RADAR KUDUS - Mencari HP gaming dengan dana sekitar Rp2 jutaan pada Agustus 2026 sudah tidak sesulit beberapa tahun lalu. Pilihannya semakin beragam, mulai dari ponsel dengan layar 120Hz atau 144Hz, RAM 8GB, penyimpanan 256GB, baterai 6.000 mAh hingga 7.000 mAh, bahkan sejumlah model sudah membawa konektivitas 5G.
Namun, jangan langsung tergoda angka RAM, kapasitas baterai, atau refresh rate tinggi. Untuk gaming, chipset, GPU, sistem pendinginan, kestabilan frame rate, serta optimasi software justru jauh lebih menentukan. Karena itu, HP dengan layar 144Hz belum tentu otomatis lebih kencang menjalankan game dibandingkan HP 120Hz dengan chipset yang lebih kuat.
Dari sejumlah pilihan yang beredar di pasar hingga pertengahan 2026, berikut tujuh HP yang menarik untuk dipertimbangkan di kelas harga sekitar Rp2 jutaan. Harga bisa berubah mengikuti toko, promo, kapasitas memori, serta wilayah penjualan.
1. Infinix Hot 70
Infinix Hot 70 menjadi salah satu kandidat menarik bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming tetapi tetap membutuhkan ponsel untuk aktivitas harian.
Daya tarik utamanya berada pada MediaTek Helio G100 Ultimate. Chipset ini memang bukan kelas flagship, tetapi cukup kompetitif untuk smartphone entry-level dan mampu menjalankan game populer dengan pengaturan grafis yang disesuaikan.
Layar berukuran besar juga menjadi nilai tambah. Pengguna mendapatkan panel dengan refresh rate tinggi sehingga scrolling, animasi antarmuka, dan gameplay yang mendukung frame rate tinggi terasa lebih responsif.
Baterai 6.000 mAh membuat Hot 70 semakin menarik bagi gamer yang sering bermain dalam durasi panjang. Pengisian cepat 45W juga membantu memangkas waktu ketika perangkat harus kembali digunakan.
Dari sisi ketahanan, sertifikasi IP65 menjadi bonus yang menarik untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. Kamera utama 50MP cukup untuk dokumentasi sehari-hari, meski kamera bukan alasan utama membeli perangkat ini.
Kelebihan terbesar Hot 70 adalah kombinasi performa, baterai besar, dan bodi yang relatif ramping. Kekurangannya, pengguna tidak boleh berharap pengalaman gaming setara HP kelas menengah dengan chipset yang jauh lebih tinggi.
2. Redmi 15
Kalau prioritas utama adalah baterai besar dan layar luas, Redmi 15 menjadi salah satu pilihan yang sulit diabaikan.
Xiaomi membekali Redmi 15 dengan baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 33W. Kapasitas sebesar ini membuatnya sangat cocok untuk pengguna yang sering bermain game, menonton video, bekerja mobile, atau bepergian tanpa ingin terlalu sering mencari colokan. Xiaomi sendiri mengklaim perangkat dapat digunakan hingga sekitar 2 hari dalam skenario penggunaan tertentu.
Layarnya berukuran 6,9 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate hingga 144Hz. Kombinasi tersebut membuat Redmi 15 nyaman untuk konsumsi multimedia sekaligus memberikan pengalaman visual yang lebih mulus pada aplikasi dan game yang mendukung refresh rate tinggi.
Di balik layar terdapat Snapdragon 685 dengan proses fabrikasi 6nm. Chipset ini lebih tepat disebut sebagai prosesor untuk penggunaan harian dan gaming ringan hingga menengah, bukan mesin untuk mengejar setting grafis tertinggi pada game berat.
Redmi 15 juga memiliki RAM 8GB dan penyimpanan hingga 256GB, dengan dukungan microSD hingga kapasitas 2TB menurut spesifikasi resmi Xiaomi. Fitur lain yang menarik adalah NFC, IR blaster, Dolby Atmos, serta sertifikasi IP64.
Kelebihan utamanya jelas: baterai monster, layar besar 144Hz, penyimpanan lega, dan fitur yang cukup lengkap. Kekurangannya adalah bobot sekitar 214 gram serta Snapdragon 685 yang bukan pilihan ideal jika target utama adalah gaming berat.
3. itel Super S26 Ultra
Kalau ukuran layar, kualitas panel, dan desain menjadi pertimbangan penting, itel Super S26 Ultra menawarkan sesuatu yang cukup sulit ditemukan di kelas harga terjangkau.
Perangkat ini membawa layar AMOLED curved berukuran 6,78 inci dengan refresh rate hingga 144Hz. Karakter seperti layar melengkung dan refresh rate tinggi biasanya lebih identik dengan perangkat yang harganya lebih mahal.
Chipset yang digunakan adalah Unisoc T7300. Dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB, konfigurasi tersebut membuatnya cukup menarik untuk gaming ringan hingga menengah. Sejumlah pengujian pihak ketiga menempatkan skor benchmark perangkat ini di kisaran 600 ribuan, meskipun hasil benchmark tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan performa gaming.
