RADAR KUDUS - Realme C100x datang dengan satu tawaran yang sulit diabaikan di kelas entry-level: baterai berkapasitas 8.000 mAh. Di tengah pasar smartphone yang berlomba menawarkan desain tipis dan performa tinggi, Realme justru memilih jalur berbeda dengan menjadikan daya tahan sebagai kekuatan utama.
Dibanderol mulai sekitar Rp3 jutaan untuk varian RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB, Realme C100x tidak hanya mengandalkan baterai besar. Ponsel ini juga membawa layar 120Hz, pengisian cepat 45W, fitur reverse charging, serta sejumlah perlindungan fisik yang membuatnya menarik bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Namun, kapasitas baterai jumbo tersebut datang bersama sejumlah kompromi. Layar masih menggunakan panel IPS LCD beresolusi HD+, sementara chipset Unisoc T7250 jelas lebih ditujukan untuk kebutuhan harian ketimbang mengejar performa gaming kelas berat. Jadi, apakah baterai monster saja cukup untuk membuat C100x layak dipilih?
Dari sisi desain, Realme C100x memiliki dimensi 166,5 x 78,2 x 8,6 mm dengan bobot sekitar 219 gram. Angka tersebut membuatnya terasa lebih berat dibanding sejumlah ponsel entry-level lain, tetapi hal itu cukup masuk akal mengingat kapasitas baterainya mencapai 8.000 mAh.
Material yang digunakan terdiri dari kaca pada bagian depan, rangka plastik, serta panel belakang berbahan plastik. Meski demikian, finishing bagian belakang membuat perangkat ini tidak terlihat seperti ponsel murah. Motif menyerupai gelombang cairan memberikan karakter visual tersendiri, sementara permukaan matte membantu mengurangi kesan licin sekaligus membuat sidik jari tidak terlalu mengganggu.
Realme juga menyematkan Pulse Light RGB pada bagian belakang. Lampu tersebut dapat digunakan sebagai indikator notifikasi maupun status pengisian daya, sehingga memberikan sentuhan visual yang cukup menarik.
Keunggulan lain ada pada aspek ketahanan. Realme C100x membawa sertifikasi IP64, ArmorShell Protection, serta klaim ketahanan terhadap benturan dan jatuh hingga ketinggian tertentu. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H.
Kombinasi tersebut membuat C100x cukup menarik untuk pengguna yang bekerja di luar ruangan, seperti pengemudi, pekerja lapangan, maupun pengguna yang menginginkan perangkat dengan konstruksi lebih tahan terhadap kondisi pemakaian sehari-hari.
Layar menjadi bagian yang sekaligus memperlihatkan kelebihan dan kekurangan Realme C100x.
Ponsel ini menggunakan panel IPS LCD berukuran 6,8 inci dengan resolusi HD+ 720 x 1570 piksel. Refresh rate-nya sudah mencapai 120Hz dengan touch sampling hingga 240Hz. Tingkat kecerahannya diklaim dapat mencapai 900 nits dalam mode tertentu.
Untuk aktivitas seperti scrolling media sosial, membaca berita, menonton YouTube, dan memainkan game ringan, refresh rate 120Hz membuat pergerakan layar terasa lebih mulus. Rain Touch Mode juga menjadi fitur tambahan yang berguna ketika layar digunakan dalam kondisi tangan basah.
Masalahnya, ukuran layar yang besar tidak diimbangi resolusi yang lebih tinggi. Dengan panel 6,8 inci dan resolusi HD+, ketajaman gambar belum bisa menandingi smartphone dengan layar Full HD+, terlebih ketika pengguna membaca teks kecil atau menikmati konten beresolusi tinggi.
Panel IPS juga berarti pengguna tidak mendapatkan tingkat kontras dan warna hitam seperti yang biasa ditemukan pada AMOLED. Jadi, layar C100x lebih tepat dinilai sebagai layar fungsional dengan refresh rate tinggi daripada panel yang mengejar kualitas visual premium.
Tetapi jika ada satu alasan paling kuat untuk membeli Realme C100x, jawabannya jelas baterai.
Kapasitas 8.000 mAh merupakan nilai jual terbesar perangkat ini. Realme mengklaim baterai tersebut dapat digunakan hingga tiga hari untuk penggunaan ringan, memutar video hingga sekitar 21 jam, serta menunjang gaming selama lebih dari 13 jam dalam skenario tertentu.
Dalam pengujian PCMark, perangkat mencatat waktu sekitar 23 jam 59 menit. Angka tersebut menunjukkan kemampuan endurance yang sangat kuat untuk sebuah smartphone entry-level.
Dalam pemakaian berat yang mencakup browsing, editing dokumen, fotografi, pemutaran video, hingga aktivitas lain, baterai masih dilaporkan menyisakan sekitar 40 persen pada akhir hari. Sementara untuk penggunaan ringan hingga normal, daya tahannya berpotensi mencapai dua bahkan tiga hari, tergantung pola pemakaian.
Realme turut membekali C100x dengan pengisian cepat 45W SuperVOOC. Berdasarkan pengujian, pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 50 menit.
Durasi tersebut memang tidak bisa disebut sebagai yang tercepat, tetapi harus dilihat dalam konteks kapasitas 8.000 mAh. Mengisi baterai sebesar itu hingga penuh dalam waktu kurang dari dua jam masih tergolong praktis.
