Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fokus ke Bisnis Inti, Porsche Pangkas Anak Usaha dan Hentikan Operasi Cellforce

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:07 WIB
Porsche Tutup Unit Baterai Cellforce, Ratusan Karyawan Terdampak Restrukturisasi
Porsche Tutup Unit Baterai Cellforce, Ratusan Karyawan Terdampak Restrukturisasi

RADAR KUDUS - Produsen mobil sport asal Jerman, Porsche, kembali melanjutkan langkah restrukturisasi bisnisnya dengan menutup sejumlah anak perusahaan, termasuk divisi pengembangan baterai listrik Cellforce Group. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi baru perusahaan yang ingin lebih fokus pada bisnis otomotif inti di tengah perubahan kondisi pasar global.

Porsche menyatakan bahwa Cellforce dinilai sudah tidak memiliki prospek bisnis jangka panjang yang cukup kuat dalam arah strategi terbaru perusahaan. Karena itu, proses penghentian operasional akan segera dibahas bersama perwakilan karyawan.

Penutupan tersebut berdampak pada sekitar 50 pegawai yang masih bekerja di Cellforce. Perusahaan ini awalnya dibentuk sebagai kerja sama antara Porsche dan Customcells untuk mengembangkan baterai performa tinggi bagi mobil sport listrik Porsche.

Baca Juga: Mercedes-Benz eEconic Makin Diminati, Frankfurt Tambah Armada Truk Sampah Listrik

Pada 2023, Porsche mengambil alih penuh Cellforce dan sempat memperluas ambisi bisnisnya di sektor baterai kendaraan listrik. Namun, pada 2025 perusahaan mulai memangkas skala operasional secara besar-besaran. Saat itu, sekitar 200 dari total 290 karyawan kehilangan pekerjaan, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke fasilitas PowerCo di Salzgitter.

Dalam pernyataan resminya, Porsche menegaskan bahwa strategi baru perusahaan mengutamakan pendekatan teknologi terbuka untuk sistem penggerak kendaraan. Hal itu membuat keberlangsungan Cellforce dinilai tidak lagi sejalan dengan kebutuhan jangka panjang perusahaan.

CEO Porsche, Michael Leiters, mengatakan perusahaan harus kembali memusatkan perhatian pada lini bisnis utama agar proses transformasi berjalan efektif.

Menurutnya, langkah ini memang sulit, tetapi dianggap penting demi menjaga daya saing perusahaan di masa depan.

Selain Cellforce, Porsche juga memutuskan menghentikan operasional Porsche eBike Performance GmbH, perusahaan yang mengembangkan sistem penggerak sepeda listrik. Unit tersebut mempekerjakan sekitar 350 karyawan yang tersebar di Ottobrunn, Jerman, serta Zagreb, Kroasia.

Porsche menyebut perubahan kondisi pasar menjadi alasan utama penghentian bisnis sepeda listrik tersebut. Sebelumnya, unit itu juga mengintegrasikan Greyp, perusahaan sepeda listrik yang didirikan oleh Mate Rimac.

Tidak hanya itu, Porsche turut menutup anak usaha perangkat lunaknya, Cetitec, yang berbasis di Pforzheim. Perusahaan ini mengembangkan software komunikasi data khusus untuk Porsche dan grup Volkswagen.

Penutupan Cetitec memengaruhi sekitar 90 pekerja, termasuk 60 pegawai di Jerman dan 30 lainnya di Kroasia. Porsche menjelaskan bahwa perubahan tanggung jawab pengembangan teknologi dan dinamika pasar menjadi faktor utama keputusan tersebut.

Langkah restrukturisasi ini melanjutkan kebijakan Porsche sebelumnya yang melepas kepemilikannya di Rimac Group serta joint venture Bugatti Rimac. Perusahaan kini tampak semakin selektif dalam menentukan arah investasi dan pengembangan teknologi di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang terus berubah.

Editor : Mahendra Aditya
#Cellforce #restrukturisasi Porsche #industri otomotif #porsche #baterai mobil listrik