Jakarta – Game fenomenal Among Us kembali mencatatkan prestasi besar di industri game mobile.
Judul besutan Innersloth ini resmi menembus angka 1 miliar unduhan di Google Play Store, menegaskan daya tariknya yang masih kuat meski telah dirilis beberapa tahun lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh tim pengembang melalui akun media sosial resmi mereka pada pertengahan April 2026.
Dalam unggahan tersebut, Innersloth mengungkapkan rasa tidak percaya sekaligus haru melihat pencapaian besar yang diraih game sederhana mereka.
Lonjakan unduhan ini menunjukkan bahwa Among Us masih relevan di tengah ketatnya persaingan game mobile.
Popularitasnya bahkan melampaui sejumlah game premium seperti Minecraft, Stardew Valley, dan Terraria, yang meskipun terkenal luas, mengusung model berbayar.
Keunggulan Among Us sebagai game gratis dengan mekanisme permainan sosial yang sederhana menjadi salah satu faktor utama kesuksesannya.
Pemain hanya perlu bekerja sama sekaligus saling mencurigai untuk menemukan “impostor”, konsep yang terbukti mampu menarik berbagai kalangan.
Meski demikian, angka 1 miliar unduhan ini mencakup total instalasi, termasuk pengguna yang mengunduh ulang atau memainkan game di beberapa perangkat berbeda.
Artinya, jumlah pemain unik kemungkinan lebih kecil, namun tetap mencerminkan skala popularitas yang sangat besar.
Pencapaian ini juga baru berasal dari satu platform, yakni Google Play Store.
Mengingat Among Us tersedia di berbagai platform lain seperti PC dan konsol, total jangkauan pemainnya diperkirakan jauh lebih luas.
Dari sisi bisnis, kesuksesan ini turut berdampak pada pendapatan Innersloth.
Meski gratis dimainkan, game ini menghasilkan pemasukan dari pembelian dalam aplikasi serta penjualan di platform lain.
Strategi monetisasi tersebut terbukti efektif menjaga arus pendapatan tanpa mengorbankan aksesibilitas pemain.
Keberhasilan Among Us menjadi bukti bahwa konsep permainan yang kuat dan mudah diakses masih mampu bersaing, bahkan di tengah gempuran game dengan grafis tinggi dan anggaran besar.
Editor : Iwan Arfianto