Jakarta – Penantian para penggemar produk Apple di tanah air terhadap laptop murah terbaru, MacBook Neo, tampaknya akan segera berakhir.
Setelah sebelumnya terdeteksi di situs Postel Komdigi, informasi mengenai tanggal peluncuran dan harganya kini mulai beredar luas di jagat maya.
Berdasarkan bocoran dari akun Apple Enthusiast Bagus (@bhaguz_403) di platform X, perangkat ini diprediksi mulai dijual secara resmi di Indonesia pada 22 Mei 2025.
Sementara itu, sesi pemesanan awal atau pre-order dikabarkan akan dibuka satu minggu sebelumnya, yakni pada 15 Mei.
Performa AI dalam Desain Ringkas
MacBook Neo dirancang sebagai perangkat entry-level yang tetap menawarkan kemewahan ekosistem Mac namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Berikut adalah poin-poin spesifikasi utamanya:
-
Dapur Pacu: Mengandalkan chip Apple A18 Pro dengan sistem fanless (tanpa kipas) yang diklaim 50% lebih kencang dibanding laptop kompetitor di kelasnya.
-
Fitur Unggulan: Mendukung kemampuan AI on-device yang kencang melalui sistem operasi macOS Tahoe yang mengintegrasikan fitur Apple Intelligence.
-
Layar: Panel Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel dan tingkat kecerahan mencapai 500 nits.
-
Mobilitas: Desain unibody aluminium yang ringan dengan bobot hanya 1,22 kg.
-
Daya Tahan: Baterai yang mampu bertahan hingga 16 jam untuk penggunaan normal.
-
Varian Warna: Hadir dengan pilihan warna yang segar seperti blush (pink), indigo, silver, dan citrus (kuning).
Laptop ini juga dilengkapi dengan Magic Keyboard yang memiliki Touch ID, kamera FaceTime HD 1080p, serta dukungan audio Spatial Audio dan Dolby Atmos.
Prediksi Harga di Pasar Indonesia
MacBook Neo diposisikan khusus bagi segmen pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan efisiensi daya serta performa mumpuni tanpa beban harga yang terlalu tinggi.
Di pasar global (Amerika Serikat), perangkat ini dibanderol mulai dari USD 599. Untuk pasar Indonesia sendiri, varian terendah dengan konfigurasi 8/256 GB diprediksi akan dijual seharga Rp 10,699 juta.
Meskipun ada kemungkinan harga sedikit terkoreksi akibat fluktuasi nilai tukar dolar, angka tersebut tetap dipandang sebagai penawaran yang sangat kompetitif untuk sebuah MacBook baru.
Editor : Iwan Arfianto