RADAR KUDUS - Pasar smartphone kelas menengah makin padat, tapi Vivo V60 berhasil mencuri perhatian sejak awal kemunculannya.
Saya berkesempatan mencoba varian Moonlight Blue, dan jujur, kesan pertama langsung bikin jatuh hati. Panel belakangnya berkilau, berkelas, dan tidak terlihat murahan seperti banyak ponsel di segmennya.
Yang mengejutkan, meski membawa baterai jumbo 6.500 mAh, ponsel ini tetap hadir dengan bodi super tipis hanya 7,75 mm.
Rasanya ringan di tangan, enak digenggam, dan jauh dari kesan bulky. Untuk yang sering maraton nonton film atau scroll medsos, layar AMOLED 6,7 inci dengan kurva tipis ini terasa immersive.
Ditambah tingkat kecerahan ekstrem hingga 5.000 nits, layar tetap jelas meski di bawah sinar matahari terik.
Performa Ngebut dengan Snapdragon 7 Gen 4
Dapur pacu Vivo V60 ditenagai Snapdragon 7 Gen 4, dipadukan dengan pilihan RAM 8 GB atau 16 GB dan memori hingga 512 GB.
Dalam penggunaan harian, ponsel ini responsif dan gesit. Aplikasi terbuka cepat, multitasking mulus, bahkan game berat bisa dijalankan tanpa drama.
Skor Antutu yang tembus satu juta poin membuktikan kalau Vivo tidak main-main. Meski bukan chipset flagship, performanya setara dengan beberapa ponsel premium tahun lalu.
Ditambah lagi, dukungan update Android 4 tahun plus patch keamanan 6 tahun bikin perangkat ini terasa lebih future-proof.
Kamera ZEISS: Andalan untuk Pecinta Fotografi
Inilah bagian paling menggoda dari Vivo V60: sistem kamera hasil kolaborasi dengan ZEISS. Ada tiga lensa utama, termasuk 50 MP periscope telephoto dengan 3x optical zoom dan hingga 100x digital zoom. Hasil fotonya tajam, detail, dan setara dengan kamera flagship.
Kamera utama Sony IMX766 50 MP dengan teknologi VCS Spectrum menghasilkan warna yang akurat, minim noise di malam hari, dan dynamic range yang luas.
Ada juga lensa ultra-wide 8 MP dan sederet efek bokeh ZEISS (Distagon, Biotar, Sonnar, dll) yang siap memanjakan pecinta portrait photography.
Untuk selfie dan vlogging, kamera depan 50 MP dengan autofocus dan perekaman 4K bisa jadi senjata ampuh. Bahkan, Vivo menghadirkan mode vlog pernikahan khusus India yang secara otomatis membuat montase sinematik—fitur unik yang jarang dimiliki pesaingnya.
Baterai Tahan 2 Hari, Fast Charging 90W
Di era smartphone serba cepat, daya tahan baterai sering jadi masalah. Tapi Vivo V60 membalikkan stigma itu. Dengan kapasitas 6.500 mAh, ponsel ini bisa bertahan hingga dua hari penuh untuk penggunaan ringan, atau tetap punya 30-40% sisa baterai setelah seharian dipakai intensif.
Soal pengisian daya, FlashCharge 90W memungkinkan baterai terisi 50% hanya dalam waktu 25 menit.
Satu-satunya catatan, Vivo belum menyertakan wireless charging—hal yang mungkin jadi deal-breaker bagi sebagian orang.
Harga dan Pesaing di Pasar
Vivo V60 dibanderol mulai Rp36.999 (sekitar Rs 36.999 di India) hingga Rp45.999 tergantung varian RAM/penyimpanan. Dengan harga ini, persaingannya ketat. Ada iQOO Neo 10 yang menawarkan Snapdragon 8s Gen 4 dan baterai 7.000 mAh, serta OnePlus 13R dengan Snapdragon 8 Gen 3 dan baterai 6.000 mAh.
Namun, jika fokus Anda ada pada desain elegan, kamera premium, dan daya tahan baterai luar biasa, Vivo V60 jelas punya keunggulan tersendiri.
Vivo V60 bukan sekadar ponsel kelas menengah biasa. Ia menawarkan kombinasi desain tipis nan mewah, baterai super awet, layar AMOLED paling terang, dan kamera ZEISS kelas flagship.
Meski kompetitornya tak kalah garang, V60 mampu berdiri sejajar dengan ciri khas yang berbeda.
Bagi pengguna yang ingin ponsel stylish namun tetap powerful, Vivo V60 bisa jadi pilihan tepat. Tapi bagi yang mengejar performa gaming paling tinggi, mungkin rival seperti OnePlus 13R lebih menggoda.
Editor : Mahendra Aditya