RADAR KUDUS - Huawei MatePad Mini menunjukkan bahwa tablet berukuran kecil tidak harus mengorbankan pengalaman penggunaan. Dengan layar 8,8 inci, bodi supertipis, panel Flexible OLED PaperMatte, performa kelas atas, serta dukungan M-Pencil Pro, perangkat ini justru menawarkan kombinasi menarik untuk pengguna yang mengutamakan mobilitas dan kenyamanan membaca.
Selama digunakan untuk membaca ebook, membuka dokumen, mencatat pekerjaan, menikmati tayangan streaming hingga bermain game, MatePad Mini terasa seperti perangkat yang berada di antara smartphone dan tablet konvensional. Ukurannya cukup luas untuk menikmati konten, tetapi tetap mudah digenggam dengan satu tangan.
Dari sisi desain, MatePad Mini memiliki dimensi 198,6 x 127,3 x 5,2 mm dengan bobot sekitar 260 gram. Ketebalan hanya 5,2 mm membuat perangkat ini terasa sangat ringan ketika dibawa bepergian. Dengan material berbahan metal dan desain unibody, Huawei juga berhasil memberikan kesan premium tanpa membuat tablet terasa berat.
Baca Juga: Galaxy S26 FE Lolos TKDN 38,2 Persen, Sinyal Samsung Segera Bawa Flagship Murah ke Indonesia
Bezel berukuran sekitar 2,99 mm membuat bagian depan terlihat semakin lapang. Rasio layar terhadap bodi mencapai 92 persen sehingga sebagian besar permukaan perangkat didominasi layar. Ukuran tersebut menjadi salah satu keunggulan utama ketika tablet digunakan untuk membaca, menonton atau bekerja dalam perjalanan.
Namun, daya tarik terbesar MatePad Mini bukan sekadar dimensinya. Huawei menyematkan panel Flexible OLED 8,8 inci beresolusi 2.560 x 1.600 piksel atau 2.5K. Layar ini memiliki kepadatan sekitar 343 PPI, refresh rate 120Hz, kontras hingga 2.000.000:1, dukungan 1,07 miliar warna, cakupan warna P3 dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits.
Teknologi PaperMatte menjadi pembeda paling terasa. Permukaan layar memiliki tekstur yang membuat pantulan cahaya jauh lebih rendah dibandingkan panel glossy. Efeknya cukup terasa ketika perangkat digunakan di bawah pencahayaan ruangan atau dekat jendela.
Bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu membaca artikel panjang, dokumen PDF atau ebook, karakter layar tersebut menjadi keuntungan besar. Pantulan yang lebih minim membuat tampilan teks tetap nyaman dilihat tanpa terlalu sering terganggu bayangan cahaya di permukaan layar.
Kombinasi OLED, resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz juga membuat teks terlihat tajam dan perpindahan halaman terasa mulus. Warna hitam tampil pekat berkat karakter panel OLED, sementara pengguna dapat mengaktifkan Ebook Mode untuk mendapatkan tampilan yang lebih menyerupai kertas.
Pengaturan temperatur warna juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi paparan cahaya biru ketika membaca dalam kondisi minim cahaya. Dalam penggunaan jangka panjang, fitur-fitur tersebut membuat MatePad Mini lebih terasa seperti perangkat khusus membaca ketimbang sekadar tablet hiburan.
Ukuran 8,8 inci juga berada pada titik yang menarik. Layar tidak terlalu kecil seperti smartphone, tetapi perangkat masih cukup ringkas untuk dipegang dalam waktu lama. Membaca novel digital, komik maupun dokumen menjadi lebih praktis tanpa harus membawa tablet berukuran besar.
Kemampuan multimedia pun tidak mengecewakan. Panel OLED menghasilkan warna yang hidup dan kontras tinggi ketika digunakan menonton film atau serial. Adegan gelap terlihat lebih dalam, sedangkan warna objek dan wajah tetap tampak natural.
Speaker stereo yang disematkan Huawei turut menunjang pengalaman tersebut. Volume cukup lantang dengan pemisahan kanal yang terasa, sehingga menonton film atau video tidak selalu mengharuskan pengguna memakai earphone.
Baca Juga: AMD Bikin Core “Gado-gado” di Zen 6, Kok Bisa Teknologi Lama Dipakai Lagi?
Meski fokus pengalaman MatePad Mini sangat kuat pada konsumsi konten, performanya juga cukup serius. Huawei membekali tablet ini dengan chipset Kirin 9010B, RAM 12 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB.
Dalam aktivitas sehari-hari, kombinasi tersebut membuat perpindahan aplikasi, browsing dengan banyak tab, video conference, streaming dan pengolahan dokumen berlangsung lancar. Tablet juga masih mampu menangani berbagai game populer.
