RADAR KUDUS – WhatsApp memberikan penjelasan resmi terkait kekhawatiran pemerintah India terhadap fitur username yang akan segera diluncurkan secara global.
Fitur tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan online, phishing, hingga peniruan identitas, namun Meta menegaskan telah menyiapkan sejumlah perlindungan berlapis untuk mencegah penyalahgunaan.
Perdebatan mengenai fitur baru ini mencuat setelah Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India meminta WhatsApp menunda peluncuran username hingga proses konsultasi dan evaluasi keamanan selesai dilakukan.
Pemerintah India menilai fitur tersebut dapat membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber karena memungkinkan seseorang menghubungi pengguna lain tanpa harus menampilkan nomor telepon asli mereka.
Baca Juga: 5 iPhone Baru dan iPhone Lipat Meluncur hingga 2027, Begini Penjelasannya
Dikhawatirkan Mempermudah Penipuan
Menurut otoritas India, fitur username berpotensi meningkatkan berbagai bentuk kejahatan digital, mulai dari penipuan investasi, phishing, hingga pemalsuan identitas.
Kekhawatiran utama muncul karena pelaku kejahatan dapat membuat username yang mirip dengan nama individu, instansi pemerintah, bank, maupun lembaga publik untuk mengelabui calon korban.
Dengan menyembunyikan nomor telepon, penipu dikhawatirkan lebih mudah menjangkau pengguna tanpa menimbulkan kecurigaan sejak awal komunikasi.
Pemerintah India bahkan meminta WhatsApp memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme keamanan fitur tersebut dan mempertimbangkan penundaan peluncuran sampai seluruh kajian selesai dilakukan.
WhatsApp: Fitur Belum Dirilis dan Sudah Dilindungi Pengamanan Khusus
Menanggapi kekhawatiran tersebut, WhatsApp menegaskan bahwa fitur username saat ini belum diluncurkan untuk publik secara luas. Pengguna baru sebatas dapat melakukan reservasi username, sementara peluncuran penuh direncanakan berlangsung pada akhir 2026.
Meta menjelaskan bahwa nomor telepon tetap menjadi syarat utama untuk membuat akun WhatsApp, sehingga fitur username tidak menggantikan sistem identitas yang sudah ada.
Juru bicara WhatsApp menyatakan perusahaan telah mengembangkan beberapa lapisan perlindungan untuk mencegah penipuan dan peniruan identitas.
“Untuk melindungi dari peniruan identitas, kami telah menahan nama-nama orang terkenal seperti tokoh publik, entitas pemerintah, selebriti, dan akun Meta terverifikasi sehingga hanya dapat diklaim oleh pemilik sahnya,” kata juru bicara WhatsApp, dikutip dari BBC.
Selain nama asli, WhatsApp juga membatasi penggunaan variasi username yang dianggap terlalu mirip dengan akun resmi atau figur publik tertentu.
Cara Kerja Fitur Username WhatsApp
Fitur username memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa perlu membagikan nomor telepon pribadi. Sistem ini mirip dengan yang sudah lama digunakan Telegram, Signal, dan sejumlah platform media sosial lainnya.
Namun WhatsApp menekankan bahwa seseorang tidak bisa sembarangan menemukan akun pengguna. Orang lain harus mengetahui username secara tepat sebelum dapat mengirim pesan.
Untuk mencegah penyalahgunaan, WhatsApp menyiapkan beberapa mekanisme keamanan tambahan:
-
Membatasi jumlah kontak baru yang bisa dihubungi akun tertentu dalam periode waktu tertentu.
-
Memblokir upaya menebak username secara berulang-ulang (username enumeration).
-
Menggunakan sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan peniruan identitas.
-
Menyediakan laporan dan pemblokiran akun yang diduga melakukan penipuan.
Baca Juga: 20 Prompt AI Poster Idul Adha 2026 Paling Keren, Cocok untuk Instagram dan WhatsApp
Pengguna Akan Mendapat Informasi Tambahan
WhatsApp juga mengklaim akan memberikan konteks lebih lengkap ketika pengguna menerima pesan pertama dari akun yang menghubungi lewat username.
Informasi yang ditampilkan antara lain:
-
Apakah akun tersebut baru dibuat.
-
Apakah pengirim sudah ada di daftar kontak.
-
Apakah pengirim berada di grup WhatsApp yang sama.
-
Apakah pesan dikirim dari negara lain.
Dengan informasi tersebut, pengguna diharapkan dapat lebih mudah menilai apakah pesan yang diterima aman untuk dibalas atau justru berpotensi penipuan.
Ada Fitur Kunci Username
Salah satu fitur tambahan yang disiapkan WhatsApp adalah “kunci username” (username lock). Fitur ini bersifat opsional dan memungkinkan pengguna menambahkan kode empat digit pada username mereka.
Artinya, hanya orang yang mengetahui kombinasi username dan kode empat digit tersebut yang dapat menghubungi pengguna melalui fitur baru ini.
WhatsApp berharap mekanisme tersebut dapat memberikan lapisan privasi tambahan, terutama bagi pengguna yang tidak ingin mudah dihubungi oleh orang asing.
Tren Global Penggunaan Username
Penggunaan username sebenarnya bukan hal baru di dunia aplikasi pesan instan. Telegram telah lebih dulu menerapkan sistem ini selama bertahun-tahun, diikuti oleh Signal dan berbagai platform komunikasi lainnya.
Bagi WhatsApp, fitur username dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan privasi pengguna dengan mengurangi kebutuhan membagikan nomor telepon kepada orang yang baru dikenal.
Namun para pakar keamanan siber juga mengingatkan bahwa setiap sistem identitas digital baru tetap memiliki risiko penyalahgunaan jika pengguna tidak berhati-hati.
Karena itu, pengguna disarankan untuk tetap waspada terhadap pesan dari akun yang tidak dikenal, tidak mudah membagikan kode OTP, serta selalu memverifikasi identitas pengirim sebelum melakukan transaksi atau memberikan informasi pribadi.
Kapan Fitur Ini Diluncurkan?
Hingga awal Juli 2026, WhatsApp belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran global fitur username. Perusahaan hanya menyebut fitur tersebut akan tersedia secara bertahap pada akhir tahun ini setelah proses pengujian dan evaluasi keamanan selesai dilakukan.
Perdebatan antara kebutuhan privasi pengguna dan potensi risiko penipuan diperkirakan akan terus menjadi perhatian regulator dan perusahaan teknologi sebelum fitur ini benar-benar digunakan oleh miliaran pengguna WhatsApp di seluruh dunia.
Editor : Mahendra Aditya