RADAR KUDUS – Keluarga mendiang pemimpin Samsung Group, Lee Kun-hee, resmi menyelesaikan kewajiban pajak warisan mereka yang nilainya memecahkan rekor dunia.
Total pajak yang dibayarkan mencapai 12 triliun won atau setara dengan Rp139 triliun, menjadikannya sebagai salah satu pembayaran pajak individu terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah fiskal global.
Penyelesaian pembayaran ini menandai berakhirnya periode transisi kepemilikan aset yang kompleks di dalam tubuh konglomerat terbesar di Korea Selatan tersebut sejak wafatnya sang pemimpin pada Oktober 2020 lalu.
Baca Juga: Gaji Tak Dibayar, 6 Pemain Tinggalkan PSBS! Pablo Andrade Ungkap Kesedihan Mendalam
Sesuai dengan regulasi perpajakan Korea Selatan yang dikenal sangat ketat, keluarga Lee menggunakan skema pembayaran bertahap (annual installment plan).
Putranya yang juga merupakan pemimpin Samsung saat ini, Lee Jae-yong, bersama ibu dan saudara perempuannya, melunasi tagihan raksasa tersebut dalam enam termin selama periode lima tahun.
Untuk melunasi angka fantastis ini, para ahli waris dilaporkan harus menempuh berbagai strategi finansial, termasuk:
Pinjaman Pribadi: Mengambil pinjaman dengan menjaminkan saham mereka di berbagai unit usaha Samsung.
Penjualan Saham: Melepas sebagian kecil porsi kepemilikan saham di perusahaan afiliasi guna mengumpulkan likuiditas.
Dividen: Memanfaatkan pendapatan dari dividen perusahaan yang terus mengalir berkat kinerja solid Samsung di pasar global.
Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tarif pajak warisan tertinggi di dunia, dengan tarif progresif yang bisa mencapai 50 persen, bahkan meningkat hingga 60 persen jika aset yang diwariskan mencakup saham pengendali di sebuah perusahaan.
Sebagai perbandingan, nilai pajak Rp139 triliun ini setara dengan tiga hingga empat kali lipat dari total pendapatan pajak warisan tahunan pemerintah Korea Selatan secara keseluruhan pada tahun-tahun sebelumnya.
Langkah keluarga Samsung untuk patuh terhadap aturan ini mendapatkan sorotan positif dari media internasional, karena mencerminkan komitmen terhadap transparansi fiskal meskipun beban finansial yang ditanggung sangat berat.
Dengan lunasnya pajak tersebut, hambatan hukum dan administratif terkait suksesi kekayaan Lee Kun-hee kini telah sirna.
Hal ini memberikan kepastian struktur kepemilikan bagi investor global terhadap Samsung Electronics dan unit usaha lainnya di bawah naungan Samsung Group.
Lee Kun-hee, yang mengubah Samsung dari produsen televisi kelas bawah menjadi raksasa teknologi dunia, meninggalkan aset berupa koleksi seni bernilai tinggi, properti, dan kepemilikan saham mayoritas.
Sebagian dari koleksi seninya yang bernilai miliaran dolar juga telah disumbangkan ke museum nasional sebagai bagian dari upaya keluarga untuk memenuhi kewajiban sosial dan meringankan beban pajak.
Keberhasilan pelunasan ini mengukuhkan posisi keluarga Lee sebagai salah satu dinasti bisnis paling berpengaruh yang tetap mematuhi koridor hukum di tengah tekanan ekonomi global yang dinamis. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna