Review Galaxy A37 5G: IP68, AMOLED 120Hz dan Baterai Awet Jadi Senjata Utama

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:04 WIB
Galaxy A37 5G.
Galaxy A37 5G.

RADAR KUDUS - Samsung Galaxy A37 5G datang membawa formula yang cukup aman di kelas menengah. Tidak banyak perubahan revolusioner dibanding pendahulunya, tetapi Samsung justru memperkuat sejumlah aspek penting seperti performa, ketahanan bodi, kamera, software, daya tahan baterai, serta dukungan pembaruan jangka panjang.

Strategi tersebut membuat Galaxy A37 5G bukan tipe smartphone yang mencoba mencuri perhatian lewat satu spesifikasi ekstrem. Sebaliknya, Samsung merancangnya sebagai perangkat serba bisa yang dapat menemani aktivitas harian selama bertahun-tahun.

Perubahan paling mencolok berada di sektor chipset. Galaxy A37 5G menggunakan Exynos 1480 dengan fabrikasi 4nm, menggantikan Snapdragon 6 Gen 3 pada generasi sebelumnya. Unit yang diuji memiliki RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB, sementara tersedia pula pilihan penyimpanan 256 GB.

Baca Juga: Review Huawei MatePad Mini: Tablet Ringkas yang Bikin Membaca Digital Terasa Seperti Membuka Buku

Di atas kertas, spesifikasinya memang tidak langsung membuat Galaxy A37 5G terlihat sebagai monster performa. Namun, penggunaan sehari-hari menunjukkan bahwa Samsung lebih mengejar kestabilan ketimbang sekadar mengejar angka benchmark.

Dari sisi desain, Galaxy A37 5G masih mempertahankan bahasa desain khas Galaxy A Series. Panel belakang menggunakan Gorilla Glass Victus+, sedangkan rangkanya berbahan plastik. Modul kamera belakang dibuat vertikal dalam sebuah area berwarna hitam yang memberikan kontras dengan warna bodi.

Unit berwarna Awesome Graygreen yang diuji terlihat seperti perpaduan hijau dan biru. Permukaannya cukup kesat ketika digenggam sehingga relatif tidak licin. Bobot 196 gram memang membuatnya terasa cukup berbobot, tetapi masih tergolong nyaman untuk perangkat dengan layar 6,7 inci.

Ketebalannya hanya 7,4 mm. Dimensi tersebut membuat Galaxy A37 5G tetap terasa ramping meski membawa baterai berkapasitas besar.

Samsung juga mempertahankan desain Key Island. Tonjolan di area tombol power dan volume membuat posisi tombol lebih mudah ditemukan tanpa harus melihat layar.

Peningkatan yang cukup penting justru datang dari durabilitas. Galaxy A37 5G telah mengantongi sertifikasi IP68 untuk perlindungan terhadap air dan debu. Fitur ini memberikan rasa aman tambahan bagi pengguna yang sering membawa ponsel beraktivitas di luar ruangan.

Masuk ke bagian depan, Samsung memasang panel Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ 1.080 x 2.340 piksel. Ukuran tersebut memberikan area tampilan yang luas untuk bekerja, menonton video maupun bermain game.

Refresh rate 120Hz menjadi salah satu fitur yang membuat pengalaman penggunaan terasa modern. Pengguna dapat memilih mode Standard dengan 60Hz atau Adaptive yang memungkinkan layar meningkatkan refresh rate hingga 120Hz sesuai kebutuhan.

Scrolling media sosial, membuka halaman web dan perpindahan animasi terasa lebih halus ketika mode Adaptive digunakan.

Kecerahan maksimal yang diklaim mencapai 1.900 nits juga membantu ketika layar digunakan di luar ruangan. Visibilitas masih tergolong baik di bawah cahaya matahari, meski pantulan pada permukaan layar tetap dapat terlihat dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Galaxy S26 FE Lolos TKDN 38,2 Persen, Sinyal Samsung Segera Bawa Flagship Murah ke Indonesia

Layar juga mendapatkan perlindungan Gorilla Glass Victus+. Sementara itu, sensor sidik jari yang ditanam di bawah layar mampu bekerja cepat dan akurat dalam penggunaan sehari-hari.

Untuk kebutuhan streaming, Galaxy A37 5G mendukung Widevine L1 sehingga konten Netflix dapat ditonton dalam resolusi Full HD. Kekurangannya, panel tersebut belum mendukung pemutaran HDR.

Salah satu nilai jual terbesar Galaxy A37 5G justru berada pada software. Ponsel ini menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 sejak pertama kali digunakan.

Samsung memberikan komitmen pembaruan sistem operasi hingga enam generasi serta pembaruan keamanan selama enam tahun. Dukungan panjang seperti ini menjadi keuntungan besar bagi konsumen yang tidak ingin terlalu cepat mengganti smartphone.

Dengan kebijakan tersebut, usia pakai Galaxy A37 5G berpotensi jauh lebih panjang dibandingkan ponsel mid-range yang hanya mendapatkan dukungan software selama beberapa tahun.

Antarmuka One UI juga tetap menjadi salah satu kekuatan Samsung. Navigasi relatif mudah dipahami dan sejumlah fitur yang sebelumnya identik dengan perangkat premium kini ikut hadir di kelas menengah.

Galaxy A37 5G mendapatkan sejumlah fitur Galaxy AI yang oleh Samsung disebut Awesome Intelligence. Fokusnya lebih banyak pada produktivitas dan pengolahan foto.

Object Eraser dapat digunakan untuk menghapus objek yang mengganggu dari foto. Ada pula fitur Remaster untuk memperbaiki tampilan foto secara otomatis serta Erase Reflections yang dirancang mengurangi pantulan ketika memotret melalui kaca.

