Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sebanyak 300 Juta Ponsel Android Tidak Akan Mendapatkan Pembaruan Chrome Lagi

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 2 Juli 2025 | 19:11 WIB
Google merilis perangkat yang sudah tidak mendapatkan update dari chrome
Google merilis perangkat yang sudah tidak mendapatkan update dari chrome

RADAR KUDUS - Google mengumumkan akan menghentikan dukungan pembaruan untuk browser Chrome di perangkat Android yang menggunakan sistem operasi di bawah versi 10.0.

Langkah ini dilakukan karena perusahaan teknologi tersebut bersiap meluncurkan Chrome versi terbaru, yaitu Chrome 139, yang dijadwalkan rilis pada 5 Agustus 2025.

Versi ini akan menetapkan Android 10.0 sebagai syarat minimal sistem operasi untuk menjalankan browser tersebut.

Baca Juga: Program Beasiswa Teladan dari Tanoto Foundation Resmi Dibuka, Biaya Kuliah Ditanggung dan Mendapatkan Saku Bulanan.

Artinya, perangkat yang masih menggunakan Android 8.0 (Oreo) atau Android 9.0 (Pie) tidak akan dapat menggunakan Chrome 139 dan hanya akan bisa menjalankan Chrome versi 138 sebagai versi terakhir yang kompatibel.

"Chrome 138 adalah versi final yang mendukung Android 8 dan 9, sedangkan Chrome 139 membutuhkan minimal Android 10," jelas Ellen T, Manajer Dukungan Chrome, seperti dilansir dari laman resmi bantuan Google.

Dalam pernyataan yang sama, Ellen juga mengonfirmasi bahwa Chrome 138 di perangkat dengan OS Android 8 atau 9 tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan maupun penambahan fitur.

Meski masih bisa digunakan, Chrome versi ini akan lebih rentan terhadap gangguan keamanan dan tidak memiliki performa seoptimal versi terbaru.

Saat ini, Android 8 dan 9 masih digunakan oleh sekitar 4% dari total 3,3 miliar pengguna perangkat Android di seluruh dunia.

Dengan kata lain, ada sekitar 300 juta perangkat yang akan terdampak kebijakan ini, menurut data dari Forbes.

Beberapa model ponsel yang masih menggunakan sistem operasi lawas ini termasuk Samsung Galaxy S8, S8 Plus, dan Note 8.

Ketiganya dirilis pada 2017 dan hanya mendapatkan pembaruan hingga Android 9.

Karena browser Chrome sudah menjadi bawaan di perangkat Android, maka pengguna sekitar 300 juta perangkat harus bersiap menggunakan Chrome tanpa pembaruan di masa mendatang.

Oleh sebab itu, Google menyarankan agar pengguna beralih ke perangkat yang mendukung Android 10 ke atas demi memperoleh fitur terbaru dan pembaruan keamanan secara berkala.

Chrome 138 Masih Terima Fitur Baru

Meskipun Chrome 139 segera hadir, Google masih memberikan pembaruan fitur untuk Chrome 138.

Salah satunya adalah fitur address bar yang kini bisa dipindahkan ke bagian bawah layar, serupa dengan fitur di Chrome versi iOS.

Fitur ini meningkatkan kenyamanan saat browsing, terutama bagi pengguna perangkat Android dengan layar besar, baik itu ponsel konvensional maupun ponsel lipat.

“Mulai sekarang, Anda bisa memindahkan bilah alamat Chrome ke bagian bawah layar Android,” tulis Nick Kim Sexton, Senior Product Manager Chrome, dalam blog resmi Google.

Setelah penantian panjang, Google akhirnya merilis fitur baru yang memungkinkan pengguna memindahkan address bar ke bagian bawah layar di aplikasi Chrome untuk perangkat Android.

Fitur ini sebenarnya sudah lebih dulu tersedia di Chrome versi iOS sejak 2023, bahkan lebih awal lagi diperkenalkan di browser Safari sejak iOS 15.

Namun, pengguna Android baru bisa merasakan fitur ini secara resmi sekarang.

Saat ini, Google mulai mendistribusikan fitur tersebut secara bertahap ke seluruh pengguna Android dan diperkirakan akan tersedia secara merata dalam beberapa minggu ke depan.

Fitur Sederhana yang Meningkatkan Kenyamanan

Selama bertahun-tahun, posisi bilah alamat di Chrome selalu berada di bagian atas layar.

Address bar sendiri berfungsi sebagai tempat untuk mengetikkan alamat situs atau URL (Uniform Resource Locator), yang memungkinkan pengguna mengakses halaman web tertentu. Dalam Chrome, bilah ini juga dikenal sebagai "Omnibox".

Namun, dengan ukuran layar ponsel yang kini semakin besar, menjangkau bagian atas layar menjadi tantangan—terutama saat menggunakan satu tangan.

Dengan fitur terbaru ini, pengguna dapat memindahkan address bar ke bawah layar, berdekatan dengan kontrol utama lain seperti pengalih tab, ikon menu tiga titik, serta tombol navigasi lainnya.

Hal ini membuat semua kontrol bisa diakses dengan mudah hanya dengan ibu jari, tanpa perlu mengubah posisi genggaman.

Google menekankan bahwa perubahan ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan sesuai preferensi pengguna.

“Ukuran tangan dan perangkat yang berbeda bisa membuat satu posisi lebih nyaman dibanding lainnya. Maka dari itu, kami memberikan opsi ini agar pengalaman menjelajah internet jadi lebih fleksibel,” ujar Nick Kim Sexton, Manajer Produk Senior Chrome.

Cara Mengaktifkan Address Bar di Bawah Layar

Untuk mengubah posisi address bar ke bagian bawah layar, pengguna cukup melakukan langkah berikut:

  1. Tekan dan tahan bilah alamat di aplikasi Chrome.

  2. Pilih opsi “Pindahkan address bar ke bawah” atau “Move address bar to bottom”.

  3. Alternatifnya, fitur ini juga bisa diakses lewat menu Settings > Address Bar di pengaturan Chrome.

Jika sewaktu-waktu ingin mengembalikannya ke posisi atas, pengguna bisa melakukannya dengan langkah serupa.

Namun perlu dicatat, pengaturan ini hanya berlaku saat perangkat dalam mode potret. Dalam posisi lanskap (horizontal), bilah alamat tetap muncul di bagian atas layar. (Octa Afriana A)

Editor : Ali Mustofa
#Ponsel #Chrome #android #fitur baru #google #teknologi