RADAR KUDUS - iQOO Neo 10 masih menjadi salah satu smartphone menarik bagi pengguna yang mencari performa tinggi tanpa harus masuk ke kelas flagship dengan harga belasan juta rupiah. Senjata utamanya bukan kamera, melainkan kombinasi Snapdragon 8s Gen 4, Supercomputing Chip Q1, layar AMOLED 144 Hz, baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 120W.
Di Indonesia, iQOO Neo 10 resmi diperkenalkan pada Juni 2025 dengan harga awal Rp5.999.000 untuk varian 8 GB + 256 GB, Rp6.499.000 untuk 12 GB + 256 GB, dan Rp7.499.000 untuk konfigurasi 16 GB + 512 GB.
Dengan perkembangan harga di pasar, varian 8 GB + 256 GB yang berada di kisaran Rp6 jutaan menjadi salah satu konfigurasi yang paling menarik untuk dipertimbangkan. Namun, semakin banyak ponsel baru bermunculan, sehingga pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah iQOO Neo 10 kencang, melainkan apakah spesifikasinya masih sepadan dengan uang yang dikeluarkan.
Baca Juga: iQOO Z11x 5G: Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan HP Rp3 Jutaan dengan Baterai 7.200 mAh
Dari sisi performa, jawabannya cenderung positif.
iQOO Neo 10 menggunakan Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 yang dibuat dengan proses fabrikasi 4 nm. Chipset tersebut dipadukan dengan GPU Adreno 825 dan menjadi salah satu alasan utama mengapa perangkat ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi.
Yang membuatnya semakin menarik adalah keberadaan Supercomputing Chip Q1 buatan iQOO. Chip tambahan tersebut dirancang untuk membantu pengolahan grafis, interpolasi frame dan resolusi dalam game tertentu. iQOO sendiri mencantumkan kemampuan gaming hingga 144 FPS pada skenario game yang mendukung teknologi tersebut.
iQOO mengklaim Neo 10 mampu mencetak skor lebih dari 2,42 juta pada AnTuTu dalam pengujian internal. Angka tersebut berasal dari varian tertentu dan lingkungan pengujian laboratorium, sehingga skor pada perangkat pengguna bisa berbeda.
Untuk gamer, performa tinggi saja belum cukup. Ponsel juga harus mampu mempertahankan performanya ketika digunakan dalam waktu lama.
Karena itu, iQOO memasang sistem pendingin 7K Ultra VC dengan area vapor chamber sekitar 7.000 mm². Sistem tersebut dirancang untuk membantu membuang panas ketika prosesor bekerja keras, terutama saat bermain game dalam durasi panjang.
Kombinasi Snapdragon 8s Gen 4, Q1 dan sistem pendingin tersebut menjadi kekuatan terbesar Neo 10. Untuk game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Call of Duty Mobile maupun game berat lainnya, perangkat ini memiliki fondasi hardware yang jauh lebih serius dibandingkan smartphone kelas menengah biasa.
Tidak kalah menarik adalah sektor memori. iQOO menggunakan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Untuk varian 256 GB dan 512 GB, teknologi UFS 4.1 menawarkan kemampuan baca-tulis yang lebih modern sehingga membantu mempercepat proses membuka aplikasi, memindahkan data dan memuat game.
Pilihan memorinya juga tergolong lega. Di Indonesia, Neo 10 hadir dalam konfigurasi hingga 16 GB RAM dan 512 GB penyimpanan. Kapasitas seperti ini membuat pengguna tidak perlu terlalu khawatir kehabisan ruang dalam waktu singkat, terutama jika sering menyimpan game berukuran besar, video dan berbagai file multimedia.
Beralih ke layar, iQOO Neo 10 membawa panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K atau 1260 x 2800 piksel. Refresh rate-nya mencapai 144 Hz, sehingga animasi dan perpindahan tampilan terasa sangat halus.
Baca Juga: Cari HP Rp5 Jutaan dengan Kamera Mirip iPhone? Ini Rekomendasi Terbaik Tahun 2026
Refresh rate tinggi tersebut bukan hanya berguna untuk gaming. Scrolling media sosial, membuka menu dan berpindah aplikasi juga terasa lebih responsif dibandingkan panel 60 Hz.
Layar ini juga mendukung teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan mata, termasuk PWM dimming hingga 4.320 Hz serta penyesuaian tingkat kecerahan untuk mengurangi kelelahan visual.
Untuk penggunaan luar ruangan, iQOO mencantumkan tingkat kecerahan tinggi dengan 2.000 nit pada mode HBM dan angka peak yang lebih tinggi pada kondisi tertentu. Namun, angka peak tidak seharusnya disamakan dengan tingkat kecerahan yang terus-menerus dapat dipertahankan layar.
Untuk perangkat gaming, layar 144 Hz menjadi kombinasi yang sangat masuk akal dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan Q1. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua game mampu berjalan pada 144 FPS. Fitur frame rate tinggi juga bergantung pada dukungan game dan optimasi perangkat lunak.
