dengan resolusi 1600 x 720 piksel atau HD+. Ukurannya cukup lega untuk menonton YouTube, membaca berita, membuka media sosial, maupun menjalankan aplikasi sehari-hari. Refresh rate-nya dapat mencapai 90 Hz sehingga perpindahan menu dan scrolling terasa lebih mulus dibanding panel 60 Hz.

Kecerahan maksimum yang tercantum di spesifikasi resmi mencapai 570 nits dengan cakupan warna 70 persen NTSC. Angka ini masih tergolong standar untuk kelas entry-level. Di bawah terik matahari, pengguna tentu tidak bisa mengharapkan visibilitas seterang ponsel dengan panel AMOLED atau tingkat kecerahan di atas 1.000 nits.

vivo juga menghadirkan fitur Wet Touch dan Greasy Touch. Teknologi tersebut berguna ketika layar terkena air atau ketika jari dalam kondisi berminyak karena respons sentuhan tetap diupayakan agar tidak mudah terganggu.

Performa menjadi bagian yang perlu ditempatkan secara realistis. vivo Y05e memakai chipset UNISOC T7225 dengan CPU octa-core dan fabrikasi 12 nm. Berdasarkan spesifikasi resmi vivo Indonesia, konfigurasi CPU yang dicantumkan adalah 2 x 1,8 GHz + 6 x 1,8 GHz, sehingga angka 2,0 GHz pada sejumlah informasi lain sebaiknya tidak dijadikan acuan utama.

Chipset tersebut dipadukan dengan RAM 4 GB LPDDR4X dan penyimpanan internal 64 GB berjenis eMMC 5.1. Untuk aktivitas seperti WhatsApp, browsing, media sosial, streaming video, dan aplikasi ringan, konfigurasi tersebut masih memadai.

Namun, jangan berharap vivo Y05e menjadi ponsel gaming. Hardware-nya memang lebih diarahkan untuk kebutuhan dasar. Game ringan masih memungkinkan dimainkan, tetapi game berat akan lebih cocok dijalankan dengan pengaturan grafis rendah dan ekspektasi frame rate yang realistis.

Kelemahan lain terletak pada teknologi penyimpanannya. eMMC 5.1 berada di bawah UFS dalam hal kecepatan akses data. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa ketika hanya menggunakan aplikasi ringan, tetapi perbedaan dapat lebih terlihat saat memasang aplikasi berukuran besar, memindahkan file, atau menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.

Untungnya, vivo tidak membuat pengguna harus puas dengan ruang penyimpanan 64 GB saja. Y05e menyediakan slot microSD khusus yang dapat digunakan untuk memperluas kapasitas hingga 2 TB. Yang menarik, baki kartunya mendukung konfigurasi dua nano-SIM sekaligus kartu microSD. Jadi pengguna tidak perlu mengorbankan salah satu slot SIM hanya untuk menambah ruang penyimpanan.

Baca Juga: iQOO Z11x 5G: Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan HP Rp3 Jutaan dengan Baterai 7.200 mAh

Inilah salah satu kelebihan paling praktis vivo Y05e. Untuk pengguna yang gemar menyimpan foto, video, musik, atau dokumen dalam jumlah banyak, microSD dapat menjadi solusi yang jauh lebih murah dibanding harus langsung membeli ponsel dengan kapasitas internal lebih besar.

Sektor baterai menjadi senjata utama berikutnya. vivo Y05e membawa baterai 5.150 mAh yang tergolong besar untuk kelas harganya. Kapasitas ini dirancang untuk menunjang penggunaan dalam durasi panjang tanpa terlalu sering mencari stopkontak.

vivo mengklaim baterai tersebut mampu digunakan hingga 33 jam untuk pemutaran video, 24 jam untuk mendengarkan musik melalui Spotify, 28 jam untuk melakukan panggilan telepon, dan hingga 11,3 jam untuk bermain game battle royale dalam kondisi pengujian tertentu. Angka tersebut merupakan klaim pabrikan, sehingga daya tahan aktual tetap dapat berubah tergantung jaringan, tingkat kecerahan, aplikasi, suhu, dan pola pemakaian.

Selain kapasitas besar, tersedia fitur Battery Life Extender. Fitur ini dirancang agar ponsel tetap dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu ketika daya baterai sudah berada di level sangat rendah. Ada pula Instant Wake yang memungkinkan perangkat lebih cepat aktif setelah charger disambungkan.

vivo juga mengklaim kesehatan baterai dapat dipertahankan di atas 80 persen hingga empat tahun atau sekitar 1.600 siklus pengisian. Ponsel ini mendukung reverse charging, sehingga dalam kondisi tertentu baterainya dapat digunakan untuk membantu mengisi perangkat lain.

Sayangnya, bagian pengisian daya menjadi salah satu titik yang tidak terlalu agresif. vivo Y05e hanya mendukung pengisian 15W. Dengan baterai 5.150 mAh, waktu pengisian tentu tidak bisa disamakan dengan ponsel yang sudah membawa fast charging 33W, 45W, atau bahkan lebih tinggi.

Untuk pengguna yang lebih mengutamakan daya tahan daripada kecepatan pengisian, hal tersebut mungkin bukan masalah besar. Namun, jika kebiasaan Anda adalah mengisi baterai dalam waktu singkat sebelum bepergian, 15W terasa sebagai salah satu kompromi yang cukup jelas.

Di sektor kamera, vivo Y05e kembali menunjukkan bahwa perangkat ini memang ditujukan untuk kebutuhan dasar. Kamera belakangnya menggunakan sensor utama 8 MP dengan aperture f/2.0 dan autofocus. Kamera depan menggunakan sensor 5 MP dengan aperture f/2.2.

