RADAR KUDUS - Infinix GT 50 Pro datang sebagai smartphone yang jelas-jelas membidik gamer, tetapi mencoba keluar dari stigma bahwa ponsel gaming hanya unggul di performa.
Perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate 4nm, layar AMOLED 1.5K 144Hz, sistem pendingin HydroFlow Liquid Cooling, GT Trigger berbasis pressure-sense, serta baterai 6.500 mAh.
Di Indonesia, Infinix GT 50 Pro resmi tersedia mulai April 2026 dengan dua pilihan memori. Varian 12GB RAM + 256GB dibanderol Rp6.999.000, sedangkan model 12GB + 512GB dibanderol Rp7.999.000. Pada masa first sale, harganya masing-masing ditawarkan Rp6.499.000 dan Rp7.499.000.
Saat ini harga di sejumlah kanal penjualan dapat lebih rendah atau berbeda dari harga ritel resmi. Sebagai gambaran, daftar marketplace yang diperbarui Juli 2026 menunjukkan kisaran sekitar Rp6,25 juta hingga Rp7,8 juta tergantung varian dan penjual. Karena itu, konsumen perlu membedakan harga resmi, harga promo, dan harga marketplace ketika membandingkan.
Desain gaming yang tetap relatif ramping
Infinix GT 50 Pro memiliki dimensi 162,44 x 77,23 x 8,15 mm dengan bobot sekitar 198 gram.
Untuk smartphone yang membawa baterai 6.500 mAh dan sistem pendingin khusus gaming, ketebalan 8,15 mm dan bobot di bawah 200 gram tergolong cukup menarik.
Infinix menyediakan tiga pilihan warna, yakni Black Abyss, Red Blaze dan Silver Glacier.
Desainnya tetap mempertahankan identitas lini GT dengan tampilan futuristis yang ditujukan untuk gamer. Elemen pencahayaan Mechanical Lights Wave di bagian belakang juga memberikan karakter visual yang berbeda dari smartphone konvensional.
Namun desain gaming semacam ini bersifat subjektif. Bagi gamer, tampilannya bisa menjadi daya tarik. Sebaliknya, pengguna yang menginginkan ponsel dengan desain minimalis untuk kebutuhan profesional mungkin menganggapnya terlalu agresif.
Dimensity 8400 Ultimate menjadi mesin utama
Performa adalah salah satu alasan terbesar membeli GT 50 Pro.
Smartphone ini menggunakan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate, chipset berbasis proses manufaktur 4nm.
CPU-nya terdiri dari delapan core Cortex-A725 dengan kecepatan hingga 3,25GHz, sementara pengolahan grafis dipercayakan kepada Mali-G720 MC7.
Konfigurasi tersebut membuat GT 50 Pro berada di kelas performa yang jauh lebih serius dibanding smartphone kelas menengah biasa.
Untuk game kompetitif seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Honor of Kings dan berbagai judul berat lainnya, perangkat ini mempunyai fondasi hardware yang kuat.
Kekuatan Dimensity 8400 Ultimate juga tidak hanya terasa saat bermain game. Multitasking, editing foto-video, menjalankan banyak aplikasi, hingga penggunaan aplikasi berat dapat ditangani dengan lebih percaya diri.
Namun perlu dicatat, performa aktual sebuah smartphone tidak hanya ditentukan chipset. Temperatur, optimasi game, software, kapasitas RAM, sistem pendinginan dan kondisi baterai juga memengaruhi hasil akhir.
RAM 12GB dan UFS 4.1
Infinix GT 50 Pro tersedia dengan 12GB RAM LPDDR5X.
Ada pula fitur extended RAM hingga tambahan 12GB yang memanfaatkan sebagian ruang penyimpanan.
Dengan demikian, sistem dapat menampilkan kapasitas hingga 24GB secara virtual. Namun tambahan tersebut bukan pengganti RAM fisik 12GB karena menggunakan storage sebagai memori tambahan.
Untuk penyimpanan, Infinix menggunakan UFS 4.1.
Ini menjadi salah satu spesifikasi penting karena UFS 4.1 menawarkan teknologi penyimpanan generasi lebih baru yang mendukung transfer data lebih cepat dan respons perangkat yang lebih baik dibanding teknologi storage kelas bawah.
Pilihan kapasitasnya:
-
12GB + 256GB
-
12GB + 512GB
Bagi gamer yang memasang banyak game berukuran puluhan gigabyte, varian 512GB menjadi pilihan yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
HydroFlow Liquid Cooling untuk gaming panjang
Performa tinggi akan menjadi kurang berarti jika smartphone cepat panas.