Sektor baterai menjadi keunggulan lain yang sulit diabaikan. iQOO Neo 10 membawa baterai 7.000 mAh berbasis teknologi BlueVolt Silicon. Kapasitas sebesar ini memberikan ruang besar untuk penggunaan seharian, termasuk gaming, streaming dan multitasking.
Yang membuatnya semakin menarik adalah baterai jumbo tersebut dikemas dalam bodi dengan ketebalan sekitar 8,09 mm dan bobot sekitar 206 gram.
Untuk mengisi baterai besar tersebut, tersedia FlashCharge 120W. iQOO menyebut pengisian dapat mencapai 50 persen dalam waktu belasan menit dan penuh sekitar 36 menit dalam kondisi pengujian tertentu. Pada materi resmi Indonesia, kecepatan pengisian harus dipahami sebagai hasil pengujian laboratorium sehingga waktu aktual dapat berbeda tergantung suhu, kondisi baterai dan penggunaan.
Ada pula fitur Bypass Charging. Fitur ini sangat relevan bagi gamer karena daya dari charger dapat dialirkan langsung ke sistem pada skenario tertentu tanpa harus terus-menerus mengisi baterai. Tujuannya adalah mengurangi panas dan menjaga kesehatan baterai ketika ponsel digunakan sambil terhubung ke charger.
Neo 10 juga mendukung reverse charging serta protokol PPS dan PD hingga 100W untuk pengisian perangkat lain yang kompatibel.
Namun, ada satu fitur yang absen dan cukup mudah ditemukan pada smartphone kelas atas: wireless charging.
Bagi pengguna yang terbiasa dengan pengisian nirkabel, ketiadaan fitur ini menjadi salah satu kekurangan. Meski demikian, untuk ponsel yang fokus pada gaming, absennya wireless charging masih bisa dimaklumi karena iQOO lebih mengutamakan kapasitas baterai besar dan charging 120W.
Untuk kamera, iQOO Neo 10 menggunakan konfigurasi kamera ganda. Kamera utama beresolusi 50 MP dengan dukungan OIS, sedangkan kamera kedua merupakan ultrawide 8 MP. Kamera depan memiliki resolusi 32 MP.
Baca Juga: Infinix GT 50 Pro: Spesifikasi Lengkap, Keunggulan, Kelemahan dan Harga
Kamera utama dengan OIS menjadi nilai tambah ketika mengambil foto dalam kondisi minim cahaya atau merekam video sambil bergerak. Kamera ultrawide juga memberikan fleksibilitas lebih ketika memotret lanskap, ruangan atau foto grup.
Kemampuan videonya pun cukup serius. Kamera utama dan kamera depan mendukung perekaman hingga 4K 60 fps pada skenario yang didukung.
Namun, kamera bukanlah sektor yang menjadi alasan utama membeli Neo 10. Jika dibandingkan dengan smartphone yang memang mengutamakan fotografi, konfigurasi dua kamera ini tergolong sederhana. Tidak ada telefoto dan kemampuan kamera ultrawide 8 MP juga bukan yang paling tinggi di kelasnya.
Jadi, Neo 10 lebih tepat disebut sebagai smartphone performance gaming yang mempunyai kamera cukup baik, bukan camera phone yang kebetulan bisa digunakan bermain game.
Dari sisi konektivitas, perangkat ini sudah cukup lengkap. Tersedia Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, infrared, GPS dan dukungan jaringan 5G. Wi-Fi 7 menjadi keuntungan tersendiri bagi pengguna yang memiliki router kompatibel dan membutuhkan koneksi dengan latensi rendah.
Sensor gyroscope juga tersedia sehingga mendukung pengalaman bermain game FPS yang memanfaatkan kontrol gerakan.
Untuk keamanan, fingerprint berada di bawah layar. Perangkat juga menggunakan speaker stereo sehingga pengalaman multimedia tidak hanya mengandalkan satu kanal suara.
Soal ketahanan, Neo 10 memiliki sertifikasi IP65. Artinya perangkat memiliki perlindungan terhadap debu dan semprotan air dari arah tertentu, tetapi bukan smartphone yang dirancang untuk direndam.
Hal ini penting karena klaim “tahan air” sering disalahartikan sebagai aman dibawa berenang atau direndam. IP65 tidak memberikan perlindungan seperti perangkat dengan sertifikasi IP67 atau IP68 untuk perendaman.
Selain itu, perangkat memiliki klaim ketahanan terhadap benturan berdasarkan pengujian standar tertentu. Namun, sertifikasi ketahanan tidak berarti ponsel mustahil rusak jika terjatuh.
Untuk sistem operasi, iQOO Neo 10 diluncurkan dengan Android 15 dan Funtouch OS 15. iQOO menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi Android serta empat tahun pembaruan keamanan.
Artinya, dari sisi umur software, Neo 10 masih cukup kompetitif untuk pengguna yang berencana memakai perangkat selama beberapa tahun.
Desain juga menjadi salah satu aspek yang cukup menarik. Bodinya hanya sekitar 8,09 mm dengan bobot 206 gram, angka yang cukup masuk akal mengingat baterai 7.000 mAh yang dibawanya.
