Review iQOO 15R: Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7.600 mAh, Seberapa Worth It di Harga Rp8 Jutaan?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:41 WIB
iQOO 15R
iQOO 15R

RADAR KUDUS - iQOO 15R menjadi salah satu smartphone yang cukup agresif di pasar Indonesia pada 2026. Bukan hanya karena membawa chipset Snapdragon 8 Gen 5, tetapi juga karena iQOO berhasil menggabungkan performa kelas atas dengan baterai 7.600 mAh dalam bodi yang relatif tipis.

Saat diperkenalkan di Indonesia pada 25 Februari 2026, iQOO 15R dibanderol mulai Rp7.299.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Sementara varian 12 GB/256 GB dipasarkan Rp7.999.000 dan versi 12 GB/512 GB Rp8.999.000. iQOO menempatkan perangkat ini tepat di bawah iQOO 15 sebagai model yang mengejar performa flagship dengan harga yang lebih rasional.

Namun, memasuki Agustus 2026, harga yang tercantum untuk pasar Indonesia berada di kisaran Rp8.699.000 untuk varian 8 GB/256 GB, Rp9.999.000 untuk 12 GB/256 GB, dan Rp11.899.000 untuk 12 GB/512 GB. Artinya, calon pembeli perlu memperhatikan harga aktual di kanal penjualan karena promo dan perubahan harga dapat membuat selisihnya cukup besar.

Di atas kertas, iQOO 15R memang terlihat seperti ponsel yang sengaja dibuat untuk pengguna yang tidak mau memilih antara performa dan daya tahan baterai. Snapdragon 8 Gen 5 menjadi otaknya, sementara Supercomputing Chip Q2 bertugas membantu sejumlah pekerjaan terkait gaming dan pemrosesan grafis.

Baca Juga: Review iQOO Neo 10: Spesifikasi, Harga, Kelebihan dan Kekurangan, HP Gaming Rp6 Jutaan yang Masih Sangar

Snapdragon 8 Gen 5 sendiri perlu dibedakan dari Snapdragon 8 Elite Gen 5. iQOO 15R tidak menggunakan versi Elite yang menjadi pilihan untuk perangkat flagship paling tinggi. Meski begitu, Snapdragon 8 Gen 5 tetap merupakan chipset kelas atas dan memberikan tenaga yang jauh di atas mayoritas ponsel kelas menengah.

Di dalamnya terdapat konfigurasi CPU berbasis Qualcomm Oryon, sementara pemrosesan grafis dipercayakan kepada Adreno 829. Kombinasi ini membuat aktivitas berat seperti multitasking, editing, gaming dan aplikasi produktivitas berjalan sangat responsif.

Nilai tambahnya adalah kehadiran Supercomputing Chip Q2 buatan iQOO. Chip tambahan ini dirancang untuk membantu pengalaman gaming melalui fitur seperti interpolasi frame dan peningkatan resolusi. Dalam skenario tertentu, teknologi tersebut dapat membuat permainan terasa lebih mulus tanpa seluruh beban pemrosesan harus ditanggung chipset utama.

Pengalaman review independen juga menunjukkan bahwa fokus performa iQOO 15R bukan sekadar angka benchmark. Jagat Gadget menilai perangkat ini sebagai ponsel yang mengedepankan performa tinggi, layar 144 Hz, baterai 7.600 mAh dan desain yang relatif ringkas.

Agar performa tinggi tersebut tidak cepat turun akibat panas, iQOO memasang sistem pendingin 6.5K IceCore. Vapor chamber berukuran sekitar 6.500 mm² menjadi salah satu komponen utamanya.

Menurut klaim iQOO, sistem pendingin ini mampu membantu menurunkan suhu inti CPU hingga 15 derajat Celsius dalam waktu 10 menit. Struktur pendingin juga dirancang untuk menyebarkan panas dari area prosesor dengan lebih cepat.

Ini penting karena smartphone dengan chipset kelas atas tidak cukup hanya mempunyai performa tinggi. Kemampuan mempertahankan performa ketika digunakan dalam waktu lama justru menjadi faktor yang lebih menentukan, terutama bagi gamer yang memainkan game berat secara terus-menerus.

Untuk kebutuhan gaming, iQOO 15R juga memiliki fitur bypass charging. Ketika ponsel digunakan sambil terhubung ke charger, daya dapat dialirkan langsung ke sistem sehingga beban terhadap baterai dapat dikurangi. Fitur ini sangat relevan untuk pengguna yang sering bermain game dalam kondisi perangkat sedang diisi daya.

Salah satu alasan utama iQOO 15R menarik perhatian adalah baterainya. Kapasitas 7.600 mAh membuatnya berada jauh di atas angka yang umum ditemukan pada smartphone flagship konvensional.

