Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Google Bikin HP Android Makin Aman, Copet dan Penipu Auto Panik!

Iwan Arfianto • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:42 WIB
Foto. Google
Foto. Google

 

Jakarta - Google mulai memperkenalkan sejumlah fitur keamanan terbaru untuk perangkat Android yang dirancang melindungi pengguna dari aksi penipuan digital hingga risiko pencurian ponsel.

Deretan pembaruan ini diumumkan jelang konferensi tahunan Google I/O 2026 dan akan tersedia bertahap di berbagai perangkat Android.

Salah satu fitur unggulan difokuskan untuk menangkal modus penipuan telepon yang mengatasnamakan bank atau lembaga keuangan.

Modus ini kerap digunakan pelaku untuk mencuri data pribadi hingga menguras rekening korban.

Kini, Android akan dibekali sistem perlindungan terhadap pemalsuan nomor telepon atau spoofing.

Teknologi tersebut memungkinkan sistem mendeteksi panggilan mencurigakan yang berpura-pura berasal dari institusi resmi.

Jika sistem mendapati nomor terindikasi palsu, Android akan secara otomatis menghentikan panggilan dan memberikan peringatan kepada pengguna terkait potensi penipuan.

Pembaruan ini disebut akan tersedia dalam waktu dekat untuk perangkat Android 11 ke atas.

Google juga menggandeng sejumlah lembaga keuangan global guna memperkuat sistem deteksi penipuan.

Meski saat ini cakupannya masih terbatas di beberapa negara, perusahaan berencana memperluas dukungan ke lebih banyak bank secara bertahap.

Tak hanya melawan penipu, Google juga meningkatkan perlindungan terhadap kasus pencurian ponsel.

Fitur 'Mark as lost' di layanan pelacak perangkat kini akan dilengkapi sistem keamanan tambahan berupa verifikasi biometrik.

Artinya, pengguna tak hanya diminta memasukkan PIN, tetapi juga harus melakukan verifikasi sidik jari atau pemindaian wajah sebelum perangkat dapat diakses kembali.

Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi aksi pencopet yang mengetahui kode akses korban.

Saat fitur kehilangan diaktifkan, Android juga akan otomatis membatasi akses tertentu di perangkat.

Pengaturan cepat (Quick Settings) akan disembunyikan, sementara koneksi Wi-Fi dan Bluetooth baru tidak bisa diaktifkan sembarangan untuk mencegah perangkat dilacak atau dimodifikasi pencuri.

Selain itu, Google memperluas kemampuan fitur Live Threat Detection, yakni sistem yang mampu mendeteksi perilaku aplikasi mencurigakan secara real-time.

Fitur ini akan memantau aktivitas abnormal seperti penerusan SMS diam-diam atau penyalahgunaan izin aksesibilitas untuk menjalankan aksi penipuan.

Di sisi privasi, Android juga menghadirkan kontrol lokasi yang lebih fleksibel.

Pengguna kini dapat memberikan akses lokasi presisi kepada aplikasi hanya sementara, misalnya ketika mencari restoran atau tempat terdekat, lalu akses tersebut berhenti otomatis setelah aplikasi ditutup.

Dengan sederet pembaruan ini, Google ingin membuat perangkat Android semakin aman dari ancaman siber, penipuan digital, hingga risiko pencurian fisik yang kian marak terjadi.

Editor : Iwan Arfianto
#Android 17 #android #google #keamanan siber