Pilihan warna dan desain belakang dibuat agar terlihat agresif tetapi tetap cocok digunakan sebagai ponsel harian. Untuk pengguna yang tidak menyukai smartphone gaming dengan desain terlalu mencolok, Neo 10 masih relatif mudah diterima.
Namun, ada beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan sebelum membeli.
Pertama, tidak ada slot microSD. Jadi, kapasitas penyimpanan tidak dapat diperbesar setelah pembelian. Karena tersedia opsi hingga 512 GB, persoalan ini mungkin tidak terlalu mengganggu bagi sebagian besar pengguna, tetapi tetap menjadi catatan bagi mereka yang menyimpan banyak file.
Kedua, tidak tersedia jack audio 3,5 mm. Pengguna earphone kabel harus menggunakan perangkat USB-C atau adaptor, sedangkan alternatif lainnya adalah memakai earphone Bluetooth.
Ketiga, wireless charging tidak tersedia. Charging 120W memang jauh lebih cepat untuk penggunaan sehari-hari, tetapi pengguna yang menginginkan ekosistem pengisian nirkabel harus mencari alternatif lain.
Keempat, kualitas kamera belum menjadi yang terbaik di kelasnya. Kamera utama 50 MP dengan OIS memang menjanjikan, tetapi konfigurasi ultrawide 8 MP dan absennya kamera telefoto menunjukkan bahwa prioritas iQOO tetap berada pada performa.
Kelima, speaker stereo yang dibawa Neo 10 cukup untuk konsumsi multimedia, tetapi bukan sektor yang paling menonjol dari perangkat ini. Pengguna yang sangat memperhatikan kualitas audio mungkin akan menemukan ponsel lain dengan karakter suara yang lebih kuat.
Jika melihat keseluruhan paket, iQOO Neo 10 memiliki formula yang sangat jelas: performa flagship-style dengan harga yang lebih terjangkau.
Snapdragon 8s Gen 4 menjadi pusat kekuatannya, kemudian Q1 membantu kebutuhan grafis gaming, sistem pendingin 7K Ultra VC menjaga suhu, AMOLED 144 Hz memberikan tampilan cepat, sementara baterai 7.000 mAh dan charging 120W membuat perangkat sanggup menemani sesi penggunaan panjang.
Harga awal Rp5.999.000 untuk 8 GB + 256 GB membuat Neo 10 cukup agresif ketika pertama kali masuk Indonesia. Pada konfigurasi 12 GB + 256 GB, harga awalnya Rp6.499.000, sedangkan varian 16 GB + 512 GB berada di Rp7.499.000.
Jika saat ini mendapatkan varian 8 GB + 256 GB di kisaran Rp6 jutaan, perangkat ini masih menarik terutama untuk gamer. Namun, jika harga sudah mendekati varian dengan RAM lebih besar, konfigurasi 12 GB atau 16 GB dapat menjadi pilihan lebih menarik untuk pemakaian jangka panjang.
Kesimpulannya, iQOO Neo 10 bukan smartphone yang sempurna, tetapi sangat jelas tahu apa yang ingin ditawarkan. Ia mengorbankan beberapa fitur seperti wireless charging, microSD, jack audio dan konfigurasi kamera kelas flagship demi mengejar performa, gaming, baterai dan kecepatan pengisian.
Bagi gamer atau pengguna yang mengutamakan performa, iQOO Neo 10 masih layak menjadi salah satu kandidat kuat di kelas Rp6 jutaan. Sementara bagi pengguna yang lebih mementingkan fotografi, audio premium atau fitur flagship yang lengkap, ada beberapa kompromi yang harus diterima.
Spesifikasi iQOO Neo 10:
-
Layar: AMOLED 6,78 inci, 1,5K, 144 Hz
-
Resolusi: 1260 x 2800 piksel
-
Chipset: Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4
-
GPU: Adreno 825
-
Chip tambahan: iQOO Supercomputing Chip Q1
-
RAM: hingga 16 GB LPDDR5X
-
Penyimpanan: hingga 512 GB UFS 4.1
-
Kamera utama: 50 MP dengan OIS
-
Kamera ultrawide: 8 MP
-
Kamera depan: 32 MP
-
Video: hingga 4K 60 fps
-
Baterai: 7.000 mAh BlueVolt Silicon
-
Pengisian cepat: 120W FlashCharge
-
Bypass Charging: tersedia
-
NFC: tersedia
-
Infrared: tersedia
-
Wi-Fi: hingga Wi-Fi 7
-
Bluetooth: 5.4
-
Jaringan: 5G
-
Sistem operasi saat rilis: Android 15 + Funtouch OS 15
-
Ketahanan: IP65
-
Ketebalan: sekitar 8,09 mm
-
Bobot: sekitar 206 gram
-
Warna: tergantung pasar/varian.
Harga iQOO Neo 10 di Indonesia: harga peluncuran resmi dimulai dari Rp5.999.000 untuk 8 GB + 256 GB, Rp6.499.000 untuk 12 GB + 256 GB, dan Rp7.499.000 untuk 16 GB + 512 GB.
Editor : Mahendra Aditya