Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Jangan Sampai Tertipu! Ini 7 Cara Membedakan Link Asli dan Palsu

uinbroadcasting • Minggu, 5 Juli 2026 | 09:11 WIB
Gambar Ilustrasi Penyebaran Link penipuan
Gambar Ilustrasi Penyebaran Link penipuan

RADAR KUDUS – Penipuan digital terus berkembang dengan berbagai modus baru. Salah satu cara yang paling sering digunakan pelaku adalah mengirimkan link palsu (phishing) yang dibuat semirip mungkin dengan website resmi. Korban biasanya diarahkan untuk memasukkan username, password, kode OTP, hingga data rekening yang kemudian dicuri oleh pelaku.

Banyak orang tertipu karena hanya melihat sekilas tampilan website tanpa memeriksa alamat link yang sebenarnya. Padahal, ada beberapa ciri sederhana yang bisa dikenali untuk membedakan link asli dan palsu.

Berikut cara membedakannya.

1. Perhatikan Nama Domainnya, Jangan Hanya Lihat Nama Merek

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah hanya membaca nama perusahaan di awal link. Padahal, yang paling penting adalah nama domain utama.

Contoh link asli:

Contoh link palsu:

Sekilas nama "Tokopedia", "Shopee", atau "BRI" memang ada. Namun domain akhirnya bukan domain resmi perusahaan.

Ciri link palsu:

2. Periksa HTTPS, Tapi Jangan Langsung Percaya

Website resmi umumnya menggunakan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di sebelah kiri alamat website.

Namun, banyak orang salah paham. HTTPS bukan berarti website tersebut pasti aman.

Saat ini, pelaku phishing juga dapat membuat website palsu yang menggunakan HTTPS.

Contoh:

Asli:

https://bca.co.id

Palsu:

https://bca-verifikasi.com

Keduanya sama-sama memiliki HTTPS, tetapi domainnya berbeda.

Ciri link palsu:

3. Waspadai Huruf yang Sengaja Diubah

Ini adalah teknik yang sangat sering digunakan penipu. Mereka mengganti satu atau dua huruf sehingga sekilas terlihat sama.

Misalnya:

Asli:

Palsu:

Atau

Asli:

Palsu:

Sekilas hampir tidak terlihat berbeda, terutama jika dibuka melalui ponsel.

Ciri link palsu:

4. Jangan Mudah Percaya Link yang Dikirim Lewat WhatsApp atau SMS

Pelaku sering mengirim pesan yang membuat korban panik atau tergiur.

Contohnya:

Kalimat tersebut dibuat agar korban tidak sempat berpikir panjang.

Ciri link palsu:

5. Jangan Login Melalui Link yang Dibagikan

Jika menerima pesan dari bank, marketplace, atau media sosial, jangan langsung login melalui tautan yang diberikan.

Lebih aman membuka aplikasi resmi atau mengetik sendiri alamat website melalui browser.

Sebagai contoh, jika mendapat pesan mengatasnamakan BCA, lebih baik buka aplikasi myBCA atau ketik sendiri alamat bca.co.id daripada mengklik link di pesan.

Ciri link palsu:

6. Periksa Tampilan Website

Website phishing biasanya dibuat terburu-buru sehingga masih terdapat banyak kesalahan.

Perhatikan apakah terdapat:

Website resmi biasanya memiliki tampilan yang rapi dan profesional.

Ciri link palsu:

7. Gunakan Pemeriksa Keamanan Link

Jika ragu, jangan langsung membuka tautan tersebut.

Anda dapat mengecek keamanan link melalui layanan seperti:

Layanan tersebut akan memeriksa apakah website pernah dilaporkan sebagai situs phishing, malware, atau penipuan.

Cara ini sangat berguna terutama jika Anda menerima link dari nomor yang tidak dikenal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengklik?

Jika Anda tanpa sengaja membuka link yang mencurigakan, jangan langsung panik.

Lakukan beberapa langkah berikut:

Pelaku penipuan kini semakin mahir membuat link yang sekilas tampak seperti website resmi. Karena itu, jangan hanya melihat nama perusahaan atau logo yang ditampilkan. Biasakan memeriksa alamat domain, ejaan URL, isi pesan, hingga tujuan halaman login sebelum mengklik sebuah tautan. Kewaspadaan sederhana ini dapat melindungi data pribadi sekaligus menghindarkan Anda dari kerugian finansial akibat penipuan digital.

Editor : Mahendra Aditya
#penipuan #Link Palsu #Pishing