JAKARTA – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) diprediksi membawa dampak tak terduga bagi pasar perangkat elektronik konsumen.
Mulai tahun depan, kapasitas RAM pada smartphone disebut-sebut justru akan menyusut, bahkan ponsel kelas bawah berpotensi kembali menggunakan RAM 4GB.
Fenomena ini tak lepas dari lonjakan permintaan memori untuk pusat data AI.
Chip DRAM, yang menjadi komponen utama RAM, kini diburu perusahaan teknologi raksasa untuk menunjang kebutuhan komputasi AI berskala besar.
Padahal, pasokan DRAM dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh tiga perusahaan besar: Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.
Permintaan masif dari operator data center seperti Amazon Web Services (AWS) dan Oracle membuat stok DRAM semakin menipis.
Akibatnya, produsen perangkat elektronik konsumen harus berebut sisa pasokan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Situasi ini mendorong pabrikan chip untuk memprioritaskan pasar AI yang dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan sektor konsumen.
Micron, misalnya, dikabarkan mulai mengurangi fokus pada produk RAM konsumen dan mengalihkan sumber dayanya ke kebutuhan data center.
Dampaknya mulai terasa pada perencanaan spesifikasi smartphone.
Berdasarkan laporan TrendForce, ponsel kelas atas diperkirakan akan menunda peningkatan kapasitas RAM ke 16GB.
Model flagship generasi berikutnya kemungkinan masih bertahan di RAM 12GB, tanpa peningkatan signifikan.
Sementara itu, segmen menengah dan bawah justru berpotensi mengalami penurunan spesifikasi.
Ponsel mid-range diprediksi akan berhenti di RAM 8GB, sedangkan ponsel entry level bisa kembali menggunakan RAM 4GB, meski saat ini sebagian sudah dibekali RAM lebih besar.
Seorang pembocor teknologi, Lanzuk, bahkan menyebut beberapa ponsel flagship yang saat ini mengusung RAM 16GB kemungkinan akan diturunkan kembali menjadi 12GB pada generasi selanjutnya.
Perangkat dari merek seperti OnePlus dan Google disebut-sebut masuk dalam kategori ini.
Ironisnya, kondisi tersebut justru berpotensi menghambat pengembangan fitur AI di smartphone.
Pasalnya, pemrosesan AI di perangkat membutuhkan kapasitas RAM yang besar agar berjalan optimal.
Meski demikian, para analis menegaskan bahwa semua ini masih sebatas proyeksi.
Arah kebijakan produsen dan dinamika pasar DRAM dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah penurunan kapasitas RAM pada smartphone benar-benar terjadi.
Editor : Ali Mustofa