Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Apple Kantongi Izin Kemenperin, iPhone 16 dan 16e Siap Masuk Indonesia!

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 1 Maret 2025 | 02:26 WIB

iPhone 16 Pro
iPhone 16 Pro

Jakarta – Setelah melalui negosiasi panjang dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Apple akhirnya mengantongi izin untuk memasarkan iPhone 16 dan iPhone 16e di Indonesia.

Kesepakatan ini dicapai setelah raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu setuju menanamkan investasi sebesar 160 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun selama tiga tahun ke depan.

Kesepakatan ini bukan hanya membuka jalan bagi penjualan produk iPhone terbaru, tetapi juga memperkuat komitmen Apple terhadap industri teknologi di Indonesia.

Salah satu poin utama dalam perjanjian ini adalah pembangunan fasilitas riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia—menjadikannya pusat R&D Apple kedua di dunia di luar AS, setelah Brasil.

Kesepakatan Investasi dan Dampaknya

Apple akhirnya sepakat menanamkan modal tambahan setelah sempat bersitegang dengan Kemenperin terkait pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Awalnya, Apple hanya mengajukan investasi sebesar Rp 1,7 triliun sebagai syarat TKDN, namun jumlah tersebut masih kurang Rp 157 miliar untuk memenuhi persyaratan regulasi.

Selain itu, Apple juga diwajibkan membayar utang sebesar 10 juta dolar AS akibat ketidakdisiplinan dalam memenuhi komitmen inovasi pada periode 2020-2023.

Sebagai bagian dari perjanjian, vendor Apple, Luxshare Precision Industry Co Ltd, akan mengembangkan berbagai fasilitas, termasuk Apple Software Indonesia and Technology Institute serta Apple Professional Developer Academy.

Kemenperin menyebutkan bahwa kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada masuknya produk Apple ke Indonesia tetapi juga akan meningkatkan industri manufaktur lokal.

Dengan adanya pusat R&D di Indonesia, Apple diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendukung ekosistem startup teknologi di dalam negeri.

Langkah Tegas Pemerintah Indonesia

Sebelum kesepakatan ini tercapai, Kemenperin sempat menolak pengajuan sertifikasi TKDN dari Apple.

Langkah tegas ini juga diikuti dengan larangan penjualan iPhone 16 dan iPhone 16e di marketplace seperti Tokopedia dan TikTok Shop.

Para penjual yang telah mengiklankan produk ini bahkan diminta untuk menghapus daftar jual mereka karena dianggap melanggar Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.

“Kami ingin memastikan bahwa Apple benar-benar berinvestasi di Indonesia, bukan hanya menjual produknya tanpa memberikan kontribusi yang seimbang,” ujar salah satu pejabat Kemenperin dalam keterangan resminya.

Langkah ini dinilai sebagai strategi pemerintah untuk menegakkan aturan yang adil bagi seluruh investor di sektor smartphone.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2023 dan 2024, Apple telah mengimpor serta menjual 3,8 juta unit perangkat elektronik di Indonesia, dengan total nilai penjualan diperkirakan mencapai Rp 19 triliun per tahun.

Ironisnya, realisasi investasi Apple di Indonesia masih tergolong minim dibandingkan kompetitor lain seperti Samsung dan Xiaomi yang sudah memiliki pabrik di dalam negeri.

iPhone 16 dan 16e: Apa yang Ditawarkan?

Dengan tercapainya kesepakatan ini, iPhone 16 dan iPhone 16e dipastikan akan segera meluncur di Indonesia dalam waktu dekat.

Apple sendiri telah memperkenalkan seri iPhone 16 dalam sebuah video peluncuran resmi di kanal YouTube mereka pada Rabu (19/2/2025).

iPhone 16 dikabarkan akan hadir dengan chipset terbaru, peningkatan kamera, serta fitur AI yang lebih canggih dibanding pendahulunya.

Sementara itu, iPhone 16e disebut-sebut sebagai varian yang lebih terjangkau dengan spesifikasi sedikit lebih rendah, tetapi tetap membawa pengalaman ekosistem Apple yang premium.

Dengan masuknya produk ini ke pasar Indonesia, diharapkan konsumen Tanah Air bisa mendapatkan akses lebih luas terhadap teknologi terbaru Apple tanpa harus mengandalkan pasar impor atau perangkat dari distributor tidak resmi.

Masa Depan Apple di Indonesia

Investasi Apple di Indonesia tidak hanya berhenti pada sektor smartphone. Sebagai bagian dari perjanjian, Luxshare Precision juga akan membangun fasilitas produksi AirTag di Batam.

Pabrik ini ditargetkan mampu memenuhi 65 persen kebutuhan AirTag di pasar global.

Selain itu, dengan adanya Apple Developer Academy dan institusi teknologi di Indonesia, pemerintah berharap akan lahir lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di panggung internasional.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, kesepakatan ini menandai era baru bagi Apple di Indonesia.

Dengan investasi yang lebih besar, kehadiran fasilitas R&D, serta komitmen terhadap ekosistem digital, Apple berpotensi menjadi pemain utama dalam pertumbuhan industri teknologi nasional.

Kini, konsumen di Indonesia tinggal menunggu waktu hingga iPhone 16 dan iPhone 16e resmi tersedia di pasar Tanah Air.

Apakah investasi ini akan benar-benar membawa dampak positif bagi Indonesia? Waktu yang akan menjawabnya.(*)

 

Editor : Mahendra Aditya
#review iphone 16 e #iPhone 16 WiFi Only #kemenperin #Preorder iPhone 16 #fitur iPhone 16 e #harga iphone 16 #iPhone 16 #spesifikasi iphone 16e #Tolak Penjualan iPhone 16 #iphone 16 e #Apple Kenalkan Modem C1 di iPhone 16e #spesifikasi iphone 16 e #TKDN iPhone 16 #iphone 16e #harga iPhone 16 e #apple #desain iphone 16e