Baca Juga: iQOO Z11x 5G: Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan HP Rp3 Jutaan dengan Baterai 7.200 mAh

Kapasitas besar tersebut menggunakan teknologi baterai silikon-karbon sehingga iQOO dapat mempertahankan bodi yang relatif tipis. Dimensinya sekitar 157,6 x 74,2 x 7,9 mm dengan bobot sekitar 200-an gram, tergantung varian. Review Beebom juga menyoroti desainnya yang relatif ringkas dibandingkan banyak ponsel gaming pada generasinya.

Dalam penggunaan normal, kapasitas sebesar ini memberikan ruang napas yang sangat panjang. Untuk gamer, kapasitas tersebut juga mengurangi frekuensi harus mencari charger ketika bermain dalam waktu lama.

iQOO melengkapinya dengan 100W FlashCharge. Jadi, baterai besar tersebut tidak berarti pengguna harus menunggu terlalu lama ketika melakukan pengisian ulang.

Selain fast charging, tersedia pula reverse charging dan bypass charging. Kelengkapan tersebut membuat sistem daya iQOO 15R tidak hanya mengejar kapasitas besar, tetapi juga fleksibilitas penggunaan.

Bagian yang tidak kalah menarik adalah layar. iQOO 15R memakai panel AMOLED berukuran 6,59 inci dengan resolusi sekitar 1,5K dan refresh rate hingga 144 Hz.

Kombinasi resolusi tinggi dan refresh rate tersebut membuat layar cocok untuk dua kebutuhan sekaligus: konsumsi konten dan gaming. Animasi terlihat lebih halus, sementara tingkat ketajaman layar cukup tinggi untuk menampilkan detail game maupun video.

Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 5.000 nits, meskipun angka peak seperti ini tidak sama dengan tingkat kecerahan yang terus-menerus dapat digunakan pada seluruh kondisi. Untuk pemakaian luar ruangan, iQOO tetap menyediakan mode kecerahan tinggi hingga sekitar 1.800 nits.

Panel tersebut juga mendukung warna 10-bit, HDR10+, gamut warna P3 serta sejumlah teknologi perlindungan mata. PWM dimming hingga 4.320 Hz dan sertifikasi SGS Low Blue Light menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Respons sentuh juga menjadi bagian penting untuk gaming. iQOO mengklaim instant touch sampling rate dapat mencapai 3.200 Hz pada kondisi tertentu. Angka ini ditujukan untuk mempercepat respons sentuhan ketika bermain game kompetitif.

Dari sektor kamera, iQOO 15R menunjukkan bahwa perangkat ini tidak sepenuhnya mengabaikan kebutuhan fotografi. Kamera utama menggunakan sensor Sony LYT-700V beresolusi 50 MP dengan aperture f/1.88, PDAF dan OIS.

Kamera tersebut menjadi kamera yang paling bisa diandalkan untuk pemotretan sehari-hari. OIS juga membantu mengurangi guncangan ketika mengambil gambar maupun merekam video.

Baca Juga: Redmi A7 Pro: Harga Rp1,8 Jutaan, Baterai 6.000 mAh dan Layar 6,9 Inci 120Hz, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Di bagian belakang terdapat kamera ultrawide 8 MP. Kamera ini berguna ketika pengguna membutuhkan bidang pandang lebih luas, tetapi resolusinya menjadi salah satu titik kompromi iQOO 15R.

Kamera depannya memiliki resolusi 32 MP. Menariknya, baik kamera utama maupun kamera selfie sama-sama mendukung perekaman video hingga 4K 60fps. Fitur tersebut membuat iQOO 15R cukup fleksibel untuk pengguna yang bermain game sekaligus membuat konten.

Untuk sebuah ponsel yang lebih mengutamakan performa, kemampuan video 4K 60fps pada kedua kamera merupakan nilai tambah yang cukup menarik.

Dari sisi software, iQOO 15R menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. iQOO Indonesia menjanjikan hingga empat kali pembaruan Android dan enam tahun pembaruan keamanan. Komitmen tersebut menjadi salah satu bagian penting karena masa pakai smartphone kini semakin panjang.

OriginOS 6 juga membawa berbagai fitur lintas perangkat. Salah satunya One-Tap Transfer yang memudahkan pemindahan data. Ekosistem vivo Office Kit turut menghadirkan fungsi seperti Cross-Device File Transfer, Task Handoff dan Super Clipboard untuk pengguna yang bekerja dengan beberapa perangkat.

Buat pengguna yang tidak hanya memakai smartphone untuk bermain game, fitur tersebut membuat iQOO 15R lebih masuk akal sebagai perangkat produktivitas.

Konektivitasnya juga tergolong lengkap. Wi-Fi 7, Bluetooth generasi baru, NFC, infrared, GPS multi-sistem dan jaringan 5G sudah tersedia. Sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar juga menjadi fitur yang menarik karena umumnya teknologi biometrik semacam ini lebih sering ditemukan pada perangkat kelas premium.

