Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Laptop Melonjak, Tablet Honor Mendadak Jadi Buruan Konsumen

Iwan Arfianto • Senin, 25 Mei 2026 | 16:58 WIB
Honor Pad X8b Resmi di Indonesia Foto: Honor
Honor Pad X8b Resmi di Indonesia Foto: Honor

 

Jakarta - Krisis memori global yang memicu lonjakan harga RAM berimbas langsung pada meroketnya harga laptop baru di tanah air.

Namun, situasi pelik ini justru mendatangkan berkah tersendiri bagi produsen teknologi Honor.

Konsumen di Indonesia kini dilaporkan mulai berbondong-bondong mengalihkan pilihan mereka ke perangkat tablet sebagai alternatif pengganti laptop.

Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor resmi Honor, Aryo Meidianto, mengonfirmasi tren positif tersebut.

Menurutnya, grafik penjualan tablet Honor langsung melesat tajam sejak dua bulan terakhir, tepat ketika harga laptop di pasar domestik mulai tidak bersahabat.

"Harusnya sih dari yang kemarin awal-awalnya si laptop kena sampai sekarang itu sekitar 30-40% naik dari tablet," ungkap Aryo usai acara hands-on Honor Pad X8b di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Budget Rp 5 Jutaan: Pilih Tablet Baru atau Laptop "Uzur"?

Aryo menjelaskan, pergeseran minat ini sangat rasional jika dilihat dari sudut pandang nilai ekonomis.

Dengan kesiapan dana di kisaran Rp 5 jutaan, konsumen saat ini sudah bisa membawa pulang sebuah tablet baru yang ringan, bermesin modern, dan memiliki spesifikasi terkini.

Sebaliknya, dengan nominal budget yang sama di tengah krisis komponen saat ini, konsumen kemungkinan besar hanya akan mendapatkan laptop kondisi bekas yang masa pakainya sudah sangat berumur.

Fenomena ini pula yang membuat peta bisnis Honor di Indonesia sedikit bergeser.

Saat ini, lini produk yang dijajakan Honor justru lebih didominasi oleh perangkat tablet, di mana angka penjualannya kini sukses melampaui performa pasar smartphone mereka sendiri.

Strategi Bulk Buying untuk Redam Efek Dolar

Selain diuntungkan oleh momentum, Honor juga membagikan rahasia dapur mereka dalam mempertahankan harga perangkat agar tetap stabil di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sedang melemah.

Honor menerapkan strategi pemesanan dalam jumlah besar sekaligus (bulk buying) berdasarkan perhitungan siklus hidup produk (end-of-life).

"Jadi kita hitung dulu kira-kira si perangkat ini end-of-life-nya sampai kapan. Dari situ kita bisa langsung, istilahnya pesan bulk, sebanyak itu. Jadi mau ada kenaikan apapun, kita nggak akan terpengaruh," jelas Aryo.

Strategi ini terbukti ampuh mengamankan stok dengan harga produksi lama, berbeda dengan vendor lain yang memesan dalam kuantitas kecil secara berkala sehingga rentan terkena imbas kenaikan harga komponen di tengah jalan.

Bagaimana dengan Nasib Smartphone Honor?

Meski pasar tablet mereka sedang berada di atas angin, Honor menegaskan tidak akan menganaktirikan lini smartphone di Indonesia.

Perusahaan memastikan bakal tetap merilis ponsel pintar baru ke depannya, namun dengan kalkulasi yang jauh lebih matang untuk menyesuaikan daya beli riil masyarakat.

Untuk pasar ponsel, Honor memilih bermain aman dengan membidik segmen yang dinilai paling gemuk dan memiliki basis konsumen paling loyal di Indonesia, yakni pada rentang harga Rp 3 juta hingga Rp 7 jutaan.

Editor : Iwan Arfianto
#Krisis Ram #tablet #honor #laptop