RADARKUDUS - Gelombang PHK global kembali terjadi, Al mulai ambil alih dunia kerja. Gelombang PHK besar-besaran kembali terjadi di berbagai sektor dunia. Dari teknologi sampai maskapai penerbangan, semuanya kompak menunjuk Al sebagai penyebab utama.
Dunia kerja mulai berubah drastis. Ribuan karyawan terpaksa dipecat karena belum mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan Al.
Perusahaan menilai, mereka yang tidak beradaptasi akan tertinggal. Hal yang sama juga terjadi di Salesforce.
Sekitar 4.000 posisi dukungan pelanggan dihapus karena Al mampu menyelesaikan setengah pekerjaan manusia.
Al dianggap lebih cepat, konsisten, dan tentu saja lebih murah. Sementara itu, Lufthansa berencana memangkas 4.000 pekerjaan hingga 2030.
Maskapai itu mulai beralih ke sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan untuk
menggantikan peran manusia.
Dunia kerja perlahan kehilangan wajah manusianya. Tren ini menandai babak baru dalam sejarah pekerjaan global. Al tidak lagi hanya membantu, tapi mulai mengambil alih.
Banyak profesi lama kini dianggap tidak lagi efisien di era algoritma. Para pakar memperingatkan, mereka yang tidak meningkatkan keterampilan digital berisiko besar tergeser.
Terutama dalam bidang analisis data, customer service, dan administrasi. Dunia kerja sekarang menuntut manusia untuk bersaing dengan mesin. Tapi jujur, memang lumayan mengerikan juga jika dipikir-pikir.
Dulu kita disuruh kerja keras agar tidak kalah sama robot. Sekarang malah robotnya yang dipromosikan.
Dengan kerja bertahun-tahun, eh sekarang diganti sama Al yang justru tidak pernah capek, tidak butuh makan, dan minta cuti.
Jadi mungkin sekarang pertanyaannya bukan "Al bakalan ambil alih kerjaan kita?" tapi "kita siap belum buat kerja bareng Al?" Karena di masa depan, yang bisa bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling cepat beradaptasi.
Editor : Mahendra Aditya