Jakarta – Xiaomi melalui sub-brand Redmi disebut-sebut tengah menyiapkan gebrakan baru di pasar smartphone.
Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu dikabarkan mengembangkan tiga ponsel anyar dengan kapasitas baterai super besar mencapai 10.000 mAh.
Informasi ini mencuat dari bocoran leaker ternama Digital Chat Station di platform Weibo.
Dalam laporannya, ketiga perangkat tersebut akan mengusung baterai berkonfigurasi single-cell.
Meski mengandalkan satu sel, teknologi pengisian daya cepat hingga 100W tetap akan disematkan, memungkinkan waktu isi ulang tetap efisien.
Namun, penggunaan baterai single-cell berkapasitas besar ini berpotensi menjadi kendala untuk pemasaran di wilayah Eropa.
Pasalnya, regulasi di Uni Eropa dikenal cukup ketat terkait standar keamanan baterai perangkat elektronik.
Kabarnya, baterai jumbo ini akan hadir di dua lini utama Redmi, yakni seri Redmi Note yang menyasar segmen menengah dan seri Redmi K yang dikenal dengan performa tinggi.
Seperti sebelumnya, varian Redmi Note untuk pasar China kemungkinan akan berbeda dengan versi global.
Sementara itu, lini Redmi K yang selama ini eksklusif di China berpeluang hadir secara global dengan nama berbeda.
Biasanya, perangkat dari seri ini akan di-rebranding di bawah merek Poco untuk pasar internasional.
Jika strategi tersebut kembali digunakan, bukan tidak mungkin konsumen di Asia akan segera melihat kehadiran smartphone Poco dengan baterai 10.000 mAh dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Xiaomi untuk menjawab kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi, termasuk gamer dan pengguna aktif yang membutuhkan daya tahan baterai ekstra tanpa harus sering mengisi ulang.
Sebagai perbandingan, saat ini ponsel dengan kapasitas baterai terbesar dari Redmi masih dipegang oleh Redmi Turbo 5 Max dengan baterai 9.000 mAh dan dukungan fast charging 100W.
Dengan peningkatan ke 10.000 mAh, Redmi berpotensi menciptakan standar baru dalam daya tahan smartphone.
Editor : Iwan Arfianto