Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

HP Android Murah Terancam Hilang, Biang Keroknya Harga RAM Melambung

Iwan Arfianto • Kamis, 9 Juli 2026 | 13:19 WIB
Imbas
Imbas 'Ledakan' AI, Harga Smartphone Terancam Melonjak Tajam Akibat Kelangkaan Chip Memori

 

Jakarta - Krisis kenaikan harga komponen memori (Random Access Memory/RAM) mulai memukul industri smartphone global secara telak.

Segmen ponsel pintar kelas bawah (low-end) hingga menengah menjadi yang paling rapuh, di mana perangkat dengan harga di bawah USD 400 (sekitar Rp 6,4 juta) diprediksi akan mulai langka dan menghilang secara bertahap dari pasaran.

Berdasarkan laporan riset terbaru dari lembaga Omdia, biaya yang harus dikeluarkan pabrikan untuk membeli modul RAM kini telah menyerap porsi yang sangat besar dari total biaya produksi.

Pada ponsel kategori ultra-budget yang dibanderol di kisaran USD 99 (sekitar Rp 1,6 juta) atau di bawahnya, biaya komponen RAM bahkan berkontribusi hingga 64% dari total biaya material (Bill of Materials/BoM).

Kondisi yang hampir serupa juga mengintai pasar ponsel di rentang harga USD 100 hingga USD 400.

Di segmen ini, ongkos pengadaan memori menyumbang sekitar 59% dari keseluruhan biaya komponen.

Angka tersebut melonjak drastis jika dikomparasikan dengan kuartal ketiga (Q3) tahun 2025 lalu, di mana alokasi anggaran untuk memori hanya berkisar di angka 32%.

Melonjaknya harga RAM membuat angka USD 400 kini menjadi titik kritis bagi para vendor.

Omdia memproyeksikan volume penjualan ponsel pintar di bawah harga USD 400 akan merosot tajam hingga 22% dibandingkan tahun sebelumnya akibat produsen yang mulai enggan memproduksi ponsel murah yang tidak lagi memberikan margin keuntungan.

"Melihat tren pergerakan harga memori untuk beberapa kuartal ke depan, lini produk low-end sudah mulai kehilangan profitabilitasnya. Permintaan pasar di sektor ini berisiko anjlok karena harga jual eceran ke konsumen terus dipaksa meroket," tulis Omdia dalam laporan resminya, sebagaimana dihimpun dari 9to5Google, Rabu (8/7/2026).

"Skenario buruknya, para vendor ponsel pintar secara proaktif memilih untuk mundur secara perlahan dan mengurangi porsi produksi mereka di segmen bawah pada tahun ini," lanjut laporan tersebut.

Kendati pasar ponsel murah diprediksi akan mengalami hantaman yang parah, kondisi berkebalikan justru terjadi pada perangkat kelas premium.

Omdia mencatat bahwa pengapalan untuk smartphone dengan harga di atas USD 400 diperkirakan masih sanggup tumbuh positif sebesar 5,7% tahun ini.

Siasat Produsen: Spesifikasi Layar dan Kamera Bakal Dipangkas

Demi menjaga agar harga ponsel tetap masuk akal tanpa harus sepenuhnya menyetop produksi, para vendor dilaporkan bakal mengambil langkah ekstrem berupa penurunan spesifikasi (downgrade) pada fitur-fitur lainnya.

Guna menutupi pembengkakan biaya RAM, produsen kemungkinan besar akan menghemat pengeluaran pada komponen lain.

Langkah kongret yang diprediksi bakal masif diadopsi antara lain adalah menurunkan kualitas panel layar (display), memangkas jumlah kamera belakang atau menggunakan sensor lensa yang lebih kecil, hingga tetap mengandalkan chipset (prosesor) generasi lawas ketimbang memakai versi yang lebih mutakhir.

Editor : Iwan Arfianto
#Krisis Ram #hp murah #hp android