Desain menjadi kejutan lain dari iQOO 15R. Smartphone dengan baterai 7.600 mAh biasanya identik dengan bodi tebal dan berat, tetapi perangkat ini tetap berada di kisaran ketebalan 8 mm.

Material aluminium pada frame dan kaca pada bagian depan serta belakang memberikan kesan yang lebih premium. iQOO juga membekali perangkat dengan sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air.

Artinya, perangkat memiliki perlindungan lebih baik ketika menghadapi cipratan maupun kondisi lingkungan yang basah. Namun, sertifikasi IP tetap bukan alasan untuk sengaja merendam smartphone di luar kondisi pengujian yang ditentukan.

Baca Juga: Redmi Note 15: Spesifikasi Lengkap, Harga Rp2,8 Jutaan, Layar AMOLED 120Hz dan Baterai 6.000 mAh, Layak Dibeli?

Meski daftar spesifikasinya agresif, iQOO 15R bukan perangkat tanpa kompromi.

Kekurangan paling jelas ada pada kamera ultrawide 8 MP. Di saat kamera utama sudah menggunakan sensor Sony 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide terasa seperti bagian yang sengaja ditekan untuk menjaga harga dan fokus produk.

Perangkat ini juga tidak memiliki kamera telefoto khusus. Pengguna yang gemar melakukan zoom atau fotografi jarak jauh tentu akan mendapatkan fleksibilitas lebih rendah dibandingkan smartphone yang menyediakan lensa telefoto optik.

Kompromi berikutnya adalah port USB Type-C yang masih menggunakan standar USB 2.0. Untuk aktivitas biasa, keterbatasan ini tidak akan terlalu terasa. Namun bagi pengguna yang sering memindahkan file video berukuran besar ke komputer, kecepatannya jelas kalah dibandingkan perangkat dengan USB 3.x.

USB 2.0 juga membuat iQOO 15R tidak memiliki kemampuan display-out melalui USB-C seperti yang bisa ditemukan pada perangkat dengan standar USB yang lebih tinggi.

iQOO 15R juga belum menyediakan eSIM. Bagi pengguna yang hanya memakai kartu SIM fisik, hal ini mungkin bukan persoalan. Namun pengguna yang sering bepergian ke luar negeri atau mengandalkan beberapa profil operator digital akan lebih diuntungkan oleh smartphone yang sudah mendukung eSIM.

Ada pula catatan dari sisi harga. Saat peluncuran, banderol mulai Rp7.299.000 membuat iQOO 15R terlihat sangat agresif. Namun jika harga aktual sudah bergerak ke Rp8 jutaan hingga Rp11 jutaan, pertimbangan terhadap kompetitor menjadi semakin penting.

Pada akhirnya, iQOO 15R bukan smartphone yang mencoba menjadi juara di setiap sektor. Strateginya jauh lebih jelas: memberikan performa kelas flagship, baterai sangat besar, layar cepat dan sistem pendingin serius dengan harga yang pada awal peluncuran masih berada di kisaran Rp7 jutaan.

Kekuatan terbesarnya ada pada Snapdragon 8 Gen 5, Supercomputing Chip Q2, baterai 7.600 mAh, pengisian 100W, layar AMOLED 144 Hz, sistem pendingin 6.5K IceCore serta dukungan software yang panjang.

Sebaliknya, sektor kamera ultrawide yang hanya 8 MP, absennya telefoto, USB Type-C 2.0 dan belum adanya eSIM menunjukkan bahwa iQOO memang memilih mengalokasikan anggaran terbesar untuk performa.

Jadi, jika prioritas utama adalah gaming, multitasking berat, baterai awet dan pengalaman layar yang cepat, iQOO 15R merupakan salah satu paket yang sangat menarik di kelasnya. Bahkan review independen juga menempatkan performa, baterai dan layar sebagai kekuatan utama perangkat ini.

Namun, jika kamera merupakan pertimbangan utama atau Anda membutuhkan transfer file supercepat melalui kabel, ada kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Dengan kata lain, iQOO 15R bukan sekadar smartphone dengan spesifikasi tinggi di atas kertas. Perangkat ini punya positioning yang jelas: membawa pengalaman performa flagship ke harga yang lebih terjangkau, lalu menambahkan baterai monster agar pengguna tidak harus terus-menerus mencari charger.

Untuk pengguna yang mengejar performa terlebih dahulu, itulah daya tarik terbesar iQOO 15R.

Editor : Mahendra Aditya
iQOO 15R harga iQOO 15R spesifikasi iQOO 15R iQOO 15R Snapdragon 8 Gen 5 review iQOO 15R