Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BERBAHAYA! 7 Ciri-Ciri Powerbank yang Bisa Merusak HP

Zakarias Fariury • Selasa, 18 November 2025 | 00:29 WIB
Ilustrasi Powerbank
Ilustrasi Powerbank

RADAR KUDUS -  Power bank telah berevolusi dari sekadar aksesori menjadi perangkat vital bagi pengguna smartphone dengan mobilitas tinggi.

Namun, kemudahan yang ditawarkan juga diiringi risiko. Di tengah maraknya produk pengisi daya portabel di pasaran, tidak semua menjamin keamanan.

Sejumlah power bank tanpa standar bahkan tergolong berbahaya dan berpotensi merusak ponsel, bahkan memicu insiden yang lebih serius.

Untuk menghindari jebakan produk ilegal dan tidak aman, konsumen wajib mengenali ciri-ciri khas power bank yang dapat merusak gawai dan mengancam keselamatan.

Berikut adalah tujuh indikasi utama power bank berbahaya, berdasarkan penelusuran standar industri dan laporan keselamatan konsumen:

1. Absennya Sertifikasi Keamanan Resmi

Ciri paling mendasar dari power bank yang tidak aman adalah ketiadaan sertifikasi keamanan resmi. Logo seperti CE (Conformité Européenne), FCC (Federal Communications Commission), atau UL (Underwriters Laboratories Inc.) merupakan indikator bahwa produk telah lulus uji keselamatan yang ketat.

Consumer Product Safety Commission (CPSC) seringkali menemukan bahwa banyak kasus kegagalan baterai portabel, termasuk kebakaran, berasal dari perangkat yang tidak memiliki sertifikasi valid. Absennya logo resmi ini harus menjadi sinyal bahaya pertama bagi konsumen.

2. Klaim Kapasitas Baterai yang Tidak Realistis

Konsumen harus skeptis terhadap power bank yang menawarkan kapasitas sangat tinggi—misalnya 50.000 mAh—namun dijual dengan harga murah atau memiliki ukuran fisik yang kecil. Fenomena ini dikenal sebagai klaim angka palsu (false capacity claim).

Menurut panduan dari Battery University, baterai lithium-ion memiliki batasan kepadatan energi (energy density) fisik.

Artinya, kapasitas yang sangat besar harus proporsional dengan ukuran baterai. Kapasitas yang tidak masuk akal pada produk murah biasanya mengindikasikan penggunaan komponen baterai berkualitas rendah dan berbahaya.

Baca Juga: Jauh Sebelum Era Digital: Kisah Mekanisme Antikythera, Komputer Kuno Penentu Waktu Kosmis

3. Material Casing Rapuh dan Peningkatan Suhu Ekstrem

Power bank yang memenuhi standar keselamatan selalu menggunakan material casing kokoh untuk melindungi sel baterai internal.

Sebaliknya, produk berbahaya sering menggunakan plastik tipis, mudah pecah, dan yang paling kritis, menghasilkan panas berlebihan (overheating) saat digunakan.

Laporan TechRadar menggarisbawahi bahwa panas ekstrem adalah manifestasi dari masalah serius pada sirkuit internal atau sel baterai yang tidak stabil.

Jika perangkat terasa sangat panas atau casing mudah retak, pengguna harus segera menghentikan pemakaiannya.

4. Tidak Dibekali Fitur Proteksi Internal Standar

Sebuah power bank yang aman wajib memiliki serangkaian fitur perlindungan internal, meliputi overcharge protection (perlindungan tegangan berlebih), short circuit protection (anti-korsleting), dan overheat protection (perlindungan suhu tinggi).

Power bank berbahaya sering kali mengabaikan sistem proteksi ini demi menekan biaya.

Publikasi dari IEEE Spectrum menyoroti bahwa lonjakan tegangan atau arus listrik yang tidak stabil dari power bank tanpa proteksi adalah penyebab utama kerusakan serius pada sirkuit internal smartphone.

5. Indikator Daya yang Tidak Konsisten atau Menyesatkan

Akurasi indikator daya—baik melalui lampu LED maupun layar digital—menjadi tolok ukur kualitas komponen elektronik di dalamnya. Power bank murahan seringkali menunjukkan indikator daya yang tidak jelas atau tidak akurat, memberikan pembacaan sisa daya yang menyesatkan.

Seperti yang diungkapkan How-To Geek, indikator daya yang tidak konsisten sering menjadi penanda penggunaan komponen elektronik yang murah dan tidak tersertifikasi. Kondisi ini dapat menyebabkan pengisian daya tidak stabil, yang berisiko merusak baterai ponsel.

6. Dijual Tanpa Garansi Resmi atau Dukungan Purnajual

Garansi resmi merupakan jaminan standar kualitas dari produsen. Power bank ilegal atau tidak aman seringkali dijual tanpa garansi resmi atau hanya menawarkan garansi singkat dengan syarat yang tidak transparan.

Digital Trends menyarankan konsumen untuk selalu memilih merek terpercaya yang menyediakan garansi minimal satu tahun. Ketiadaan garansi menunjukkan produsen tidak yakin dengan durabilitas dan keselamatan produknya, membiarkan konsumen tanpa perlindungan jika terjadi kegagalan perangkat.

7. Harga Jual yang Jauh di Bawah Standar Pasar

Meskipun harga murah menarik, power bank yang dijual jauh di bawah harga pasar merek terkemuka patut dicurigai. Sel baterai lithium-ion berkualitas memiliki biaya produksi standar yang sulit untuk ditekan drastis.

Majalah Wired memperingatkan bahwa produk tiruan yang sangat murah sering menggunakan sel baterai daur ulang, yang sangat tidak stabil, berumur pendek, dan dapat menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan yang signifikan. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#rekomendasi powerbank #powerbank awet #powerbank murah #powerbank wireless #powerbank terbaik #powerbank bermasalah #powerbank iphone #powerbank android