Baca Juga: Infinix GT 50 Pro: Spesifikasi Lengkap, Keunggulan, Kelemahan dan Harga

Konfigurasi tersebut cukup untuk memotret dokumen, foto keluarga, objek di siang hari, atau kebutuhan media sosial sederhana. Namun, pengguna tidak seharusnya mengharapkan hasil setara ponsel kelas menengah, terutama ketika mengambil gambar di kondisi minim cahaya.

Perekaman video kamera belakang mendukung hingga 1080p pada 30 fps. Artinya, kemampuan videonya juga masih berada pada level dasar. Tidak ada kamera ultrawide maupun telefoto yang bisa memberikan fleksibilitas fotografi lebih luas.

Di sisi audio, vivo Y05e justru punya fitur yang cukup menarik untuk kelas entry-level. Ponsel ini masih menyediakan jack audio 3,5 mm sehingga earphone kabel lama dapat langsung digunakan tanpa adaptor. Fitur ini semakin relevan bagi pengguna yang tidak ingin bergantung pada perangkat audio nirkabel.

Ada pula Audio Booster yang diklaim mampu meningkatkan volume hingga 200 persen dari tingkat normal. Fitur seperti ini dapat membantu ketika ponsel digunakan untuk mendengarkan panggilan atau konten audio di lingkungan yang cukup ramai.

Untuk sistem operasi, vivo Y05e sudah menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6 sejak awal. Kehadiran OriginOS 6 menjadi salah satu nilai tambah karena ponsel entry-level ini tidak menggunakan sistem operasi generasi lama.

Antarmukanya membawa sejumlah fitur tambahan, termasuk kemampuan Extended RAM hingga 4 GB. Namun, perlu dipahami bahwa RAM virtual tidak sama dengan RAM fisik. Fitur tersebut memanfaatkan sebagian penyimpanan untuk membantu ketika memori fisik mulai penuh, sehingga jangan menganggap Y05e berubah menjadi ponsel dengan RAM fisik 8 GB.

Konektivitasnya juga masih tergolong standar. vivo Y05e hanya mendukung jaringan hingga 4G dan belum membawa 5G. Untuk Wi-Fi, perangkat mendukung koneksi 2,4 GHz dan 5 GHz serta Bluetooth 5.2. Port fisiknya menggunakan USB Type-C dengan standar USB 2.0.

Absennya NFC juga menjadi catatan. Bagi pengguna yang membutuhkan NFC untuk mengecek saldo kartu uang elektronik atau fungsi lain yang memanfaatkan teknologi tersebut, vivo Y05e bukan pilihan yang tepat.

Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah kapasitas internal 64 GB. Walaupun microSD tersedia hingga 2 TB, penyimpanan internal yang kecil dapat cepat terasa penuh setelah sistem operasi, aplikasi, dan pembaruan terpasang. Penggunaan microSD menjadi hampir wajib bagi pengguna yang banyak menyimpan media.

Jika dibandingkan langsung dengan vivo Y05 yang juga tersedia di Indonesia, Y05e memiliki harga lebih rendah. Di toko resmi vivo, Y05 4 GB + 64 GB tercantum Rp2.299.000, sementara Y05e 4 GB + 64 GB berada di Rp2.099.000. Artinya, terdapat selisih Rp200.000.

Baca Juga: Redmi A7 Pro: Harga Rp1,8 Jutaan, Baterai 6.000 mAh dan Layar 6,9 Inci 120Hz, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Namun, Y05 justru memiliki baterai 6.500 mAh, sedangkan Y05e 5.150 mAh. Keduanya sama-sama menggunakan chipset T7225, layar 6,74 inci HD+, RAM 4 GB, dan pengisian 15W. Karena itu, pilihan antara keduanya sangat bergantung pada prioritas pengguna: Y05e lebih murah dan lebih ringan, sementara Y05 menawarkan baterai yang lebih besar.

Secara keseluruhan, vivo Y05e merupakan ponsel yang cukup masuk akal jika kebutuhan utama berada pada komunikasi, media sosial, streaming, browsing, belajar, dan penggunaan sehari-hari. Harga Rp2.099.000 menjadi daya tarik utama karena pengguna mendapatkan baterai 5.150 mAh, layar 90 Hz berukuran besar, IP64, ketahanan MIL-STD-810H, Android 16, jack audio 3,5 mm, serta slot microSD terpisah.

Namun, ponsel ini bukan pilihan yang ideal bagi pengguna yang mencari performa tinggi, kamera mumpuni, koneksi 5G, NFC, atau pengisian baterai supercepat. Penyimpanan eMMC 5.1 dan kapasitas internal 64 GB juga menjadi pengingat bahwa perangkat ini memang ditempatkan di kelas entry-level.

Dengan demikian, kekuatan vivo Y05e bukan pada spesifikasi yang bombastis, melainkan pada bagaimana vivo memilih fitur yang paling relevan untuk pengguna dengan anggaran terbatas. Jika prioritas Anda adalah ponsel murah yang tahan digunakan, baterainya awet, layarnya besar, dan masih menyediakan microSD serta jack audio, Y05e layak masuk daftar pertimbangan. Sebaliknya, jika performa, kamera, dan konektivitas modern menjadi prioritas utama, ada baiknya menambah anggaran dan melirik kelas ponsel yang lebih tinggi.

Editor : Mahendra Aditya
vivo Y05e harga vivo Y05e spesifikasi vivo Y05e vivo Y05e 4GB 64GB kelebihan kekurangan vivo Y05e