Karena itu, Infinix memasang sistem HydroFlow Liquid Cooling pada GT 50 Pro.
Sistem pendinginan tersebut dirancang untuk membantu membuang panas dari komponen utama ketika perangkat bekerja dalam beban tinggi, terutama saat bermain game dalam waktu lama.
GT 50 Pro juga menggunakan vapor chamber dengan area yang luas untuk membantu menyebarkan panas.
Konsep ini penting karena temperatur tinggi dapat menyebabkan throttling, yaitu penurunan performa ketika sistem menurunkan kecepatan komponen untuk menjaga suhu.
Dengan sistem pendingin yang lebih serius, GT 50 Pro mempunyai peluang lebih baik untuk mempertahankan performa ketika digunakan dalam sesi gaming panjang.
Namun cooling system tidak berarti perangkat akan selalu dingin. Game berat dengan frame rate tinggi tetap menghasilkan panas, terutama ketika dimainkan sambil mengisi daya atau dalam kondisi lingkungan panas.
GT Trigger menghadirkan kontrol seperti konsol
Salah satu fitur yang paling membedakan GT 50 Pro adalah Pressure-Sense GT Trigger.
Tombol ini dirancang untuk memberikan kontrol tambahan ketika bermain game.
Teknologi pressure-sense memungkinkan tombol membaca tingkat tekanan sehingga gamer tidak hanya mendapatkan fungsi tap, tetapi juga dapat memanfaatkan tekanan yang berbeda untuk fungsi tertentu.
Fitur tersebut sangat berguna untuk game shooter dan game kompetitif karena jari pemain dapat memperoleh kontrol tambahan tanpa harus sepenuhnya mengandalkan tombol virtual di layar.
Infinix juga menempatkan fitur ini sebagai bagian dari ekosistem gaming dengan konsep seperti Tap Aim & Press Fire.
Bagi gamer serius, keberadaan tombol pemicu fisik atau berbasis pressure-sense dapat menjadi keunggulan yang jauh lebih terasa dibanding sekadar peningkatan angka benchmark.
Baca Juga: 9 Rekomendasi HP Redmi Terbaik Agustus 2026, Lengkap Spesifikasi dan Harganya
Layar AMOLED 1.5K 144Hz
GT 50 Pro membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1.5K 1208 x 2644 piksel.
Refresh rate-nya sangat tinggi, mencapai 144Hz, dengan pilihan 30Hz, 60Hz, 90Hz, 120Hz dan 144Hz.
Untuk gaming, refresh rate tinggi membuat animasi dan pergerakan objek terlihat lebih mulus, terutama pada game yang mendukung frame rate tinggi.
Layar ini juga menggunakan panel LTPS AMOLED dengan cakupan warna 100 persen DCI-P3.
Kualitas visual menjadi salah satu kekuatan GT 50 Pro karena resolusi 1.5K memberikan ketajaman lebih tinggi dibanding panel Full HD+, sementara teknologi AMOLED menghasilkan kontras tinggi dan warna yang lebih pekat.
Touch sampling hingga 2.800Hz
Untuk gamer, bukan hanya refresh rate yang penting.
GT 50 Pro mempunyai touch sampling rate hingga 330Hz, sementara instant touch sampling rate diklaim mencapai 2.800Hz dalam kondisi tertentu.
Semakin tinggi touch sampling rate, semakin sering layar membaca input sentuhan pada skenario yang didukung.
Dalam game kompetitif, respons sentuhan menjadi penting ketika pemain melakukan gerakan cepat seperti membidik, menembak, menggeser kamera atau mengaktifkan skill.
Namun angka 2.800Hz tersebut tidak berarti layar terus-menerus bekerja pada angka tersebut dalam semua penggunaan. Implementasi aktual bergantung pada mode, game dan kondisi perangkat.
Kecerahan puncak mencapai 4.500 nits
Layar GT 50 Pro mempunyai kecerahan tipikal 700 nits, HBM mencapai 1.600 nits, sedangkan peak brightness diklaim hingga 4.500 nits.
Angka peak brightness yang sangat tinggi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama.
Namun konsumen perlu memahami perbedaan antara peak brightness dan tingkat kecerahan yang digunakan terus-menerus. Angka puncak biasanya dicapai pada kondisi tertentu, bukan berarti seluruh layar akan selalu menyala pada 4.500 nits.
Panel juga mendukung PWM dimming hingga 2.304Hz, Always-On Display dan sertifikasi TÜV Low Blue Light.
Layar dilindungi Corning Gorilla Glass 7i, memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap goresan dan benturan ringan.
