NUSA DUA – Mengukuhkan posisi sebagai pionir pariwisata berkelanjutan, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas, resmi mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) di kawasan The Nusa Dua, Bali.
Terobosan ini menjadi langkah strategis nasional dalam mengolah air laut menjadi air bersih layak konsumsi.
Operasional fasilitas ini telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dengan kapasitas produksi mencapai 331.382 meter kubik, teknologi ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan kawasan terhadap penggunaan air tanah secara signifikan.
Inovasi Berbasis "Legacy" Hijau
Penggunaan SWRO di Nusa Dua bukan sekadar pemenuhan kebutuhan logistik, melainkan bagian dari ekosistem circular water yang terintegrasi.
Pendekatan ini menyatukan pengelolaan air bersih dengan manajemen energi dan limbah yang efisien.
"Langkah ini merupakan perwujudan komitmen InJourney di tahun ke-4 untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya modern, tetapi juga berwawasan lingkungan," tulis pernyataan resmi ITDC. Fokus utama dari inisiatif ini mencakup tiga pilar penting:
-
Inovasi Teknologi: Pemanfaatan Reverse Osmosis untuk kemandirian sumber daya.
-
Pelestarian Lingkungan: Menjaga konservasi air tanah di wilayah Bali.
-
Pemberdayaan Komunitas: Menciptakan standar baru industri pariwisata yang bertanggung jawab.
Melalui integrasi teknologi ini, ITDC berupaya meninggalkan "warisan hijau" (green legacy) bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi internasional yang ramah lingkungan.
Editor : Mahendra Aditya