Baterainya berkapasitas 6.000 mAh, tetapi pengisian dayanya masih 18W. Di sinilah salah satu kompromi paling jelas. Baterai besar memang memberikan daya tahan panjang, tetapi waktu pengisian kembali tidak secepat sejumlah pesaing.
Kamera belakang 50MP dan kamera depan 32MP menjadi bonus menarik. Perangkat ini juga menawarkan fitur seperti NFC, IR blaster, gyro hardware, serta perlindungan IP65 pada sejumlah versi/pasar.
Jadi, itel Super S26 Ultra cocok bagi pembeli yang menginginkan layar AMOLED 144Hz dan desain premium dengan dana terbatas. Untuk gamer kompetitif, chipsetnya tetap perlu ditempatkan secara realistis: jangan berharap performanya menyamai ponsel gaming kelas menengah.
4. iQOO Z10 Lite
iQOO Z10 Lite sebenarnya punya formula yang menarik untuk pengguna yang mengutamakan ketahanan dan baterai. Namun ada satu catatan penting: harga resminya di Indonesia saat ini berada di atas kelas Rp2 jutaan, yakni mulai Rp3.699.000 untuk varian 8GB/128GB menurut situs resmi iQOO Indonesia. Karena itu, perangkat ini lebih tepat disebut alternatif apabila sedang mendapatkan promo besar, bukan rekomendasi utama HP Rp2 jutaan.
Spesifikasinya sendiri cukup solid. Snapdragon 685 6nm dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan UFS 2.2. Layarnya menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 2400 × 1080 piksel.
Keunggulan terbesar justru terdapat pada durabilitas. iQOO memberikan sertifikasi IP68 dan IP69, sehingga perlindungan terhadap air dan debu berada di atas kebanyakan perangkat entry-level.
Baterainya 6.000 mAh dengan pengisian 44W. Ada pula sensor sidik jari dalam layar dan dukungan NFC.
Untuk gaming, Snapdragon 685 masih cukup untuk game populer dengan pengaturan grafis yang realistis. Akan tetapi, jika harga aktualnya tetap di atas Rp3 juta, value-nya harus dibandingkan dengan perangkat lain yang menawarkan chipset lebih kencang.
Dengan demikian, iQOO Z10 Lite lebih cocok dimasukkan sebagai bonus pilihan apabila sedang promo, bukan sebagai pemenang utama kategori Rp2 jutaan.
5. Samsung Galaxy A07 5G
Bagi pengguna yang tidak mau mengambil risiko dengan merek yang kurang familiar, Samsung Galaxy A07 5G merupakan salah satu opsi paling menarik.
Perangkat ini menggunakan MediaTek Dimensity 6300 dan membawa layar 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz. Kamera utama 50MP menjadi andalan fotografi, sementara baterainya mencapai 6.000 mAh. Samsung juga memberikan perlindungan IP54 terhadap debu dan percikan air.
Namun, senjata terbesar Galaxy A07 5G bukanlah performa gaming.
Samsung memberikan komitmen hingga enam kali pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan. Untuk smartphone kelas entry-level, dukungan software sepanjang ini merupakan nilai tambah yang sangat besar karena perangkat berpotensi tetap aman dan relevan lebih lama.
Artinya, Galaxy A07 5G lebih tepat disebut sebagai HP harian jangka panjang yang masih sanggup bermain game, bukan HP gaming murni.
Kekurangannya juga jelas. Dimensity 6300 bukan chipset yang ditujukan untuk mengejar grafis maksimal game berat. NFC juga menjadi salah satu fitur yang perlu diperhatikan karena ketersediaannya dapat berbeda menurut pasar/varian.
Jika kebutuhan utama adalah Mobile Legends, PUBG Mobile dengan pengaturan wajar, media sosial, streaming, dan penggunaan bertahun-tahun, Galaxy A07 5G jauh lebih masuk akal dibanding mengejar benchmark semata.
6. Redmi Note 15 4G
Naik sedikit dari Redmi 15, Redmi Note 15 4G menawarkan pendekatan berbeda: mengutamakan layar dan kamera dalam paket yang lebih premium.
Perangkat ini menggunakan MediaTek Helio G100 dan tersedia dengan konfigurasi memori hingga 8GB/256GB. Layar AMOLED 120Hz menjadi salah satu daya tarik terbesar karena memberikan kontras dan warna yang lebih menarik dibanding panel LCD biasa.
Kamera utama 108MP juga membuatnya menonjol untuk fotografi di siang hari. Baterai 6.000 mAh dan pengisian 33W melengkapi paketnya.
Namun, ada kompromi yang perlu dipahami sejak awal. Versi 4G berarti perangkat ini tidak menawarkan konektivitas 5G. Selain itu, keberadaan kamera 108MP tidak otomatis berarti kualitas fotonya selalu lebih baik daripada kamera dengan resolusi lebih rendah.