Kamera 50MP dengan OIS
Meski fokus utama GT 50 Pro adalah gaming, sektor kamera tidak dilupakan.
Kamera belakang terdiri dari:
-
Kamera utama 50MP f/1.59
-
Kamera ultra-wide 8MP f/2.2
-
Dual flash
Kamera utama mendukung PDAF dan OIS.
OIS menjadi nilai tambah karena membantu mengurangi efek guncangan ketika memotret dan merekam video.
Untuk video, kamera belakang mampu merekam hingga 4K 60fps.
Tersedia pula 4K 30fps, 1080p 60fps dan 1080p 30fps.
Kamera ultra-wide 8MP memiliki bidang pandang 111,4 derajat dan mendukung autofocus.
Fitur kameranya juga cukup lengkap, termasuk Vlog, AI Cam, Portrait, Super Night, Slow Motion, Time-Lapse, Dual Video, AIGC Portrait, Sky Shop, Pro, Panorama, Documents, Super Macro dan Ultra HD.
Kamera depan 13MP
Untuk selfie dan video call, GT 50 Pro membawa kamera depan 13MP f/2.2 dengan field of view 82 derajat.
Kamera depan mendukung perekaman 4K 30fps, 1080p 60fps dan 1080p 30fps.
Kemampuan merekam video 4K dari kamera depan menjadi fitur menarik bagi kreator konten yang sering membuat vlog atau melakukan live streaming dari kamera depan.
Baterai jumbo 6.500 mAh
Baterai menjadi salah satu aspek paling menarik GT 50 Pro.
Kapasitasnya mencapai 6.500 mAh.
Kapasitas besar ini penting untuk smartphone gaming karena game dengan grafis tinggi menguras baterai jauh lebih cepat dibanding aktivitas ringan seperti browsing atau chatting.
GT 50 Pro mendukung pengisian kabel hingga 45W.
Namun keunggulan lainnya adalah dukungan wireless charging 30W.
Ini menjadi fitur yang cukup premium karena tidak semua smartphone gaming di kelas harganya menawarkan wireless charging.
GT 50 Pro juga mendukung reverse charging melalui kabel hingga 10W dan reverse wireless charging hingga 5W.
Wireless charging 30W jadi pembeda
Dukungan wireless charging 30W merupakan salah satu fitur yang membuat GT 50 Pro tidak sekadar menjadi ponsel gaming.
Gamer dapat mengisi baterai tanpa harus selalu menggunakan kabel, sementara pengguna umum bisa mendapatkan kenyamanan yang biasanya lebih banyak ditemukan pada perangkat kelas premium.
Namun kecepatan wireless charging tetap dipengaruhi charger, aksesori dan kondisi penggunaan.
Untuk pengisian tercepat, charger kabel 45W tetap menjadi pilihan utama.
N1 Network Chip untuk koneksi gaming
Infinix juga membekali GT 50 Pro dengan N1 Network Chip.
Perusahaan mengklaim teknologi tersebut dapat meningkatkan penerimaan sinyal hingga 60 persen dalam kondisi sinyal lemah.
Fitur seperti ini sangat relevan bagi gamer karena koneksi buruk dapat menyebabkan ping tinggi dan pengalaman bermain yang terganggu.
Tetapi klaim 60 persen tersebut harus dipahami sebagai hasil pengujian dalam kondisi tertentu. Performa jaringan nyata tetap dipengaruhi operator, lokasi, kepadatan jaringan, frekuensi dan kondisi lingkungan.
GT 50 Pro mendukung jaringan 5.5G/5G/4G/3G/2G, meski ketersediaan teknologi dan frekuensi tetap bergantung pada wilayah serta operator.
Audio stereo dan Dolby Atmos
Untuk multimedia, GT 50 Pro membawa dual speaker.
Perangkat juga mendukung Hi-Res Audio, Hi-Res Audio Wireless dan Dolby Atmos.
Kombinasi tersebut membuat smartphone ini tidak hanya menarik untuk gaming, tetapi juga untuk menonton film, mendengarkan musik dan menikmati konten multimedia.
Namun tidak tersedia jack headphone 3,5 mm. Pengguna earphone kabel harus menggunakan koneksi USB Type-C.
NFC, IR Blaster dan Wi-Fi 6
Fitur konektivitas GT 50 Pro tergolong lengkap.
Perangkat mendukung:
-
NFC
-
Wi-Fi 6
-
Bluetooth 5.4
-
USB Type-C
-
OTG
-
GPS
-
Dual Nano SIM
-
IR Blaster
IR Blaster memungkinkan smartphone digunakan sebagai remote untuk perangkat elektronik yang kompatibel.
