Jakarta – Pasar sport smartwatch premium di Tanah Air kembali memanas.
Amazfit secara resmi memboyong lini jam tangan pintar tangguh terbaru mereka ke pasar domestik melalui peluncuran Amazfit Cheetah 2 Pro dan Amazfit Cheetah 2 Ultra.
Duo perangkat wearable ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para pelari serius, atlet maraton, hingga pencinta trail running yang menuntut akurasi GPS tinggi, daya tahan baterai ekstrem, serta panduan latihan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Langkah Amazfit merilis seri Cheetah 2 ini kian mempertegas dominasi mereka di segmen jam tangan olahraga premium.
Di skala global, kedua perangkat ini bahkan mulai santer disebut sebagai penantang kuat sekaligus alternatif dari Garmin lantaran menawarkan kualitas material kokoh (build premium), fitur olahraga yang komprehensif, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Amazfit Cheetah 2 Pro: Partner Andal untuk Maraton dan Road Running
Varian Cheetah 2 Pro diposisikan bagi pengguna yang fokus pada aktivitas road running serta program latihan maraton intensif.
Jam tangan pintar ini mengandalkan material tangguh Grade 5 Titanium dengan bobot ringan berkisar 45 gram agar tetap nyaman melingkar di pergelangan tangan saat dipakai berlari dalam durasi panjang.
-
Sektor Visual: Mengusung panel layar AMOLED 1,32 inci yang dilapisi kaca sapphire glass antipeleset, serta tingkat kecerahan (brightness) masif hingga 3.000 nits agar informasi di layar tetap terbaca jelas di bawah terik matahari langsung.
-
Fitur AI & Metrik Lari: Dilengkapi teknologi Zepp Coach AI yang mampu menyusun program latihan personal secara otomatis. Jam ini juga mampu membaca metrik lari profesional layaknya pelatih pribadi, seperti running power, lactate threshold, ground contact time, hingga analisis running posture.
-
Navigasi & Daya Tahan: Didukung teknologi dual-band GPS dan enam sistem satelit penentu posisi, lengkap dengan kemampuan membaca offline maps dan route navigation. Baterainya diklaim sanggup bertahan hingga 20 hari untuk pemakaian normal dan 31 jam nonstop saat mode GPS aktif.
Amazfit Cheetah 2 Ultra: Monster Daya Tahan untuk Medan Ekstrem
Bagi para atlet ketahanan (endurance athlete) serta pelari lintas alam (trail runner), Amazfit menyediakan varian Cheetah 2 Ultra yang memiliki ketahanan bodi bersertifikasi standar militer.
Model ini mengusung dimensi layar AMOLED 1,5 inci yang lebih lapang dengan tingkat kecerahan tetap di angka 3.000 nits.
Untuk menunjang petualangan di alam bebas tanpa koneksi internet, varian Ultra dibekali ruang penyimpanan internal (storage) sebesar 64GB untuk menampung lebih banyak peta luring (offline maps) maupun file podcast.
Sistem navigasinya pun setingkat lebih canggih berkat integrasi fitur full-color contour maps serta elevation overview guna mempermudah pembacaan kontur medan dan ketinggian secara mendalam.
Aspek paling impresif terletak pada pasokan dayanya. Baterai Amazfit Cheetah 2 Ultra diklaim mampu menyala nonstop hingga 30 hari (satu bulan penuh) pada penggunaan harian normal, serta awet selama 33 hingga 60 jam pada mode pelacakan GPS/trail running aktif.
Integrasi Ekosistem Kesehatan dan Sinkronisasi Latihan
Kedua jam tangan sport premium ini terhubung penuh ke dalam ekosistem Zepp App untuk menyajikan rekam medis dan data kebugaran pengguna secara presisi, mencakup indikator HRV, kualitas tidur, beban latihan (training load), masa pemulihan (recovery), hingga kalkulasi estimasi VO₂ Max.
Menariknya, Amazfit juga membuka akses sinkronisasi data latihan secara instan ke berbagai platform komunitas olahraga populer global, seperti Strava, TrainingPeaks, Runna, hingga Intervals.icu.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Lini Amazfit Cheetah 2 Series sudah mulai dipasarkan secara resmi di jaringan ritel dan e-commerce Indonesia sejak 10 Juni 2026 dengan rincian harga sebagai berikut:
-
Amazfit Cheetah 2 Pro: Rp 7.799.000
-
Amazfit Cheetah 2 Ultra: Rp 10.499.000
Dengan paket spesifikasi titanium, kecerahan layar super tinggi, dan baterai tangguh yang sanggup menyala hingga sebulan, seri Cheetah 2 siap menjadi idola baru bagi komunitas pelari di tanah air.
Editor : Iwan Arfianto