RADAR KUDUS — Pemerintah Indonesia merencanakan untuk menghentikan layanan jaringan 2G secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari usaha untuk memperbarui infrastruktur telekomunikasi nasional.
Kebijakan ini dianggap penting untuk mempercepat proses transformasi digital dan juga meningkatkan penggunaan spektrum frekuensi untuk layanan telekomunikasi yang lebih maju.
Penghentian bertahap jaringan 2G akan dimulai pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat transformasi digital serta modernisasi telekomunikasi.
Pemerintah berencana untuk secara bertahap menghentikan layanan jaringan 2G mulai 2026 guna mendukung perbaikan infrastruktur telekomunikasi.
Baca Juga: WhatsApp Siapkan Fitur Scam Alert untuk Lindungi Pengguna dari Penipuan
Kebijakan ini ditujukan untuk memaksimalkan spektrum frekuensi yang saat ini digunakan oleh jaringan 2G untuk layanan yang lebih modern seperti 4G dan 5G.
Pengguna ponsel lama atau ponsel fitur mulai merasakan dampak dari kebijakan penghentian bertahap ini.
Ponsel fitur yang hanya mendukung jaringan 2G tidak akan bisa digunakan untuk berkomunikasi setelah layanan 2G dihentikan sepenuhnya.
Ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang masih memakai perangkat lama, terutama di daerah yang belum sepenuhnya beralih ke jaringan yang lebih baru.
Baca Juga: Resmi Masuk Indonesia, Xiaomi 17T Pro Hadir dengan Baterai Jumbo, Ini Spesifikasi dan Harganya
Penghentian layanan 2G dilakukan secara bertahap, bukan serentak di seluruh Indonesia, sehingga beberapa daerah masih akan memiliki layanan 2G sementara daerah lain telah beralih ke jaringan 4G atau 5G.
Operator telekomunikasi di Indonesia akan menyesuaikan infrastruktur mereka untuk memfasilitasi transisi ini, memberikan waktu kepada pengguna untuk berpindah ke perangkat yang mendukung jaringan yang lebih baru.
Keputusan untuk menghentikan jaringan 2G secara bertahap merupakan langkah strategis dalam memperbarui sektor telekomunikasi Indonesia.
Masyarakat diharapkan mulai mempersiapkan diri untuk menggunakan perangkat telekomunikasi yang mendukung jaringan 4G atau 5G agar tidak terpengaruh oleh penghentian layanan 2G.
Baca Juga: Google Luncurkan Fake Call Detection, Lindungi Pengguna Saat Ada Panggilan Mencurigakan
Transformasi digital ini akan memberikan peluang untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang lebih canggih dan efisien di masa mendatang.
Editor : Anita Fitriani