Fitur Circle to Search juga tersedia. Pengguna dapat mencari informasi mengenai objek atau teks di layar dengan cara melingkari bagian yang diinginkan. Gemini pun dapat dipanggil melalui tombol power.

Di sektor fotografi, Samsung masih mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utama memiliki resolusi 50 MP dengan sensor yang lebih besar, berukuran 1/1,56 inci.

Kamera tersebut ditemani ultrawide 8 MP dan kamera makro 5 MP. Untuk kebutuhan selfie dan video call, tersedia kamera depan 12 MP.

Kamera utama menjadi bagian yang paling meyakinkan. Dalam kondisi pencahayaan memadai, hasil foto terlihat tajam dengan warna yang cerah. Detail objek juga masih terjaga dengan baik.

Mode pembesaran 2x cukup berguna untuk mengambil gambar dari jarak sedikit lebih jauh, meski detail objek mulai terlihat lebih halus dibandingkan hasil kamera utama.

Kamera ultrawide memberikan perspektif yang lebih luas, tetapi sudut pandangnya tidak terlalu ekstrem. Kamera ini juga tidak memiliki autofokus sehingga objek pada jarak tertentu tidak selalu tampil setajam kamera utama.

Sementara itu, kamera makro mampu menghasilkan foto dengan warna yang cukup menarik. Namun, pengguna harus mendekatkan ponsel hingga sekitar 3-5 cm dari objek. Jarak yang terlalu dekat terkadang membuat bayangan perangkat ikut menutupi objek.

Untuk fotografi malam, Galaxy A37 5G justru memberikan hasil yang cukup impresif untuk kelas harganya. Dynamic range masih mampu mempertahankan detail pada area gelap, sehingga objek yang berada dalam bayangan tidak langsung kehilangan informasi.

Performa menjadi area lain yang cukup menarik. Exynos 1480 4nm yang digunakan Galaxy A37 5G memberikan respons cepat untuk aktivitas harian.

Multitasking, browsing, streaming, media sosial hingga pengeditan video ringan dapat dilakukan dengan lancar. Perpindahan aplikasi juga terasa responsif ketika digunakan dalam kondisi normal.

Namun, Galaxy A37 5G bukan smartphone yang dirancang khusus sebagai perangkat gaming ekstrem.

PUBG Mobile masih dapat dimainkan pada pengaturan grafis tinggi dengan pengalaman yang cukup nyaman. Sebaliknya, game seberat Genshin Impact membutuhkan kompromi lebih besar. Pengaturan grafis harus diturunkan dan pada kondisi tertentu masih dapat terasa patah-patah.

Artinya, Galaxy A37 5G lebih cocok disebut smartphone serba bisa daripada gaming phone.

Sisi positifnya, manajemen panas tergolong baik. Setelah digunakan bermain game dalam waktu lama, bodi memang mengalami peningkatan suhu, tetapi tidak sampai terasa berlebihan atau mengganggu kenyamanan.

Samsung kemudian memasangkan perangkat ini dengan baterai 5.000 mAh. Kapasitas tersebut menjadi standar yang cukup ideal untuk smartphone kelas menengah saat ini.

Dalam pemakaian normal seperti browsing, media sosial, streaming musik dan bermain game ringan, Galaxy A37 5G mampu bertahan lebih dari satu hari.

Pengujian PCMark menunjukkan daya tahan baterai mencapai 15 jam 17 menit. Angka tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi perangkat menjadi salah satu keunggulannya.

Galaxy A37 5G juga mendukung pengisian cepat 45W. Kekurangannya, adaptor charger tidak termasuk dalam paket penjualan sehingga pengguna yang belum memiliki charger kompatibel harus membeli secara terpisah.

Dalam pengujian, pengisian selama 30 menit mampu mengisi baterai hingga sekitar 45 persen. Untuk mencapai kapasitas penuh, diperlukan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Secara keseluruhan, Galaxy A37 5G memang bukan lompatan besar dari generasi sebelumnya. Desainnya masih membawa identitas lama, kamera tidak berubah drastis dan performanya juga bukan yang paling agresif di kelasnya.

Namun, justru di situlah daya tarik smartphone ini.

Samsung memilih memperkuat pengalaman yang benar-benar digunakan setiap hari: layar AMOLED 120Hz, kamera utama 50 MP, baterai 5.000 mAh, pengisian 45W, sertifikasi IP68, fitur AI, konektivitas 5G serta dukungan software hingga enam tahun.

Kombinasi tersebut membuat Galaxy A37 5G lebih mudah diposisikan sebagai investasi perangkat jangka panjang daripada sekadar smartphone baru dengan spesifikasi tinggi.

Bagi pengguna yang mencari ponsel untuk media sosial, fotografi harian, streaming, produktivitas, gaming ringan hingga menengah dan penggunaan bertahun-tahun, Galaxy A37 5G menawarkan paket yang solid.

Tetapi bagi pengguna yang mengejar performa gaming maksimal atau menginginkan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya, perangkat ini mungkin terasa kurang mengejutkan.

Kesimpulannya, Galaxy A37 5G adalah smartphone mid-range yang mengandalkan kematangan, bukan sensasi. Tidak ada satu fitur yang benar-benar mendominasi, tetapi hampir semua sektor dibuat cukup kuat. Dan untuk penggunaan jangka panjang, pendekatan seperti ini justru bisa menjadi nilai jual terbesarnya.

Editor : Mahendra Aditya
Samsung Galaxy A37 5G Galaxy A37 5G harga Samsung Galaxy A37 5G spesifikasi Galaxy A37 5G review Galaxy A37 5G