RADAR KUDUS - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus melonjak.
Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 mencatat, generasi Z menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan berbasis AI, terutama untuk kebutuhan belajar.
Dari 8.700 responden survei, sebanyak 27,34 persen mengaku sudah menggunakan AI, naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 24,73 persen.
Baca Juga: Viral! Cara Bikin Foto Polaroid Masa Kecil vs Sekarang Pakai Gemini AI, Hasilnya Bikin Haru
Bila ditelusuri lebih lanjut, gen Z menyumbang 43,7 persen pengguna AI, disusul kelompok milenial dengan 22,3 persen.
Tren ini memperlihatkan anak muda mulai melihat AI sebagai bagian penting dari aktivitas sehari-hari.
Bidang yang paling sering dimanfaatkan adalah edukasi dan pembelajaran, dengan persentase 43,98 persen.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang baru mencapai 21,84 persen.
Selain itu, AI juga dipakai untuk hiburan (29,52 persen).
Baca Juga: Trending 2025: Foto Polaroid Bareng Idol Favorit Kini Bisa Dibuat Pakai AI, Netizen TikTok Heboh!
Layanan asisten virtual (13,48 persen), serta peningkatan produktivitas (12,37 persen).
Meski adopsinya kian pesat, APJII menyoroti masih rendahnya literasi AI di masyarakat.
Kesadaran tentang keamanan data, etika pemanfaatan, dan pemahaman teknologi belum sejalan dengan cepatnya penetrasi pengguna.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar agar perkembangan AI dapat mendukung kemajuan tanpa menimbulkan risiko baru.
Editor : Ali Mustofa