Jakarta - Era konsol gim rumahan yang ramah di kantong tampaknya akan segera berakhir.
Pasca-peluncuran PS5 Pro yang sempat memicu perdebatan karena harganya yang tinggi, masa depan lini konsol Sony diprediksi bakal makin menguras rekening.
Konsol generasi terbaru, PlayStation 6 (PS6), kini dirumorkan bakal mencetak rekor sebagai konsol termahal dalam sejarah Sony dengan estimasi harga menembus angka Rp 15 juta hingga Rp 16 jutaan.
Informasi yang dibagikan oleh leaker kenamaan industri teknologi, KeplerL2, mengungkap bahwa pembengkakan biaya produksi (Bill of Materials) menjadi biang kerok utama.
Setelah sempat diprediksi memakan biaya modal sebesar USD 760 pada awal tahun, laporan terbaru menyebutkan ada lonjakan biaya komponen tambahan hingga USD 200 akibat meroketnya harga memori global.
Prediksi Harga di Indonesia: Jika melihat tren harga PS5 Pro saat ini yang berada di kisaran USD 899, maka harga eceran PS6 saat mendarat di pasar Indonesia diproyeksikan bisa dengan mudah melampaui angka Rp 15.000.000 setelah akumulasi pajak dan biaya distribusi.
Sony Ogah Rugi, Strategi Subsidi Harga Resmi Berakhir
Bagi para gamer, kebijakan baru Sony ini tentu menjadi pil pahit.
Selama beberapa dekade, produsen konsol rela "jual rugi" perangkat keras di awal peluncuran demi menjaring basis pemain massal, lalu mengeruk keuntungan dari penjualan kaset gim.
Namun, strategi itu dipastikan mati.
CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, telah menegaskan perubahan haluan bisnis raksasa asal Jepang ini.
Sony kini lebih memilih mengejar profitabilitas langsung dari penjualan perangkat keras.
Sebagai gantinya, mereka akan memeras pendapatan dari ekosistem yang sudah ada melalui pos-pos berikut:
-
Kenaikan tarif langganan bulanan (PlayStation Plus).
-
Penjualan konten digital (DLC) dan item kosmetik di dalam gim.
-
Ekspansi gim eksklusif ke platform PC untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Proyek "Canis": Penyelamat yang Lebih Fleksibel?
Di tengah kekhawatiran melambungnya harga PS6, Sony dilaporkan tengah menyiapkan rencana cadangan berupa konsol portabel (handheld) dengan kode nama "Canis".
Perangkat ini dirancang untuk menghadang dominasi PC genggam seperti Steam Deck dan ROG Ally yang kian populer.
Menariknya, Canis dirumorkan mengusung spesifikasi yang cukup menjanjikan untuk ukuran perangkat portabel:
-
Dapur Pacu: Menggunakan arsitektur masa depan AMD (CPU Zen 6C dan GPU RDNA 5).
-
Performa: Diklaim mampu melibas performa grafis Xbox Series S di atas kertas.
-
Kompatibilitas: Mampu memainkan seluruh pustaka gim PS4 secara bawaan, serta gim PS5/PS6 lewat optimasi pembaruan perangkat lunak (patch).
Langkah agresif ini diambil Sony demi membentengi ekosistemnya dari gempuran Microsoft yang juga tengah menyiapkan konsol generasi baru berkode "Helix".
Persaingan konsol masa depan ini diprediksi baru akan meletus secara resmi pada jendela rilis akhir tahun 2027 atau 2028 mendatang.
Editor : Iwan Arfianto