NFC juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti transaksi atau pengecekan kartu yang kompatibel, tergantung layanan dan wilayah.
IP64, tetapi bukan ponsel tahan air
GT 50 Pro memiliki sertifikasi IP64.
Artinya perangkat mempunyai perlindungan terhadap debu dan cipratan air dalam kondisi pengujian tertentu.
Namun IP64 bukan berarti ponsel aman direndam atau digunakan untuk berenang.
Infinix juga menegaskan bahwa perlindungan dapat menurun akibat kerusakan fisik, pemakaian sehari-hari atau pembongkaran perangkat. Kerusakan akibat perendaman tidak tercakup dalam garansi.
XOS 16 berbasis Android 16
GT 50 Pro menjalankan XOS 16 berbasis Android 16.
Yang menarik, Infinix menjanjikan dukungan software hingga lima tahun untuk perangkat ini. Di Indonesia, laporan peluncuran menyebut GT 50 Pro mendapat tiga pembaruan sistem operasi utama.
Dukungan software yang lebih panjang menjadi nilai tambah karena membuat perangkat lebih relevan untuk penggunaan beberapa tahun ke depan.
Bagi konsumen yang tidak sering berganti smartphone, aspek ini sama pentingnya dengan performa chipset.
Spesifikasi lengkap Infinix GT 50 Pro
| Spesifikasi | Infinix GT 50 Pro |
|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 8400 Ultimate |
| Fabrikasi | 4nm |
| CPU | 8x Cortex-A725 hingga 3,25GHz |
| GPU | Mali-G720 MC7 |
| RAM | 12GB LPDDR5X |
| Extended RAM | Hingga 12GB |
| Storage | 256GB / 512GB |
| Storage type | UFS 4.1 |
| Layar | AMOLED LTPS 6,78 inci |
| Resolusi | 1.5K, 1208 x 2644 |
| Refresh rate | Hingga 144Hz |
| Touch sampling | Hingga 330Hz |
| Instant touch | Hingga 2.800Hz |
| Warna | 100% DCI-P3 |
| Peak brightness | Hingga 4.500 nits |
| Kamera utama | 50MP OIS |
| Ultra-wide | 8MP |
| Kamera depan | 13MP |
| Video belakang | Hingga 4K 60fps |
| Video depan | Hingga 4K 30fps |
| Baterai | 6.500 mAh |
| Charging kabel | 45W |
| Wireless charging | 30W |
| Reverse wired | 10W |
| Reverse wireless | 5W |
| Jaringan | 5.5G/5G/4G/3G/2G |
| Wi-Fi | Wi-Fi 6 |
| Bluetooth | 5.4 |
| NFC | Ya |
| IR Blaster | Ya |
| Speaker | Dual speaker |
| Audio | Dolby Atmos, Hi-Res |
| Fingerprint | Dalam layar |
| GT Trigger | Pressure-Sense |
| Motor | X-Axis |
| Ketahanan | IP64 |
| OS | XOS 16, Android 16 |
| Dimensi | 162,44 x 77,23 x 8,15 mm |
| Bobot | 198 gram |
| Warna | Black Abyss, Red Blaze, Silver Glacier |
Spesifikasi tersebut mengacu pada informasi resmi Infinix Indonesia.
Harga Infinix GT 50 Pro di Indonesia
Harga resmi Infinix GT 50 Pro di Indonesia adalah:
12GB + 256GB: Rp6.999.000
12GB + 512GB: Rp7.999.000
Saat periode first sale, harganya sempat turun menjadi Rp6.499.000 dan Rp7.499.000.
Di marketplace, harga dapat berubah mengikuti promo. Data Juli 2026 menunjukkan varian 12GB/256GB dapat ditemukan sekitar Rp6,4 juta, sedangkan 12GB/512GB berada di sekitar Rp7,8 juta pada sejumlah listing.
Dengan selisih sekitar Rp1 juta antara varian 256GB dan 512GB, pilihan kapasitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Gamer yang memasang banyak game besar lebih aman memilih 512GB.
Keunggulan Infinix GT 50 Pro
1. Performa sangat kuat
Dimensity 8400 Ultimate 4nm membuat GT 50 Pro mempunyai fondasi performa yang serius untuk gaming dan multitasking.
2. Layar AMOLED 144Hz
Panel 1.5K AMOLED dengan refresh rate 144Hz menjadi kombinasi menarik untuk gamer sekaligus pengguna multimedia.