Untuk gaming, Helio G100 masih cocok untuk game populer dan penggunaan sehari-hari, tetapi tidak bisa diposisikan sebagai chipset gaming kelas berat.
Redmi Note 15 4G lebih tepat untuk pengguna yang menginginkan HP all-rounder dengan layar bagus, kamera beresolusi tinggi, baterai besar, dan performa cukup, bukan gamer hardcore.
7. Moto G57 Power 5G
Kalau ada satu perangkat dalam daftar yang menarik perhatian karena kombinasi baterai dan performanya, Moto G57 Power 5G layak mendapat perhatian khusus.
Motorola membekalinya dengan Snapdragon 6s Gen 4, RAM 8GB, konektivitas 5G, serta baterai 7.000 mAh. Layar yang digunakan berukuran 6,72 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120Hz. Spesifikasi resmi Motorola juga mencantumkan Gorilla Glass 7i, perlindungan IP64, serta sertifikasi MIL-STD-810H.
Baterai 7.000 mAh merupakan daya tarik paling besar. Motorola mengklaim daya tahan hingga 60 jam dalam skenario tertentu, sedangkan pengisian menggunakan TurboPower 30W.
Untuk kamera, terdapat sensor utama Sony LYTIA 600 50MP serta kamera ultrawide 8MP. Motorola juga menyediakan speaker stereo, Dolby Atmos, NFC, jack audio 3,5 mm, dan Android 16 pada spesifikasi resmi yang tersedia.
Kombinasi Snapdragon 6s Gen 4 dan 5G membuatnya lebih menarik untuk gaming dibanding beberapa perangkat yang hanya mengandalkan kapasitas RAM besar. Namun, layarnya masih LCD, bukan AMOLED. Jadi, pengguna yang mengejar kualitas visual dan kontras tinggi mungkin akan lebih menyukai Redmi Note 15 atau itel Super S26 Ultra.
Yang juga perlu diperhatikan adalah harga. Moto G57 Power dipasarkan dengan harga yang berbeda-beda menurut negara, kapasitas penyimpanan, dan promo. Jadi, pastikan harga aktualnya sebelum memasukkannya ke keranjang belanja. Spesifikasi resmi Motorola mencantumkan varian 8GB/128GB di sejumlah pasar, sementara pasar lain menyediakan 256GB.
Dari tujuh pilihan tersebut, tidak ada satu HP yang otomatis menjadi juara untuk semua orang. Jika prioritasnya gaming, performa chipset harus menjadi pertimbangan pertama. Jika baterai adalah kebutuhan utama, Redmi 15 dan Moto G57 Power 5G lebih menarik dengan kapasitas 7.000 mAh. Jika layar menjadi prioritas, itel Super S26 Ultra dan Redmi Note 15 4G lebih menggoda. Sementara untuk pemakaian panjang dengan dukungan software yang kuat, Samsung Galaxy A07 5G punya keunggulan yang sulit diabaikan.
Ada satu hal penting yang juga perlu diluruskan: HP Rp2 jutaan pada 2026 belum bisa disebut sebagai perangkat untuk “gaming rata kanan” secara universal. Game seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile relatif lebih mudah dimainkan, tetapi game berat seperti Genshin Impact, Wuthering Waves, atau judul AAA mobile tetap membutuhkan kompromi grafis dan frame rate.
Karena itu, jangan membeli hanya berdasarkan tulisan “8GB RAM”, “144Hz”, atau angka AnTuTu. Untuk gaming, perhatikan kombinasi chipset-GPU, kestabilan performa setelah bermain lama, temperatur, kapasitas baterai, refresh rate, touch sampling, serta optimasi software.
Jika harus membuat urutan berdasarkan kebutuhan, Moto G57 Power 5G menarik untuk kombinasi performa, 5G dan baterai; Redmi 15 unggul untuk daya tahan dan layar besar; itel Super S26 Ultra menonjol pada layar dan desain; Samsung Galaxy A07 5G menjadi pilihan aman untuk penggunaan jangka panjang; sedangkan Redmi Note 15 4G lebih cocok sebagai all-rounder yang menyeimbangkan layar, kamera, baterai dan performa.
Sementara iQOO Z10 Lite sebaiknya tidak dimasukkan sebagai HP Rp2 jutaan secara harga resmi, karena situs iQOO Indonesia mencantumkan harga mulai Rp3.699.000. Perangkat tersebut baru relevan untuk daftar ini apabila ditemukan melalui promo dengan harga yang benar-benar turun ke kisaran target.
Jadi, kalau budget benar-benar mentok di sekitar Rp2 juta, jangan terpaku pada label “gaming”. Cari perangkat yang memiliki chipset paling masuk akal di harga tersebut, RAM dan storage yang cukup, baterai besar, serta sistem pendinginan dan software yang tidak membuat performa cepat turun. Dengan cara itu, uang Rp2 jutaan yang dikeluarkan tidak hanya menghasilkan HP yang kencang saat baru dibeli, tetapi juga tetap nyaman digunakan dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Mahendra Aditya