Fitur reverse charging menjadi bonus yang menarik. Dengan kemampuan tersebut, Realme C100x dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya darurat untuk mengisi perangkat lain.
Realme juga mengklaim baterainya mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas setelah tujuh tahun pemakaian rutin. Klaim ketahanan tersebut tentu tetap bergantung pada pola penggunaan dan kondisi baterai masing-masing perangkat dalam jangka panjang.
Di balik baterai besar itu terdapat chipset Unisoc T7250. Prosesor tersebut menggunakan fabrikasi 12 nm dengan konfigurasi octa-core berkecepatan hingga 1,8 GHz dan GPU Mali-G57 MP1.
Konfigurasinya memang bukan untuk mengejar performa kelas menengah. Namun, untuk kebutuhan dasar seperti WhatsApp, TikTok, browsing, streaming, media sosial, dan multitasking ringan, kinerjanya masih cukup memadai.
Realme C100x menjalankan Android 16 dengan antarmuka Realme UI 7.0.0. Varian yang diuji memiliki RAM 6 GB dengan pilihan penyimpanan hingga 256 GB.
Untuk gaming, kemampuannya masih berada dalam batas wajar. Mobile Legends dapat dimainkan pada pengaturan menengah dengan frame rate yang relatif stabil. Namun, ketika berhadapan dengan game berat, kemampuan chipset mulai terlihat terbatas.
Genshin Impact, misalnya, lebih cocok dimainkan menggunakan pengaturan grafis rendah. Pada skenario permainan yang lebih berat, kelancaran frame rate tidak selalu terjaga.
Hasil benchmark juga memperlihatkan posisi perangkat ini dengan cukup jelas. Realme C100x mencatat skor AnTuTu v10 sekitar 391.024, sedangkan Geekbench 6 menghasilkan 443 poin untuk single-core dan 1.468 poin untuk multi-core.
Angka tersebut menegaskan bahwa C100x lebih mengutamakan efisiensi dan ketahanan baterai daripada performa mentah. Untuk pengguna kasual, hal ini bukan persoalan besar. Namun, gamer berat atau pengguna yang sering menjalankan aplikasi berat sebaiknya mempertimbangkan perangkat dengan chipset yang lebih bertenaga.
Menariknya, manajemen suhu perangkat tergolong baik. Penggunaan dalam waktu lama, termasuk bermain game, tidak membuat bodi terasa terlalu panas. Ini menjadi nilai tambah mengingat C100x membawa baterai berkapasitas sangat besar.
Sektor kamera juga menunjukkan posisi Realme C100x sebagai perangkat yang lebih mengutamakan fungsi daripada mengejar fotografi kelas premium.
Kamera utama beresolusi 50 MP menjadi satu-satunya kamera belakang yang benar-benar menjadi andalan. Kamera tersebut cukup mampu menghasilkan foto dengan detail dan warna yang layak pada kondisi pencahayaan memadai.
Untuk kebutuhan media sosial dan dokumentasi sehari-hari, hasilnya masih bisa diandalkan. Namun, ketika kondisi pencahayaan semakin minim, kualitas gambar ikut menurun dan tidak bisa diharapkan menyamai smartphone dengan sensor serta pemrosesan gambar yang lebih mahal.
Kamera depan 5 MP juga lebih cocok untuk kebutuhan video call dan selfie sederhana. Pengguna yang mencari kemampuan fotografi sebagai prioritas utama sebaiknya melihat alternatif lain di rentang harga yang sama.
Realme juga menyertakan sejumlah fitur berbasis AI, termasuk fitur penghapusan objek. Fitur semacam ini cukup membantu ketika pengguna ingin melakukan penyuntingan cepat tanpa harus menggunakan aplikasi tambahan.
Pada akhirnya, Realme C100x merupakan smartphone yang sangat jelas identitasnya. Perangkat ini tidak mencoba menjadi ponsel paling kencang atau menawarkan layar paling tajam di kelasnya. Sebaliknya, Realme mengambil satu keunggulan dan mendorongnya sejauh mungkin: daya tahan baterai.
Baterai 8.000 mAh membuat C100x cocok bagi pengguna yang tidak ingin setiap hari mencari colokan. Pengemudi, pekerja lapangan, pelancong, maupun pengguna yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah akan menjadi kelompok yang paling merasakan manfaatnya.
Ketahanan IP64, sertifikasi MIL-STD-810H, layar 120Hz, pengisian 45W, dan reverse charging semakin memperkuat karakter tersebut.
Tetapi ada harga yang harus dibayar. Layar 6,8 inci masih HD+, chipset Unisoc T7250 bukan untuk gaming berat, dan kemampuan kamera berada pada level standar. Bobot 219 gram juga perlu diperhitungkan bagi pengguna yang mengutamakan perangkat ringan.
Dengan demikian, Realme C100x bukan ponsel yang cocok untuk semua orang. Namun, bagi mereka yang menempatkan ketahanan baterai sebagai prioritas nomor satu, kombinasi 8.000 mAh, pengisian 45W, dan fitur reverse charging menjadikan C100x salah satu opsi menarik di kelas entry-level.
Editor : Mahendra Aditya