3. Sistem pendinginan serius
HydroFlow Liquid Cooling membantu menjaga temperatur ketika perangkat bekerja dalam beban tinggi.
4. GT Trigger pressure-sense
Fitur ini memberikan kontrol tambahan yang tidak dimiliki kebanyakan smartphone konvensional.
5. Baterai 6.500 mAh
Kapasitas jumbo memberikan keuntungan besar untuk gamer yang sering bermain dalam waktu panjang.
6. Wireless charging 30W
Fitur ini menjadi pembeda penting dan membuat GT 50 Pro terasa lebih premium.
7. Kamera utama sudah OIS dan mampu 4K 60fps
Meski bukan kamera-centric phone, kemampuan fotografi dan videografinya cukup serius.
8. Storage UFS 4.1
Penyimpanan cepat mendukung loading aplikasi dan game serta transfer data yang lebih responsif.
9. Fitur lengkap
NFC, IR Blaster, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, stereo speaker dan fingerprint dalam layar membuat perangkat tidak terasa seperti ponsel gaming yang mengorbankan fitur umum.
10. Dukungan software panjang
Janji dukungan hingga lima tahun membuat GT 50 Pro lebih menarik untuk pengguna yang ingin memakai perangkat dalam jangka panjang.
Kelemahan Infinix GT 50 Pro
Meski spesifikasinya agresif, GT 50 Pro tetap memiliki beberapa kekurangan.
Pertama, charging kabel 45W bukan yang tercepat di kelas flagship gaming. Kapasitas 6.500 mAh memang besar, tetapi proses pengisian melalui kabel masih bisa terasa kurang agresif dibanding kompetitor dengan teknologi 67W, 80W atau lebih.
Kedua, kamera ultra-wide hanya 8MP. Kamera utama 50MP sudah dilengkapi OIS, tetapi kamera sekundernya tidak memiliki resolusi setinggi kamera utama.
Ketiga, tidak ada jack headphone 3,5 mm. Pengguna earphone kabel harus menggunakan USB Type-C atau perangkat audio wireless.
Keempat, IP64 bukan perlindungan untuk perendaman. Pengguna tetap harus berhati-hati terhadap air.
Kelima, desain gaming tidak cocok untuk semua orang. Pengguna yang menginginkan smartphone dengan tampilan sederhana mungkin lebih menyukai desain konvensional.
Keenam, harga sudah masuk kelas Rp7 juta. Ini membuat GT 50 Pro tidak lagi bisa disebut sebagai smartphone gaming murah. Kompetisinya juga menjadi lebih ketat karena konsumen memiliki semakin banyak pilihan di kelas harga tersebut.
Apakah Infinix GT 50 Pro layak dibeli?
Jawabannya sangat bergantung pada prioritas.
Jika target utama adalah gaming, GT 50 Pro merupakan perangkat yang sangat menarik. Kombinasi Dimensity 8400 Ultimate, RAM LPDDR5X, UFS 4.1, AMOLED 144Hz, GT Trigger, pendingin cair dan baterai 6.500 mAh membuat perangkat ini memiliki paket gaming yang lengkap.
Yang membuatnya semakin menarik adalah Infinix tidak mengorbankan terlalu banyak fitur smartphone umum. NFC, kamera OIS, wireless charging 30W, stereo speaker, IR Blaster dan Wi-Fi 6 tetap tersedia.
Namun jika kamera adalah prioritas utama, ada smartphone lain yang mungkin lebih cocok. GT 50 Pro lebih tepat dilihat sebagai gaming phone yang kamera dan fitur hariannya dibuat cukup serius, bukan kamera phone yang kebetulan mampu bermain game.
Pada harga resmi Rp6.999.000, GT 50 Pro menawarkan paket yang sangat berorientasi performa. Sedangkan varian 12GB/512GB seharga Rp7.999.000 lebih cocok untuk gamer berat yang membutuhkan ruang penyimpanan besar.
Kesimpulannya, Infinix GT 50 Pro adalah smartphone yang paling menarik ketika dinilai sebagai perangkat gaming serba bisa. Bukan hanya chipset yang ditawarkan, tetapi juga pendinginan, trigger, layar 144Hz, baterai jumbo, wireless charging dan konektivitas lengkap.
Jika prioritas Anda adalah FPS tinggi, gaming panjang, kontrol tambahan dan performa maksimal, GT 50 Pro layak masuk daftar utama. Tetapi jika yang dicari adalah kamera terbaik atau desain paling sederhana di kisaran Rp7 juta, ada pertimbangan lain yang patut dilihat sebelum membeli.
Editor : Mahendra Aditya