Pengujian terhadap Mobile Legends menunjukkan permainan dapat berjalan stabil dengan frame rate tinggi dan respons kontrol yang baik. PUBG Mobile juga masih nyaman dimainkan pada pengaturan grafis menengah. Untuk Genshin Impact, pengguna perlu menyesuaikan pengaturan agar mendapatkan keseimbangan antara kualitas visual dan performa.
Hasil benchmark yang diperoleh dalam pengujian menunjukkan skor AnTuTu sebesar 917.169, sedangkan Geekbench mencatat 1.292 poin untuk single-core dan 3.455 poin untuk multi-core.
Menariknya, performa tersebut hadir dari bodi yang sangat tipis. Ketika digunakan bermain game dalam durasi panjang, perangkat memang terasa hangat, tetapi panasnya masih berada pada tingkat yang relatif dapat ditoleransi.
Sektor daya juga menjadi salah satu kekuatan MatePad Mini. Di balik bodinya yang hanya 5,2 mm, Huawei menempatkan baterai berkapasitas 6.400 mAh.
Dalam pemakaian campuran seperti membaca, browsing, streaming, mencatat dan bermain game sesekali, daya tahan baterai mampu menemani aktivitas hingga seharian. Untuk aktivitas membaca, konsumsi energinya terasa lebih irit.
Pengujian PCMark Work 3.1 mencatat daya tahan sekitar 13 jam 47 menit. Ketika baterai mulai menipis, teknologi 66W SuperCharge membantu mempercepat proses pengisian. Dalam pengujian, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 50 menit.
Pengalaman menggunakan MatePad Mini semakin lengkap berkat M-Pencil Pro. Stylus ini membuat perangkat tidak hanya nyaman untuk konsumsi konten, tetapi juga cukup serius untuk kebutuhan produktivitas.
Permukaan PaperMatte memberikan sedikit gesekan ketika stylus menyentuh layar sehingga sensasinya lebih mendekati menulis di atas kertas dibandingkan layar tablet glossy. Respons pena juga terasa cepat dengan jeda yang minim.
Untuk membuat catatan rapat, jurnal, anotasi dokumen PDF hingga menuangkan ide secara spontan, kombinasi layar dan stylus tersebut menjadi salah satu fitur paling menarik.
Fitur palm rejection juga bekerja dengan baik sehingga pengguna dapat meletakkan telapak tangan di layar ketika menulis tanpa menghasilkan sentuhan yang tidak diinginkan.
Huawei turut membekali aplikasi Notes dengan sejumlah kemampuan berbasis AI, termasuk membantu mengolah tulisan tangan menjadi teks digital dan merapikan catatan. Fitur tersebut membuat tablet semakin relevan untuk mahasiswa, pekerja kantoran maupun pengguna yang terbiasa mencatat menggunakan pena.
Untuk urusan perangkat lunak, MatePad Mini menjalankan HarmonyOS 5.1. Antarmukanya relatif sederhana dan dirancang untuk kebutuhan tablet, termasuk dukungan multitasking.
Pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, misalnya membuka dokumen referensi sambil mencatat atau melakukan pekerjaan lain. Integrasi dengan perangkat Huawei melalui ekosistem Super Device juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sudah menggunakan produk Huawei lainnya.
Ketersediaan aplikasi melalui AppGallery juga semakin penting untuk pengalaman penggunaan sehari-hari. Aplikasi produktivitas seperti WPS Office, aplikasi kreatif seperti CapCut dan GoPaint dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Pada akhirnya, Huawei MatePad Mini bukan sekadar versi kecil dari tablet biasa. Perangkat ini punya identitas yang cukup jelas: ringkas, ringan, nyaman untuk membaca, tetapi masih memiliki performa yang memadai untuk bekerja, menonton dan bermain game.
Kekuatan paling menonjol memang berada pada layar PaperMatte. Bagi pengguna yang sering membaca ebook, dokumen panjang atau komik digital, layar tersebut menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan MatePad Mini.
Sementara itu, kombinasi baterai 6.400 mAh, pengisian 66W, RAM 12 GB, chipset Kirin 9010B dan M-Pencil Pro membuat perangkat ini tidak berhenti sebagai e-reader premium.
Jika kebutuhan utama adalah tablet yang mudah dibawa, nyaman untuk membaca berjam-jam dan tetap sanggup menangani pekerjaan serta hiburan, MatePad Mini menawarkan paket yang sulit diabaikan. Ukurannya boleh mini, tetapi pengalaman yang ditawarkan justru terasa jauh lebih besar.
Editor : Mahendra Aditya